[Cek Fakta] Jokowi Sebut Pemerintah Tengah Bangun Infrastruktur Digital

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 13 Apr 2019, 23:13 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Jokowi dalam Debat Kelima Pilpres 2019. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menyebut, infrastruktur digital juga menjadi fokus pembangunan pemerintahannya.

Jokowi mengatakan, pembangunan infrastruktur digital ini untuk mengembangkan industri game atau gim.

Hal ini disampaikan Jokowi saat Debat Kelima Pilpres, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019).

"Pemerintah membangun infrastruktur digital, baik broad band, palapa ring, sehingga anak-anak muda kita mempunya infrastrukur sebagai gamers. Membangun infrastrukur yang nyaman. Ini sebuah peluang yang besar, bagi industri game," kata Jokowi.

 

2 of 2

Penelusuran Fakta

Dari penelusuran, Indonesia memang tengah mempercepat pembangunan infrastruktur digital. Namun pembangunan infrastruktur digital ini dibangun untuk menyambut revolusi industri generasi keempat.

Hal ini seperti dikutip dari disitus resmi Kementerian Perindustrian, kemenperin.go.id dengan judul artikel 'Genjot Daya Saing Industri Nasional, RI Percepat Bangun Infrastruktur Digital'.

Indonesia akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital dalam rangka mendukung penerapan revolusi industri generasi keempat sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Langkah ini perlu kolaborasi antara pemerintah dan swasta guna merealisasikannya, terutama mengenai investasi dan teknologi yang akan dikembangkan.

“Bagi industri yang paling penting itu infrastruktur, termasuk infrastruktur digital, karena untuk memacu daya saing agar lebih kompetitif di tingkat global,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peluncuran Telkomsel Innovation Center di Jakarta, Rabu (25/7).

Menurut Menperin, di era digital, aktivitas sektor manufatur tidak lagi sekadar melibatkan mesin dalam proses produksinya. Saat ini, beberapa pabrikan sudah melompat lebih jauh, yakni memadukan dengan internet of things (IoT) atau kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang menjadi ciri dari industri 4.0.

“Oleh karena itu, untuk mendukungnya, diperlukan jaringan internet dengan kecepatan tinggi, teknologi cloud, data center, security management dan infrastruktur broadband,” sebut Airlangga. Menurutnya, Indonesia punya potensi dan peluang yang baik untuk bertransformasi ke arah ekonomi digital tersebut.

“Negara kita ini kaya, punya cloud atau data di atas tanah, yang dikelola oleh Telkomsel. Kita harus bangga, Telkomsel adalah aset nasional, makanya perlu kita jaga untuk menata masa depan lebih baik lagi,” papar Menperin.

Di samping itu, Indonesia adalah bangsa terbesar di ASEAN. Apalagi, saat ini telah masuk dalam 1 trillion dollars club economy. “Selain melalui teknologi, yang bisa membuat kita maju lebih cepat adalah bonus demografi sampai tahun 2030,” imbuhnya.

Menteri Airlangga optimistis, dengan keunggulan tersebut dan menerapkan industri 4.0, Indonesia akan menjadi negara 10 besar dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030. Selanjutnya juga, diyakini, produktivitas akan meningkat hingga dua kali lipat.

“Dari teknologi akan tercipta inovasi dan menghasilkan champion. Ini yang menjadi aspirasi kita dalam meningkatkan produksi, kemampuan ekonomi negara, dan investasi bertambah. Jadi, kami terus pacu agar pertumbuhan industri bisa melebihi 1-2 persen daripada ekonomi,” paparnya.

Adapun lima sektor industri manufaktur yang tengah dipacu sebagai pionir penerapan revolusi industri keempat di dalam negeri sesuai Making Indonesia 4.0, yakni industri otomotif, elektronika, kimia, tekstil dan pakaian, serta makanan dan minuman.”Kita punya 84 sektor industri, kita sudah pilih lima, supaya fokus untuk implementasi ekonomi digital,” jelas Airlangga.

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada Telkomsel yang memperkuat keseriusannya dalam mengembangkan Internet of Things (IoT) dengan meluncurkan program Telkomsel Innovation Center (TINC). “Sebab, hal ini sejalan dengan Making Indonesia 4.0,” tegas Airlangga.

Program TINC akan merangkum berbagai kegiatan dalam membentuk ekosistem IoT Indonesia. Di antaranya, penyediaan laboratorium IoT, program mentoring dan bootcamp bersama para ahli di bidang IoT, serta networking access bagi para startup, developer, maupun system integrator dengan para pemain industri terkait.

“IoT menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung roadmap Making Indonesia 4.0. Untuk itu, Telkomsel secara konsisten terus meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan untuk menghadapi tren IoT yang sedang berkembang secara global,” kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah.

Menurut Ririek, TINC akan menjadi wadah bagi ratusan inovator di Tanah Air. Selama setahun berjalan, kolaborasi bersama para inovator yang berada di bawah naungan TINC sudah menghasilkan berbagai solusi bisnis berbasis NB-loT (Narrowband Internet of Things).

“loT telah merevolusi gaya hidup serta menggabungkan dunia fisik dengan dunia digital, yang selanjutnya menawarkan sejumlah peluang dan tantangan baru bagi kalangan bisnis, pemerintahan, dan juga konsumen perorangan,” paparnya.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah membangun infrastruktur digital dengan Palapa Ring.

Hal ini sebagaimana yang dikutip dari situs kominfo.go.id dengan judul artikel, 'Bangun Infrastruktur, Kembangkan Potensi Ekonomi Digital'.

Medan, Kominfo - Pemerintah berupaya memastikan perbaikan kualitas layanan publik dapat dirasakan dan dinikmati langsung oleh masyarakat. Hal itu selaras dengan prioritas pembangunan tahun 2019 pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.  

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti menyebut  Palapa Ring sebagai kebijakan afirmatif Pemerintah untuk memudahkan akses internet di setiap pelosok Indonesia. 

"Saat ini Indonesia bagian barat dan tengah sudah 100% dan bagian timur 94,52%," ungkap Niken dalam Dialog Publik di Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan, Sumatera Utara pada Kamis (21/03/2019)..

Menurut Sekjen Kominfo, keberadaan infrastruktur internet cepat diharapkan dapat mendorong inovasi generasi muda khususnya di bidang ekonomi digital.

“Pemerintah ingin mendorong generasi muda berinovasi terutama di bidang digital ekonomi dan perkembangan industri 4.0. Terlebih untuk membantu pengembangkan daerah pesisir timur di Sumatera Utara,” papar Niken Widiastuti. 

Meskipun demikian, Sekjen Niken menyatakan perlunya untuk memperhatikan risiko teknologi dan peningkatan keterampilan generasi muda, 

“Antara lain adanya risiko keamanan teknologi informasi terhadap sistem industri, membutuhkan investasi besar, para pekerja perlu keterampilan yang berbeda, serta kurangnya privacy di zaman modern,” kata Niken Widiastuti.

Semua itu, dalam pandangan Niken menjadi penting karena potensi ekonomi digital yang besar dimiliki oleh Indonesia. “Indonesia diprediksi memiliki nilai ekonomi digital USD 130 Miliar di 2020. Potensi ini harus dimanfaatkan dengan menumbuhkembangkan ekonomi digital di Indonesia melalui berbagai macam inisiatif strategis," ungkapnya.

Oleh karena itu, Pemerintah menurut Sekjen Kominfo memberikan perhatian untuk pengembangan ekonomi digital dengan menargetkan 8 juta UMKM Go Digital, sampai penjual di pasar-pasar rakyat dibukakan toko online.

“Selain itu, kita menargetkan 1 juta petani 8 dan Nelayan Go Online,” terangnya. Program petani dan nelayan go online bertujuan memberikan solusi atas permasalahan di sektor pertanian dan perikanan untuk menunjang pengusahaan petani, nelayan serta kinerja sektor pertanian dan perikanan

 

Lanjutkan Membaca ↓