[Cek Fakta] Gadis Bertubuh Ular Gemparkan Thailand, Faktanya?

Oleh Diyah Naelufar pada 10 Jan 2020, 14:02 WIB
Diperbarui 12 Jan 2020, 13:13 WIB
[Cek Fakta] Gadis Ular Gemparkan Thailand, Fakta Atau Hoaks?

Liputan6.com, Jakarta - Situs helloworld-ntjsvrx6uq-an.a.run.app mengungah artikel berjudul, Gadis Ular Gemparkan Thailand yang kemudian viral di Facebook. 

Sebuah foto juga diunggah, menampilkan seorang gadis cilik dengan bagian tubuh, dari pinggang ke bawah, menyerupai ular besar. 

 

Berikut isi artikel tersebut:

Gadis berusia 8 tahun, Mai Li Fay, dari Bangkok, adalah jauh dari kehidupan yang biasa seorang gadis sebayanya.

Setiap hari, beribu-ribu orang datang berkunjung dan berkumpul di depan rumah keluarganya untuk mengambil peluang melihat dan menyentuh gadis itu, yang dianggap oleh penganut buddha dan hindu sebagai boleh memberikan nasib baik.

Menurut pakar perubatan terkemuka Thailand, Dr Ping Lao, gadis muda itu mengalami sindrom yang jarang berlaku dikenali sebagai Malianorcis Serpentosis atau penyakit Jing Jing, yang menjadikan badan lebih rendah, berbentuk reptilia yang berbeza dari manusia biasa.

Hanya segelintir kes-kes seumpamanya telah direkodkan sepanjang sejarah, jadi pengetahuan saintifik terkumpul berkaitan kes seumpama itu agak terhad dan tidak ada penyelesaian perubatan sehingga waktu ini.

Keluarga menerima keadaan Mai Li dengan perasaan bercampur, kesedihan dan kegembiraan.

Sedih dengan keadaan Mai Li, tapi gembira kerana sebagai keluarga miskin, kehadiran tetamu yang tidak berkesudahan (pelancong dan tetamu agama) telah menjadikan keluarga miskin ini beroleh pendapatan yang besar dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Source: kisah aneh dan pelik

Sejak kali pertama disebarkan di Facebook pada 7 Januari 2020, artikel tersebut telah dibagikan sebanyak 32.000 kali dan dilihat 1,9 juta kali.

Benarkah klaim dalam artikel tersebut?

2 of 4

Penelusuran Fakta

Sebuah gambar tangkapan layar Facebook dalam artikel yang diunggah helloworld-ntjsvrx6uq-an.a.run.app, menunjukkan bahwa foto serupa diunggah situs worldnewsdailyreport.com, dalam artikel berjudul, Thailand: Snakegirl Attracts Crowds of Pilgrims and Tourists

 

[Cek Fakta] Gadis Bertubuh Ular Gemparkan Thailand, Faktanya? (Facebook)

 

Dalam artikel tersebut disebutkan, setiap harinya, ribuan orang berkumpul di rumah Mai Li Fay, gadis 8 tahun asal Bangkok. Mereka datang ingin melihat, bahkan menyentuhnya. Itu dianggap membawa keberuntungan.

Menurut pakar medis bernama Dr. Ping Lao, Mai Li Fay menderita sindrom langka yang dikenal sebagai Serpentosis Malianorcis atau Jing Jing yang membuat bagian bawah tubuhnya mirip hewan reptil.

Yang perlu digarisbawahi, worldnewsdailyreport.com adalah situs satir dengan slogan: where facts don't matter. Di mana fakta tidak dianggap penting. 

Lantas, apakah itu sindrom langka Serpentosis Malianorcis?

Jawabannya: tak ada sindrom atau penyakit dengan nama itu. 

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, itu ternyata kabar dusta atau hoaks lama. 

Situs Bangkok Post, dalam artikel berjudul, Not the News: Stories that turned out to be hoaxes, yang dipublikasikan pada 24 Januari 2014 membantah mentah-mentah klaim tersebut.

Artikel tersebut juga menjelaskan mengapa orang bisa terjebak dan percaya dengan kabar aneh semacam itu. "Cerita tersebut dibumbui klaim seorang dokter yang memberikan nama mentereng untuk penyakit itu," demikian dikutip dari Bangkok Post.

"Pembuat berita palsu ini tampaknya memiliki pengetahuan tentang takhayul yang menyebar di Thailand."

Kejanggalan pertama yang ditemukan dalam kisah itu adalah nama gadis cilik tersebut, juga dokter yang ada di dalamnya.

"Nama mereka terdengar seperti nama China, sementara Thailand biasanya lebih panjang, misalnya Sumati Sivasiamphai, Pimchanok Phungbun Na Ayudhya or Pornchai Sereemongkonpol."

Bangkok Post menyebut, foto gadis berbadan ular itu diyakini sebagai hasil rekayasa foto.

Situs www.hoax-slayer.net juga membantah mentah-mentah klaim soal gadis bertubuh ular itu dalam artikel berjudul Fake Picture: ‘Thailand Snake Girl’ – Serpentosis Malianorcis.

"Jika gadis itu benar adanya, pasti media arus utama dari seluruh dunia akan melaporkan kasusnya secara luas dan tak henti-hentinya," demikian dikutip dari www.hoax-slayer.net.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia juga telah membantah kisah gadis ular asal Thailand itu dalam artikel berjudul [HOAKS] Gadis Ular dari Thailand pada 16 Juni 2019.

3 of 4

Kesimpulan Klaim

Klaim yang menyebut soal gadis ular dari Thailand adalah hoaks belaka. Tak ada sindrom atau penyakit bernama  Serpentosis Malianorcis dan foto yang beredar hasil rekayasa belaka. 

Itu hoaks lama yang terus berulang dan disebar, meski telah dibantah berkali-kali. 

banner Hoax
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
4 of 4

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait