[Cek Fakta] Hoaks Simbol Bintang Daud Israel di Desain Ibu Kota Baru RI

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 04 Sep 2019, 02:36 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 15:44 WIB
[Cek Fakta] Gambar Tangkapan Layar Desain Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang keberadaan simbol Bintang Daud dalam desain ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur, tersebar di media sosial.

Kabar itu disangkut-pautkan dengan desain rencana ibu kota baru yang akan dibangun, bahkan disandingkan di samping foto bendera Israel.

Konten ini diunggah oleh akun facebook Widya Eka Putri‎ pada Senin 26 Agustus 2019.

"Breaking news ,....ini la ibu kota baru ala2 planga plongo Persis sm dgn bendera Israel,.. Pantas mereka benci islam, planga plongo syuting Sholat hnya Kedok, cebong gk Sadar2," tulis akun facebook Widya Eka Putri‎.

Konten yang diunggah akun facebook Widya Eka Putri‎ telah 71 kali dibagikan dan mendapat 313 komentar warganet.

2 of 4

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri, kabar tentang desain ibu kota baru terkait dengan lambang Bintang Daud, seperti dalam bendera Israel, sama sekali tak berdasar. 

Bentuk yang dipermasalahkan akun facebook Widya Eka Putri‎ adalah Monumen Pancasila yang akan dibangun di tengah lapangan ibu kota baru RI. Tujuan pembangunannya, sebagai simbol keberagaman sesuai prinsip Bhinneka Tinggal Ika.

Bahkan sebelum lokasi ibu kota baru diumumkan, pihak pemerintah telah menentukan bahwa konsep desainnya adalah Pancasila. Hal tersebut seperti disampaikan dalam artikel berjudul Ibu Kota Baru Bakal Usung Konsep Pancasila, yang dimuat Liputan6.com pada 30 April 2019.

Berikut cuplikan isi artikel tersebut:

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, pemerintah telah menetapkan desain khusus untuk ibu kota negara baru bila seandainya jadi berpindah dari Jakarta ke luar Jawa. Konsep yang diusung adalah Pancasila.

"Kita punya konsep desain, bisa diterapkan di mana saja. Tapi ini baru konsep desain, konsep desain kami Kota Pancasila," ujar dia di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Dia menambahkan, konsep desain kota baru tersebut masih sebatas ide, dan keputusan pastinya baru akan keluar jika telah disepakati oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Itu kan masih panjang, masih harus dirapatkan dengan DPR, bukan diputuskan sepihak. Pasti itu harus ada persetujuan DPR, tidak semudah itu juga," sebutnya.

"Selain itu juga harus dilalui beberapa tahapan lainnya, termasuk penetapan di dalam undang-undang. Pasti nanti akan ada undang-undang baru terkait itu," dia menambahkan.

Secara estimasi waktu, Menteri Basuki melanjutkan, pembangunan ibu kota baru menurut rencana akan memakan waktu antara 4 sampai 5 tahun.

Sementara terkait pembiayaan, pemerintah juga disebutkannya bakal turut menggandeng pihak lain untuk terlibat sehingga tidak 100 persen mengandalkan anggaran milik negara.

"Enggak APBN murni. Mungkin lewat skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha), mungkin juga swasta masuk. Tidak APBN murni semua, tidak, tidak mungkin," seru dia.

Sedangkan secara perhitungan ongkos pembangunan, ia menuturkan, total pembiayaan bisa mencapai Rp 466 triliun. "Kalau kemarin dihitung oleh Bappenas itu sekitar Rp 466 triliun. Porsi negara mungkin sekitar Rp 250 triliun," pungkasnya.

Apa Itu Simbol Bintang Daud?

Lantas, apa yang dimaksud dengan Bintang Daud, seperti yang ada dalam bendera Israel?

Dalam situs Encyclopedia Britannica, britannica.com, Bintang Daud atau Star of David dijelaskan sebagai, simbol Yahudi yang terdiri dari dua segitiga sama sisi yang ditumpuk dan membentuk bintang berujung enam.

Simbol tersebut bisa ditemukan di sinagog, batu nisan orang Yahudi, dan bendera Israel.

Simbol, yang secara historis sebenarnya tidak terbatas untuk digunakan oleh orang Yahudi, berasal dari zaman kuno.

Pada Abad Pertengahan, Bintang Daud muncul dengan frekuensi yang lebih sering di kalangan orang-orang Yahudi tetapi tidak memiliki makna keagamaan yang khusus. Kala itu, lambang serupa ditemukan juga di beberapa katedral Abad Pertengahan.

Berikut penjelasan yang dipublikasikan Encyclopedia Britannica:

Star of David, Hebrew Magen David (“Shield of David”), Magen also spelled Mogen, Jewish symbol composed of two overlaid equilateral triangles that form a six-pointed star. It appears on synagogues, Jewish tombstones, and the flag of the State of Israel.

The symbol—which historically was not limited to use by Jews—originated in antiquity, when, side by side with the five-pointed star, it served as a magical sign or as a decoration.

In the Middle Ages the Star of David appeared with greater frequency among Jews but did not assume any special religious significance; it is found as well on some medieval cathedrals.

The term Magen David, which in Jewish liturgy signifies God as the protector (shield) of David, gained currency among medieval Jewish mystics, who attached magical powers to King David’s shield just as earlier (non-Jewish) magical traditions had referred to the five-pointed star as the “seal of Solomon.”

Kabbalists popularized the use of the symbol as a protection against evil spirits. The Jewish community of Prague was the first to use the Star of David as its official symbol, and from the 17th century on the six-pointed star became the official seal of many Jewish communities and a general sign of Judaism, though it has no biblical or Talmudic authority.

The star was almost universally adopted by Jews in the 19th-century as a striking and simple emblem of Judaism in imitation of the cross of Christianity. The yellow badge that Jews were forced to wear in Nazi-occupied Europe invested the Star of David with a symbolism indicating martyrdom and heroism.

Tak hanya dikaitkan dengan Bintang Daud, Monumen Pancasila dalam desain ibu kota baru juga dituding menggunakan simbol pentagram.

 

Cek Fakta - desain ibu kota baru RI yang dikaitkan dengan simbol pentagram (Twitter)

 

3 of 4

Kesimpulan

Tidak ada Simbol bintang Daud Israel dalam desain Ibu Kota Baru di Kalimantan. Simbol bintang daud merupakan segi enam, sedangkan yang jadi dasar tugu di gambar desain Ibu Kota baru adalah segi lima.

Narasi yang disampaikan oleh akun facebook Widya Eka Putri‎ tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.  Bahkan, cenderung menyesatkan.

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
4 of 4

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓