[Cek Fakta] Jokowi Dikabarkan Berpidato Hanya 1 Menit di KTT G20, Ini Faktanya

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 09 Jul 2019, 13:54 WIB
[Cek Fakta] Gambar Tangkapan Layar Berita Tentang Jokowi di KTT G20

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru saja menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang pada 1 Juli 2019 lalu.

Saat Jokowi menghadiri KTT G20, beredar kabar di media sosial bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya menyampaikan pidato selama 1 menit.

Kabar ini sebagaimana dimuat oleh situs idtoday.co dengan judul berita "Pengamat: Sedih! Indonesia Bicara Hanya 1 Menit Dalam Forum KTT G20".

 

Pengamat: Sedih Indonesia Hanya 1 Menit Dalam Forum KTT G20

Oleh: Hendrajit(Pengkaji Geopolitik, Direktur Eksekutif Global Future Institute)

Sayang banget di forum sepenting G-20 presiden RI cuma pidato satu menit. Padahal KTT G20 kali ini penuh dinamika. Jepang dan Cina mulai nyadar sebagai sesama Asia kudu kompak. Siapa tahu Amerika dan Uni Eropa bakal ngadalin mereka. Makanya di Beijing sebelum KTT G20 di Osaka, Shinzō Abe (PM Jepang) dan Xi Jinping (Presiden RRC) sepakat mereka berdua kudu kompak pelopori perdamaiam dan kesejahteraan. Ya itu bahasa retorikanya sih.

Tapi ini juga bisa runyam buat dunia kalau Cina dan AS terus kompakan karena Jepang yang sekutu AS sekarang baikan ama Cina.

Buat ketiga negara memang sama sama happy. Buat Indonesia bisa hancur mina. Belum lagi India yang semakin solid satu barisan sama Jepang pelopori Indo Pasifik. Sehingga dihitung baik Amerika maupun Cina. Karena India bareng Rusia dan Cina gabung di persekutuan blok ekonomi BRICS. Saingan kubu AS dan Eropa.

Uni Eropa, Prancis dan Jerman sekarang motor utama setelah Inggris keluar. Rusia dam Uni Eropa makin akrab.

Terus Indonesia gimana? Masak pidato aja semenit. Dalam perang diplomasi pidato di rapat pleno bisa mewarnai hasil KTT lho.

Sebagai pengkaji hubungan internasional, bukan prihatin, tapi sedih. Bukan sedih sama Presiden atau Menlunya. Tapi sedih kok Indonesia cuma penonton pasif di tengah berlangsungnya pergeseran geopilitik dunia.

Sebagai pendukung 02 jangan dikira saya senang ngeliat performance presiden petahana yang pesaing 02. Sama sekali nggak. Justru merasa sedih dan gemes.

 

Benarkah demikian? 

2 of 4

Penelusuran Fakta

Dari penelusuran, kabar tentang Jokowi yang berpidato hanya 1 menit di KTT G20 ternyata tidak benar.

Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmuddin telah meluruskan kabar yang sudah terlanjur viral itu.

Ia menyebut bahwa durasi pidato Jokowi di Osaka saat KTT G20 bukan satu menit. Fakta ini sebagaimana kutip dari artikel Liputan6.com dengan judul artikel "Jokowi Berpidato Dua Kali di KTT G20 Osaka".

 

Liputan6.com, Jakarta - Kabar mengenai kehadiran Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dalam KTT G20 di Osaka Jepang akhir pekan lalu menuai pembicaraan bagi warganet dalam negeri.

Sebelumnya, sebuah akun di situs berbagi video populer, pada 1 Juli 2019, mengunggah cuplikan acara stasiun televisi di Jepang yang membahas KTT G20 2019. Akun itu memasang unggahannya dengan judul, "Pidato President Jokowi di G20 summit hanya 1 menit."

Dalam video, pembawa acara menampilkan papan berisi bendera negara dan durasi waktu. Ia kemudian menunjuk bendera Indonesia pada papan dan tulisan berdurasi 1 menit.

Akun pengunggah memuat narasi pada unggahannya dengan menuliskan:

"Lihat Berita TV Jepang, ada salah satu materi yg menarik, tv ini menghitung durasi pidato para memimpin G20 summit. Yang sangat unik ada satu pemimpin yang durasi pidatonya hanya sekitar 60 detik atau 1 menit. Pembawa acara dan bintang tamu tertawa semuanya.. Negara itu adalah negara besar yang bernama Indonesia.."

Potongan gambar dan narasi unggahan itu kemudian tersebar luas ke beberapa platform media sosial lain, seperti Twitter, di mana memicu beragam tanggapan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretariat Presiden RI mengklarifikasi:

"Satu menit itu bukan durasi pidatonya Pak Jokowi dalam KTT G20 di Osaka kemarin," kata Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmuddin saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (3/7/2019).

Bey mengatakan, Presiden Jokowi berpidato hingga dua kali dalam rangkaian KTT G20, dengan mengangkat beberapa isu meliputi: inovasi ekonomi digital, inklusivitas finansial, dan konsep IDEA HUB.

"Durasinya bisa sampai tiga sampai lima menit untuk masing-masing pidato," jelas Bey.

"Durasi pidato ditentukan oleh Jepang selaku tuan rumah dan ketua sidang, supaya semua pemimpin negara punya kesempatan yang sama untuk berpidato," tambahnya.

Mengenai kabar 'Jokowi 1 menit' yang ramai menjadi pembicaraan di media sosial, Bey Machmuddin mengatakan, "Itu pertemuan dengan PM Shinzo Abe."

"Itu juga bukan bilateral formal. Itu lebih ke pertemuan informal sambil menunggu mata agenda KTT G20 berikutnya."

Situs resmi kementerian luar negeri Jepang juga membenarkan sifat pertemuan itu, yang didefinisikan sebagai 'pull-aside talk':

"Pada 28 Juni 2019, Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang, mengadakan pull-aside talk dengan Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, yang datang ke Jepang untuk menghadiri KTT G20 Osaka."

"Kedua pemimpin mengonfirmasi selesainya General Review of the Japan-Indonesia Economic Partnership Agreement, dan memutuskan untuk melanjutkan negosiasi untuk meninjau kesepakatan berdasarkan hasil General Review, dengan tujuan merampungkannya pada akhir tahun. Keduanya juga mengafirmasi tekad untuk merampungkan RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi dan sama-sama menguntungkan."

Bey Machmuddin menjelaskan bahwa Jokowi dan Abe memang dijadwalkan bertemu pada 27 Juni 2019 atau sehari sebelum mata agenda utama KTT G20 dimulai pada 28 - 29 Juni 2019.

"Tapi karena ada agenda di Jakarta, Pak Jokowi baru berangkat 27 Juni malam dan baru bisa bertemu dengan PM Abe keesokan hari," kata Bey.

 

 

3 of 4

Kesimpulan

Kabar tentang Jokowi yang berpidato selama 1 menit di KTT G20 ternyata tidak benar alias salah. Presiden Jokowi berpidato hingga dua kali dalam rangkaian KTT G20, dengan mengangkat beberapa isu meliputi: inovasi ekonomi digital, inklusivitas finansial, dan konsep IDEA HUB.

Narasi yang dimuat dalam situs idtoday.co tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Situs idtoday.co juga bukan situs berita yang kredibel dan bisa dipercaya.

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
4 of 4

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓