[Cek Fakta] Hoaks soal Bahaya di Balik Kode Warna Hitam di Kemasan Pasta Gigi

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 29 Agu 2019, 20:08 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 18:04 WIB
[Cek Fakta] Gambar Tangkapan Layar Kemasan Pasta Gigi

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang warna di ujung kemasan pasta gigi, yang konon mengindikasikan kandungan bahan di dalamnya, viral di media sosial. Kabar ini beredar dalam sebuah gambar yang diunggah oleh akun facebook Alfirdha DaEng Ngasy pada 9 Desember 2018.

Akun facebok Alfirdha DaEng Ngasy mengunggah gambar bungkus pasta gigi. Di bagian ujungnya terdapat garis berwarna merah, hijau, hitam, dan biru.

Akun ini kemudian mengaitkan kode garis itu sebagai penanda bahan yang terkandung di dalamnya. Berikut narasinya:

"Copas...🙏

Semoga manfaat

Coba cek pasta gigi keluargamu

saya bagi infonya nih...

Udah tau belum arti dari warna di ujung pasta gigimu?

● HIJAU = TERBUAT DARI 100% BAHAN HERBAL/ALAMI

● BIRU = TERBUAT DARI BAHAN ALAMI DAN OBAT- OBATAN

● MERAH = TERBUAT DARI BAHAN ALAMI DAN KIMIA

● HITAM = TERBUAT DARI BAHAN KIMIA," tulis akun facebook Alfirdha DaEng Ngasy.

Konten yang diunggah Alfirdha DaEng Ngasy telah 169 ribu kali dibagikan dan mendapat dua komentar warganet.

 

2 of 4

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri, kabar tentang pasta gigi yang mengandung bahan kimia berbahaya ternyata benar.

Hal ini sebagaimana dikutip dari situs klikdokter.com dengan judul artikel "Fakta di Balik Kode Warna pada Kemasan Pasta Gigi".

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa waktu lalu beredar peringatan mengenai kode warna pada ujung kemasan pasta gigi. Kode berwarna merah, hijau, biru, dan hitam tersebut dianggap sebagai tanda kandungan bahan di dalamnya.

Kabarnya, biru menandakan bahwa pasta gigi mengandung bahan natural dan obat-obatan. Warna hijau menandakan kandungan natural. Warna merah menandakan adanya bahan natural ditambah bahan kimia. Sedangkan warna hitam menandakan bahwa pasta gigi mengandung bahan kimia murni.

Informasi ini kurang dapat dipercaya karena kandungan yang disebut-sebut natural dalam pasta gigi sebenarnya juga terbuat dari bahan kimia. Selain itu, yang dimaksud dengan kandungan obat-obatan pun tidak dipaparkan secara spesifik.

Faktanya, kode warna yang terdapat pada ujung kemasan tidak ada hubungannya dengan kandungan bahan di dalam pasta gigi. Kode warna tersebut semata-mata hanya tanda (eye marks atau color marks).

Tujuan pemberian eye marks itu sendiri agar sensor pada mesin pembuat kemasan pasta gigi mengetahui di mana posisi yang tepat untuk memotong, melipat, dan menyegel (hotpress) kemasan dengan kecepatan yang tinggi.

Selain itu, kode warna tersebut juga berfungsi untuk membantu mesin mengetahui bagian atas dan bawah. Bagian atas berisi logo dan nama merk produk, sedangkan bagian bawah berisi informasi kandungan bahan didalamnya.

Untuk membuktikannya, Anda bisa memeriksa kode warna tersebut dan akan terlihat bahwa bagian akhir kode warna persis di ujung tepi kemasan. Kode warna tidak hanya berwarna merah, biru, hijau, dan hitam, tetapi juga terkadang tak terlihat warnanya.

Lantas mengapa warnanya berbeda-beda? Semua itu bergantung pada kemampuan masing-masing sensor mesin pembuat kemasan pasta gigi.

Karena itu, Anda tidak perlu ragu untuk mendapatkan manfaat dari pasta gigi. Untuk memastikan kandungan bahan di dalam pasta gigi, Anda hanya perlu melihatnya di bagian bawah kemasan.

 

3 of 4

Kesimpulan

Kode warna di ujung bungkus pasta gigi bukan sebagai penanda kandungan kimia. 

Jika ingin melihat kandungan dalam pasta gigi, konsumen bisa membacanya pada label yang terdapat dalam setiap kemasan. Narasi yang disampaikan akun facebook Alfirdha DaEng Ngasy tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
4 of 4

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓