[Cek Fakta] Hoaks Obat Progesterex dan Rohypnol Dipakai Pelaku Perkosaan

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 03 Sep 2019, 10:24 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 15:20 WIB
[Cek Fakta] Gambar Tangkapan Layar Tentang Bahaya Obat Progesterex

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah obat bernama Progesterex Rohypnol membuat penasaran para warganet di Facebook. Sebabnya, obat ini disebut-sebut digunakan oleh para pelaku perkosaan untuk melancarkan aksi.

Disebutkan bahwa Rophynol tersebut dapat menyebabkan korbannya ingat apa yang telah terjadi. Sedangkan Progesterex akan membuat si wanita korban perkosaan tidak akan hamil. Kabar ini diunggah oleh akun Facebook Islam Itu Indah pada 21 September 2018 lalu.

"Waspada PEREMPUAN ATTENTION _!!!"Yang punya ANAK gadis, ADIK perempuan, KAKAK perempuan atau ANDA sendiri,Saya mendapat informasi penting dari seorang kawan. Telah beredar sebuah obat baru yang bernama "Progesterex" (you may check the internet for the availability). Obat ini adalah pil kecil yang digunakan untuk mensterilisasi. Obat ini sekarang dipakai oleh parapemerkosa pada perayaan pesta, Pub, Discotique untuk memperkosa dan mensterilisasi korbannya. Obat ini biasanya digunakan bersamaan dengan Rohypnol (Roofies) semacam obat bius, pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Rohypnol ini semacam effervescent tablet yang cepat larut didalam air. Pelaku hanya tinggal memasukan Rohypnol dan Progesterex kedalam minuman dan Korban tidak akan pernah ingat apa yang telah terjadi pada malam/pagi/siang/ sore itu dan Progesterex akan membuat si wanita TIDAK AKAN HAMIL, sehingga si pemerkosa akan tetap bebas berkeliaran. Tetapi yang perlu diperhatikan, EFFECT PROGESTEREX GAK SEMENTARA. Progesterex dibuat untuk mensterilkan kuda, jerapah dan binatang besar lainnya. Setiap wanita yang telah meminumnya TIDAK AKAN PERNAH MENGANDUNG LAGI SEUMUR HIDUPNYA. Jadi BERHATI-HATILAH dimanapun anda berada dan jangan menerima minum dari sembarang orang yang tidak anda kenal dengan baik. Kalau bisa share sekarang !! PEDULI PEREMPUAN Harap Di Share ke teman-teman yang lain karena sangat bermanfaat!! Berbagi itu indah ({}) *ini info bermanfaat" Meneruskan Informasi "Yang punya ANAK gadis, ADIK perempuan, KAKAK perempuan atau ANDA sendiri, semua yang berbau PEREMPUAN," tulis akun facebook Islam Itu Indah.

Konten yang diunggah akun facebook Islam Itu Indah telah 43 ribu kali dibagikan dan mendapat 1.900 komentar warganet.

 

2 of 4

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri, kabar tentang obat Progesterex dan Rohypnol yang digunakan para pelaku perkosaan ternyata tidak benar.

Fakta ini sebagaimana dikutip dari situs Badan Penanggulangan Obat dan Makanan (BPOM) dalam situs resminya pom.go.id dengan judul artikel PENJELASAN BADAN POM TERKAIT ISU PENYALAHGUNAAN OBAT “PROGESTEREX”.

Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan di media sosial terkait peredaran dan penyalahgunaan obat baru dengan nama “Progesterex”, Badan POM telah melakukan penelusuran terkait obat tersebut dan menyatakan bahwa pemberitaan tersebut adalah HOAX.

Berdasarkan data registrasi obat di Badan POM, Progesterex tidak terdaftar sebagai obat di Badan POM. Penelusuran lebih lanjut menemukan bahwa obat Progesterex tidak pernah terdapat di dunia nyata. Sementara Rohypnol, yang disebutkan dalam pemberitaan dikonsumsi bersamaan dengan Progesterex untuk mensterilisasi perempuan, pernah terdaftar di Badan POM sebagai obat impor pada tahun 1981 namun tidak pernah didaftarkan ulang. Dengan kata lain, jika saat ini terdapat produk Rohypnol di pasaran berarti produk ilegal.

Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM selama tahun 2010-2016, tidak pernah ditemukan produk ilegal atas nama Progesterex dan Rohypnol, serta belum pernah ada laporan penyalahgunaan keduanya.

Masyarakat dihimbau agar tidak perlu resah dengan informasi yang menyesatkan berupa pesan berantai yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jadilah konsumen cerdas dengan selalu melakukan Cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli dan mengonsumsi produk Obat dan Makanan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari Badan POM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa. Belilah obat di sarana resmi seperti apotek dan toko obat berizin. Untuk obat keras hanya boleh dibeli di apotek dengan resep dokter. Penggunaan obat yang benar dapat ditanyakan kepada dokter atau apoteker.

Apabila menemukan produk yang mencurigakan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, e-mail: halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

 

3 of 4

Kesimpulan

Obat bernama progesterex ternyata tidak pernah ada di dunia nyata. Klaim efek dari obat tersebut patut dipertanyakan kebenarannya.

Sementara obat Rohypnol merupakan obat yang pernah didaftarkan pada 1981. Namun kini keberadaan obat tersebut dilaporkan tidak lagi beredar di pasar Indonesia. Narasi yang disampaikan akun facebook Islam Itu Indah tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

banner Hoax
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
4 of 4

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓