[Cek Fakta] Hoaks Indonesia Akan Dilanda Gelombang Panas Ekstrem

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 24 Okt 2019, 18:23 WIB
[Cek Fakta] Gambar Tangkapan Layar Foto Tentang Informasi Cuaca

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Indonesia yang bakal dilanda gelombang panas ekstrem, menyebar di media Salah satunya diunggah oleh akun facebook Bunda Cantik pada Rabu, 23 Oktober 2019.

Dalam unggahannya, akun Bunda Cantik mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar rumah. Sebab dalam waktu 3 hari ke depan, gelombang panas ekstrem akan melanda Indonesia.

"Dear all, mulai besok sampai 3 hari ke depan di harapkan kurangi aktivitas di luar rumah karena cuaca panas extreme melanda Indonesia untuk 3 hari ke depan. Banyak minum air mineral dan multivitamin ya ...

Temperatur panas extreme yang terbaca oleh deteksi satelit hari ini, adalah di daerah :

Jakarta 38°CDepok 38°CSerang Banten 44°CBekasi 38°CTangerang 44°CJogjakarta 40°CMalang 44°CSolo 45°CMadiun 39°CMagelang 39°CPurworejo 40°CMadura 42°CBali 45°CLombok 43°CRiau 45°CPekanbaru 45°CBatam 42°CMakassar 43°CPare-pare dan bone 40°CPapua Nugini, nyaris mendekati 50°C

Daerah lain masih dalam pantauan mitigasi klimatologi NASA.

Jaga kesehatan, pola makan, dan banyak minum air ya, Kawan. Panas extreme pemicu dehidrasi, malaria, tifus, campak, dan pelemahan sel jaringan otak," tulis akun facebook Bunda Cantik.

Konten yang diunggah akun facebook Bunda Cantik telah 74 kali dibagikan dan mendapat 4 komentar warganet.

 

2 of 3

Penelusuran Fakta

Gambar Tangkapan Layar Akun Twitter Resmi BMKG
Gambar Tangkapan Layar Akun Twitter Resmi BMKG

Setelah ditelusuri, kabar tentang gelombang panas ekstrem yang akan melanda Indonesia ternyata tidak benar.

Fakta ini berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dikutip dari situs Liputan.com, BMKG memastikan bahwa pesan yang beredar di media sosial itu tidak benar alias hoaks.

Liputan6.com, Jakarta - Beredar pesan berantai yang menyebut wilayah Indonesia akan dilanda gelombang panas ekstrem selama tiga hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, pesan yang beredar di media sosial dan aplikasi Whatsapp itu tidak benar alias hoaks.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, suhu udara di sebagian besar wilayah Indonesia saat ini memang panas, namun bukan gelombang panas. Menurutnya, gelombang panas tidak terjadi di Indonesia, melainkan di wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi.

"Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya," kata Mulyono dalam keterangan resminya, Rabu (23/10/2019).

Mulyono menjelasan, Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas. Berdasarkan data histori, suhu maksimum di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat celsius.

Data BMKG menyebut, suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39.5 derajat celcius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Bahkan, pada tanggal 20 Oktober 2019, terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi yaitu Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 derajat celcius, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 derajat celcius dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 derajat celcius.

Suhu panas tersebut ucap Mulyono, merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, di mana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 derajat celcius.

BMKG pun mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini minum air mineral yang cukup untuk menghindari dehidrasi.

"Masyarakat agar mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan. Serta mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla," ujar Mulyono.

Selain itu, BMKG lewat akun twitter resminya, @InfoHumasBMKG menyebut bahwa informasi soal gelombang panas adalah hoaks.

"sore ...mimin mau update klarifikasi informasi yg beredar di sosmed tentang cuaca panas ekstrim yg melanda Indonesia....disini mimin mau jelasin melalui infografis bhw info tsb adalah tdk benar adanya, nanti mimin update lgi melalui releasenya..bijak menggunakan internet😎🙂," tulis @InfoHumasBMKG.

 

3 of 3

Kesimpulan

Informasi soal gelombang panas ekstrem yang akan melanda Indonesia adalah hoaks. BMKG telah membantahnya. 

banner Hoax
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓