[Cek Fakta] Hoaks Strategi Pemurtadan Lewat Paduan Suara Gereja

Oleh Stella Maria YN pada 13 Nov 2018, 19:37 WIB
Diperbarui 13 Nov 2018, 19:37 WIB
[Cek Fakta] Hoaks Strategi Pembohongan dan Pemurtadan oleh Gereja
Perbesar
[Cek Fakta] Hoaks Strategi Pembohongan dan Pemurtadan oleh Gereja

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video viral menampilkan aksi sebuah paduan suara yang sedang menyanyikan lagu rohani di gereja. Namun, uniknya para anggota paduan suara itu mengenakan kerudung.

Dengan khidmat, paduan suara itu menyanyikan lagu rohani Day By Day tanpa iringan musik. Pemandangan tak lazim inilah yang membuat video tersebut ramai dibicarakan di media sosial.

Salah satu akun Facebook pengunggah video tersebut, Indonesia News, menuliskan dalam caption bahwa kejadian dalam video itu adalah sebuah bentuk strategi pemurtadan oleh gereja.

"Telah terjadi PEMBOHONGAN PEMURTADAN Strategi Gereja untuk publik. Sengaja memerintahkan pengikutnya memakai kerudung dan pria berkopyah agar kesanya orang Islam sudah banyak yang murtad hati2 .. yang begini sudah menjamur politiknya.. Harap disebarkan agar yg lain waspada..!!!" tulis akun tersebut.

Video itu telah ditayangkan sebanyak 82 ribu kali dan dibagikan sebanyak 4.479 kali pada saat tulisan ini dimuat. Melalui kolom komentar, sebagian besar warganet menunjukkan kemarahannya dan mengecam 'pemurtadan' tersebut.

 

2 dari 4 halaman

Fakta

Melalui penelusuran di mesin pencari, diketahui bahwa kejadian dalam video itu bukanlah upaya pemurtadan seperti yang dituduhkan dalam klaim di atas.

Paduan suara tersebut merupakan paduan suara mahasiswa (PSM) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga yang tampil di perayaan Paskah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sidomukti, Salatiga, Minggu (1/4/2018).

Saat video pertama kali beredar, aksi para mahasiswa tersebut menuai kontroversi. Beberapa pihak mencibir dan menganggap penampilan mahasiswa itu sebagai bentuk toleransi yang salah.

Namun, tak sedikit yang mengapresiasi aksi itu sebagai bukti kerukunan umat beragama yang masih terpelihara di Indonesia. Salah seorang jemaat dalam kebaktian tersebut, Wisnu T Hanggoro sangat mengapresiasi lantunan pujian oleh PSM IAIN Salatiga tersebut.

"Secara pribadi, saya menilai sangat positif kegiatan tersebut. Persembahan pujian itu merupakan contoh toleransi dan persahabatan antarumat yang patut diteladani masyarakat," kata Wisnu seperti dilansir dari Detik.com, Selasa (13/11/2018).

Ia juga menyebutkan bahwa warga jemaat lainnya turut mengapresiasi, selain kualitas lagu yang bagus, penampilan dari mahasiswa itu juga prima. Menurutnya, penampilan dari mahasiswa itu perlu dicarikan sponsor agar dapat tampil di luar.

3 dari 4 halaman

Salatiga, Kota Bertoleransi Tinggi

Pemandangan di tol Bawen-Salatiga. (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Pemandangan di tol Bawen-Salatiga. (Dok Kementerian PUPR)

Aksi kerukunan umat beragama yang ditampilkan oleh PSM IAIN Salatiga ini dianggap menguatkan reputasi Salatiga sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia.

Salatiga masuk dalam lima besar kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia dalam laporan Indeks Kota Toleran 2017 yang dikeluarkan oleh SETARA Insitute dan Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) tahun lalu.

Kota paling toleran lainnya dalam indeks itu adalah Manado, Pematang Siantar, Singkawang, dan Tual. Sedangkan posisi kota dengan tingkat toleransi terendah ditempati oleh DKI Jakarta.

PSM dan Lagu Gereja

Menyanyikan lagu-lagu gereja bukanlah hal yang baru bagi PSM di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam kompetisi paduan suara, baik dalam negeri maupun di luar negeri, umumnya terdapat kategori musica religiosa atau musik yang mengandung tema-tema rohani.

Salah satu contoh dengan prestasi membanggakan ialah saat PSM Perbanas yang berhasil menjadi juara satu dalam kategori musica religiosa di Kompetisi Paduan Suara Internasional ke-8 di Riva Del Garda, Italia pada tahun 2009 meskipun sebagian besar anggotanya beragama Islam.

Lagu Day By Day sendiri merupakan salah satu lagu rohani yang cukup sering dinyanyikan oleh PSM-PSM lainnya. Seperti perguruan tinggi yang juga berbasis agama Islam, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta yang pernah memasukkannya dalam daftar lagu konser pengukuhan anggota baru PSM Gita Savana.

4 dari 4 halaman

Kesimpulan

Video viral yang menampilkan paduan suara berkerudung yang menyanyikan lagu gereja Day by Day bukanlah bentuk pemurtadan seperti yang diklaim beberapa pihak. Mereka bukanlah jemaat gereja yang berpura-pura menggunakan kerudung, melainkan anggota PSM IAIN Salatiga yang diundang untuk tampil di perayaan Paskah GKJ Sidomukti, Salatiga.

Penampilan PSM IAIN Salatiga dalam perayaan Paskah itu merupakan contoh kerukunan umat beragama yang ada di Salatiga yang memiliki reputasi sebagai kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia.

banner Hoax
Perbesar
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Lanjutkan Membaca ↓