[Cek Fakta] Penyelundupan Senjata oleh Tenaga Kerja Asing di Indonesia, Benarkah?

Oleh Devira Prastiwi pada 29 Nov 2018, 16:34 WIB
Diperbarui 29 Nov 2018, 16:34 WIB
[Cek Fakta] Pekerja China Perlahan Kuasai Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - Isu serbuan tenaga kerja asing, khususnya dari China, meramaikan jagat maya. Sejumlah unggahan tentang kabar yang belum diketahui kebenarannya itu juga dibagikan di media sosial. 

Salah satunya, diunggah akun Facebook bernama Agniya Nurul Fadhilah. Dalam postingannya, ia menulis soal Indonesia yang sebentar lagi bisa berubah menjadi 'Indochina'.

"*SELANGKAH LAGI INDONESIA BISA BERUBAH MENJADI INDOCHINA*

#NAJIS 2 PERIODE !!

PENYELUDUPAN SENJATA BERKONTAINER DI MOROWALI !

Yth. Bapak Presiden RIJoko Widododi Istana Negara Jakarta

_Assaalamu alaikum warahmatullah_

Ijin kami sampaikan ke hadapan Bapak Presiden perihal laporan/informasi yang sudah kami akurasi secara intens di lapangan, bahwa telah ditemukan senjata api dalam jumlah yang cukup signifikan oleh pekerja Indonesia yang bekerja di PT Indonesia Morowali Industrial Park, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Sebagaimana diketahui, bahwa PT Indonesia Morowali Industrial Park saat ini mempekerjakan kurang lebih 80.000 pekerja, yang 70% pekerjanya berasal dari Tiongkok atau China. Mulai dari tenaga administrasi, bagian sampel, buruh, sampai bagian kebersihan pun di isi oleh pekerja dari Tiongkok yang tergolong pekerja non skill, plus tidak bisa samasekali berbahasa Indonesia.

Bahwa kedatangan pekerja non skill asing itu ke negeri kita, justru kemudian dilatih oleh para pekerja kita. Setelah itu barulah mereka diangkat menjadi mandor/supervisor, sementara para pekerja kita yang melatih mereka tetap dipantek menjadi bawahan dan pekerja kasar/non skill.

Bermula, informasi tsb kami dapat/akses melalui sebaran media sosial di masyarakat, untuk kemudian malam ini juga kami lakukan komunikasi dan investigasi rahasia ke lapangan. Hasilnya, bahwa informasi tsb akurat/valid, langsung dari sumber yang menyaksikan secara langsung bahwa:

*(1)* Sejak tiga bulan lalu di dalam perusahaan ini telah ditemukan satu buah petikemas (kontener) yg penuh berisi senjata. Kejadian ini terlihat tidak disengaja oleh karyawan lokal dan mencurigai kuat bahwa ada banyak petikemas lain yang juga berisi berpucuk-pucuk senjata api.

*(2)*. Melihat situasi dan fakta di lapangan timbul pertanyaan: Apakah hal ada kaitan dengan isu terbongkarnya kasus impor 5.000 pucuk senjata ilegal specktek militer oleh Polri pada tahun lalu dari Cina? Sebab, hingga saat ini tidak diketahui persis sudah berapa banyak kontener senjata api yg sudah diselundupkan masuk kewasan industri tersebut.

*Rekomendasi Saran kami*:

*(1)* Sebaiknya dikirim satu tim intelijen khusus yang dibentuk dan dibawah KSP untuk segera melakukan insvestigasi, karena dari informasi yang kami dapatkan malam ini, telah diketahui/ditemukan bahwa senjata api itu benar adanya dan merupakan buatan RRT.

*(2).* Dugaan investigatif kami, ada mata rantainya dengan skandal terbongkarnya impor senjata ilegal. Kami juga berasumsi/berfikiran bahwa sering terjadi pendekatan penanganan keamanan yang dilakukan Polri akhir-akhir ini justru membuat rakyat semakin tidak percaya dengan pemerintah/memperburuk citra pemerintah ada kaitan dengan penemuan senjata ini.

*(3).* Oleh karena itu menurut pandangan kami, temuan-temuan senjata api di atas bagaimanapun merupakan sumbu terjadinya konflik. Sehingga, apabila hal tersebut tidak diatasi secara tepat, baik, dan strategis oleh Bapak Presiden, dikwatirkan menyulut terjadinya G-30S/PKI 65 jilid 2. Bedanya, dulu PKI membentuk Angkatan Ke-5 dengan rencana mempersenjatai buruh dan tani, tetapi dari fakta investigasi lapangan malam ini, justru yang direkrut dan dipersenjatai dengan spektek senjata militer adalah: diduga dari sekelompok Polisi.

*(4).* Oleh karena itu,dikwatirkan apabila ada agenda terselebung dari elit tertentu yang ingin memaksakan kemauannya kelak dan tidak diikuti sehingga dikwatirkan jangan sampe polri dibenturkan dengan TNI. Sebagai langkah ikhtiar, kami menyarankan agar di bawah komando KSP, sebaiknya di seputar/ lingkungan Istana Presiden dan Kantor Kepresidenan di Jl. Merdeka Utara, secara rahasia dibangun/dipasang perangkat peralatan anti sadap.

Demikian dan terimakasih

Wassalamualikum

Rahman Sabon Nama

Jakarta 14/7-2018

https://inspiratormedia.id/rahman-sabon-ingatkan-presiden-j…

*Surat Terbuka Kepada Kepala KSP Moeldoko*

http://www.cakrawarta.com/surat-terbuka-kepada-kepala-ksp-m…"

Tulisan yang diunggah oleh Agniya Nurul Fadhilah sudah dibagikan sebanyak 7.142 kali dan mendapat tanda suka 1.700. Namun, hanya lima orang memberikan komentar terhadap postingannya. Salah satunya adalah akun bernama Iway Cliper.

"Kakek ku juga pernah bilang suatu hari nanti kita akan perang dgn cina,tapi kita akan kalah,,,waktu itu aku masih kecil tpi tdk paham apa yg d mksd dgn perang d sini,perang politik/ekonomi,,"

Agniya Nurul Fadhilah juga menyertakan foto pria yang diduga asal China terlihat sedang duduk dan di atasnya ada foto senjata. Ia juga menyertakan tulisan dalam foto tersebut.

"Ditemukan senjata api dalam jumlah yang signifikan oleh pekerja Indonesia yang bekerja di PT Indonesia Morowali Industrial Park. Pekerja di sana dikabarkan 70 persen adalah TKA dari China yang tidak bisa apa-apa. Siap siap Indonesia."

 

2 dari 3 halaman

Fakta

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba menelusuri kebenaran dari foto dan isi berita yang tersebar tersebut. Ternyata, narasi dan foto tidak sesuai. Jadi, narasi yang menyertai foto dan tulisannya tersebut tidak tepat.

Dalam website www.turnbackhoax.id, dijelaskan jika foto tersebut merupakan foto lama. 

[Cek Fakta] Pekerja China Perlahan Kuasai Indonesia?

"Post sumber menggunakan foto-foto yang sudah beredar sebelumnya, beberapa diantaranya beredar di 2011. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Disinformasi.

======

SUMBER

(1) Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHH

——

(2) http://bit.ly/2RgmSe0, post oleh akun “Agniya Nurul Fadhilah” (facebook.com/iffah.musyaroffah), sudah dibagikan 7.098 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(3) http://bit.ly/2Qq6w5n, post oleh Page “2019 Ganti Presiden” (facebook.com/GantiPresident2019), sudah dibagikan 5.004 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(4) http://bit.ly/2E3Ty7u, post oleh akun-akun lainnya di Facebook (public posts).

======

NARASI

“*SELANGKAH LAGI INDONESIA BISA BERUBAH MENJADI INDOCHINA*

#NAJIS 2 PERIODE !!

PENYELUDUPAN SENJATA BERKONTAINER DI MOROWALI !…”, selengkapnya di bagian REFERENSI.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

Foto-foto yang sudah beredar sebelumnya digunakan untuk klaim, dipadankan dengan narasi “Sejak tiga bulan lalu di dalam perusahaan ini telah ditemukan satu buah petikemas (kontener) yg penuh berisi senjata”, waktu publikasi foto dan waktu klaim tidak cocok.

——

(2) http://bit.ly/2Sc2M4G, the AK Forum @ 16/5/2011: “Shipping/Transit crate for AKM and AKMS”. Salah satu sumber foto pertama.

——

(3) http://bit.ly/2BBGxzV, Finance Twitter @ 27/5/2011: “Chinese Prisoners Make Money Play Games, Farm Gold”. Salah satu sumber foto kedua.

======

REFERENSI

Narasi selengkapnya oleh post sumber: “*SELANGKAH LAGI INDONESIA BISA BERUBAH MENJADI INDOCHINA*

#NAJIS 2 PERIODE !!

PENYELUDUPAN SENJATA BERKONTAINER DI MOROWALI !

Yth. Bapak Presiden RIJoko Widododi Istana Negara Jakarta

_Assaalamu alaikum warahmatullah_

Ijin kami sampaikan ke hadapan Bapak Presiden perihal laporan/informasi yang sudah kami akurasi secara intens di lapangan, bahwa telah ditemukan senjata api dalam jumlah yang cukup signifikan oleh pekerja Indonesia yang bekerja di PT Indonesia Morowali Industrial Park, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Sebagaimana diketahui, bahwa PT Indonesia Morowali Industrial Park saat ini mempekerjakan kurang lebih 80.000 pekerja, yang 70% pekerjanya berasal dari Tiongkok atau China.Mulai dari tenaga administrasi, bagian sampel, buruh, sampai bagian kebersihan pun di isi oleh pekerja dari Tiongkok yang tergolong pekerja non skill, plus tidak bisa samasekali berbahasa Indonesia.

Bahwa kedatangan pekerja non skill asing itu ke negeri kita, justru kemudian dilatih oleh para pekerja kita. Setelah itu barulah mereka diangkat menjadi mandor/supervisor, sementara para pekerja kita yang melatih mereka tetap dipantek menjadi bawahan dan pekerja kasar/non skill.

Bermula, informasi tsb kami dapat/akses melalui sebaran media sosial di masyarakat, untuk kemudian malam ini juga kami lakukan komunikasi dan investigasi rahasia ke lapangan. Hasilnya, bahwa informasi tsb akurat/valid, langsung dari sumber yang menyaksikan secara langsung bahwa:

*(1)* Sejak tiga bulan lalu di dalam perusahaan ini telah ditemukan satu buah petikemas (kontener) yg penuh berisi senjata. Kejadian ini terlihat tidak disengaja oleh karyawan lokal dan mencurigai kuat bahwa ada banyak petikemas lain yang juga berisi berpucuk-pucuk senjata api.

*(2)*. Melihat situasi dan fakta di lapangan timbul pertanyaan: Apakah hal ada kaitan dengan isu terbongkarnya kasus impor 5.000 pucuk senjata ilegal specktek militer oleh Polri pada tahun lalu dari Cina? Sebab, hingga saat ini tidak diketahui persis sudah berapa banyak kontener senjata api yg sudah diselundupkan masuk kewasan industri tersebut.

*Rekomendasi Saran kami*:

*(1)* Sebaiknya dikirim satu tim intelijen khusus yang dibentuk dan dibawah KSP untuk segera melakukan insvestigasi, karena dari informasi yang kami dapatkan malam ini, telah diketahui/ditemukan bahwa senjata api itu benar adanya dan merupakan buatan RRT.

*(2).* Dugaan investigatif kami, ada mata rantainya dengan skandal terbongkarnya impor senjata ilegal. Kami juga berasumsi/berfikiran bahwa sering terjadi pendekatan penanganan keamanan yang dilakukan Polri akhir-akhir ini justru membuat rakyat semakin tidak percaya dengan pemerintah/memperburuk citra pemerintah ada kaitan dengan penemuan senjata ini.

*(3).* Oleh karena itu menurut pandangan kami, temuan-temuan senjata api di atas bagaimanapun merupakan sumbu terjadinya konflik. Sehingga, apabila hal tersebut tidak diatasi secara tepat, baik, dan strategis oleh Bapak Presiden, dikwatirkan menyulut terjadinya G-30S/PKI 65 jilid 2. Bedanya, dulu PKI membentuk Angkatan Ke-5 dengan rencana mempersenjatai buruh dan tani, tetapi dari fakta investigasi lapangan malam ini, justru yang direkrut dan dipersenjatai dengan spektek senjata militer adalah: diduga dari sekelompok Polisi.

*(4).* Oleh karena itu,dikwatirkan apabila ada agenda terselebung dari elit tertentu yang ingin memaksakan kemauannya kelak dan tidak diikuti sehingga dikwatirkan jangan sampe polri dibenturkan dengan TNI. Sebagai langkah ikhtiar, kami menyarankan agar di bawah komando KSP, sebaiknya di seputar/ lingkungan Istana Presiden dan Kantor Kepresidenan di Jl. Merdeka Utara, secara rahasia dibangun/dipasang perangkat peralatan anti sadap.

Demikian dan terimakasih

Wassalamualikum

Rahman Sabon Nama

Jakarta 14/7-2018"

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Foto tersebut memang benar adanya, tetapi merupakan foto lama. Para pria yang ada dalam foto merupakan tahanan yang dipekerjakan di China. Sedangkan foto senjata juga bukan milik mereka.

Jadi, tidak ada kecocokan antara foto dengan narasi yang menyertainya.

Sementara, istilah Indochina yang dituliskan akun tersebut artinya bukan Indonesia-China.

Seperti dikutip dari Merdeka.com, Indochina adalah negara-negara di semenanjung Asia Tenggara atau Asia Tenggara daratan. Dulu saat bangsa barat masuk ke Asia Tenggara mereka menamakan Indochina karena negara-negara ini terpengaruh budaya China dan India.

Secara sempit negara yang termasuk Indochina adalah negara jajahan Prancis seperti Kamboja, Laos dan Vietnam. Secara luas mengacu kepada geografis kawasan, Thailand dam Myanmar juga bisa masuk karena masih termasuk daratan Asia Tenggara.

Sementara Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura sering disebut kawasan maritim Asia Tenggara sehingga tak digolongkan Indochina. Budaya yang berkembang di sini lebih dominan dipengaruhi Budaya Melayu.

 

Banner Cek Fakta: Salah
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerja sama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓