[Cek Fakta] Dajal Muncul Saat Kemarau Panjang Melanda Dunia pada 2019-2022?

Oleh Anri Syaiful pada 27 Agu 2018, 20:48 WIB
Banner Cek Fakta - Kemarau Panjang

Liputan6.com, Jakarta - Musim kemarau sedang melanda berbagai wilayah di Tanah Air. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus dan September 2018.

Adapun berdasarkan laporan yang diterima BNPB, daerah paling rawan kekeringan adalah di Jawa, Bali, dan Kepulauan Nusa Tenggara. Bahkan, sebagian daerah di Jawa terdampak kekeringan.

Namun, baru-baru ini, sebuah tautan artikel bertajuk Kemarau Panjang Akan Melanda Dunia 2019 – 2022 yang dilansir situs Islamituindah.us, sedang ramai dibagikan di media sosial.

Artikel itu berisi prediksi bahwa kemarau panjang akan melanda dunia. Diperkirakan, kemarau ekstrem tersebut akan dimulai tahun 2019 hingga 2022. Lalu disebutkan dalam artikel itu, cadangan air dunia saat ini tersisa 3 persen saja.

Screenshot: Cek Fakta - Kemarau Panjang. (Liputan6.com)

Berikut isi lengkap artikel tersebut:

Kemarau Panjang Akan Melanda Dunia 2019 – 2022

Badan Meteorologi dan Geofisika menyatakan bahwa akan terjadi kemarau panjang yang akan melanda dunia. Diperkirakan kemarau panjang tersebut akan dimulai tahun 2019 hingga 2022. Cadangan air dunia saat ini hanya tersisa 3% saja. Lalu apa artinya informasi ini bagi kita?

Artinya adalah keluarnya Dajjal telah sangat dekat. Dan munculnya Imam Mahdi telah berada di tengah-tengah kita, tanpa kita sadari. Ini berarti apa yang disabdakan Rasulullah telah terbukti.

Dalam hadits tentang kisah Tamim Ad-Dari, keluarnya Dajjal di tandai dengan keringnya danau Thabariyyah (Tiberias), keringnya mata air Zughar, dan pohon kurma Baisan tidak berbuah lagi. Dan jika kita mengikuti perkembangan informasi terakhir tentang tiga pertanda tersebut, sudah nyata terjadi.

Sudah dua tahun ini, pohon kurma di Baisan tidak berbuah lagi. Diikuti dengan semakin minusnya mata air Zughar. Dan yang paling mencengangkan adalah surutnya air di danau Tiberias di Israel sudah sangat mengkhawatirkan.

Sedemikian, sehingga pemerintah Israel sibuk mencari sumber air lain. Salah satunya perencanaan penyulingan air laut. Dalam hadits lain dikatakan bahwa Dajjal akan keluar dari sarangnya ditandai setelah terjadi kemarau dan kekeringan selama kurun 3 tahun.

Dan sebagaimana disebutkan di atas, bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika telah memperkirakan kekeringan panjang akan dimulai tahun 2019 hingga 2022.

Jika di antara kita ada yang pernah berhaji dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, maka insya Allah pernah berjumpa dengan “calon Imam Mahdi” di dekat Ka’bah.

Dan hanya orang-orang khusus saja yang mengetahui tanda tandanya. Dan kemunculan Imam Mahdi ini seperti yang pernah di nubuwahkan oleh Rasulullah adalah ditandai wafatnya Raja yang namanya bermakna nama hewan.

Bisa jadi ia adalah Raja Fahd (Fahd: singa). Setelah itu terjadi perselisihan. Dan naik tahta raja yang banyak dosa, kemudian meninggal, kemudian muncul raja yang baik. (Bisa jadi ia adalah Raja Salman). Wallahu a’lam.

Di masa atau setelah masa pemerintahan Raja Salman inilah terjadinya pembai’atan atas Imam Mahdi. Dari pertanda ayat-ayat qauniyah tersebut, kesimpulannya adalah akhir dari fananya dunia ini sudah demikian dekat.

Marilah kita berbuat baik semaksimal mungkin, dan ajaklah setiap berjumpa dimanapun untuk semakin bersungguh sungguh memperbanyak amal akhirat.

Untuk bacaan lanjut boleh dapatkan maklumat di http://astrosymm.com/DROUGHTRAINCYCLES.htm

Sumber: Muhammad Nasri

Informasi serupa dimuat pula di situs www.duniapendidikanonline.com dengan judul Kemarau Panjang Akan Melanda Dunia 2019-2022.

 

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

2 of 4

Artikel Lama Kembali Beredar

Bendungan di Tunisia yang Kering
Tanah di dasar bendungan El-Haouareb mengalami retak-retak akibat kekeringan di dekat Kairouan, sekitar 160 km selatan Tunis, Tunisia, 13 Juli 2017. Wilayah ini mengalami kekeringan parah yang disebabkan oleh kemarau berkepanjangan. (FETHI BELAID/AFP)

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, ternyata artikel seperti itu pernah beredar di tengah masyarakat. Bahkan, BMKG dalam laman resminya memastikan informasi mengenai kemarau panjang tahun 2019-2022 yang telah beredar di masyarakat sebagai hal yang tidak benar alias hoax.

"BMKG tidak pernah menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut. Berita itu hoax dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, serta membohongi masyarakat karena isu tersebut tidak berdasarkan pertimbangan ilmiah yang jelas," tulis Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG, Hary Tirto Djatmiko, Rabu, 30 November 2016.

Cek Fakta - Penjelasan BMKG soal Kemarau Panjang. (Twitter)

Menurut Hary, informasi yang dikatakan meresahkan tersebut sebelumnya beredar dengan turut meramalkan cadangan air dunia tersisa hingga 3% saja. Padahal, sejauh ini, belum pernah ada mekanisme prediksi musim yang dapat memprakirakan hingga lebih dari satu tahun.

"Karena itu, masyarakat diimbau dan diharapkan tidak terpengaruh serta tidak perlu menghiraukan informasi tersebut," ujar Hary.

Terlebih, informasi yang beredar itu telah mengatasnamakan BMKG. Ia pun mengimbau warga agar memperoleh informasi yang valid dan akurat dengan cara menghubungi BMKG langsung ke Call Center 021-6546318, laman resmi BMKG di www.bmkg.go.id, serta akun Twitter resmi @infobmkg.

 

3 of 4

Penegasan BMKG

Kemarau Panjang, Warga Perbatasan Bogor - Bekasi Krisis Air Bersih
Warga mengambil air pada lubang di aliran Sungai Cipamingkis yang kering, Cibarusah, Bekasi, Jabar, Kamis (2/8). Dua bulan tak diguyur hujan menyebabkan warga perbatasan Bogor-Bekasi dilanda kekeringan dan kesulitan air bersih. (Merdeka.com/Arie Basuki)

BMKG pun kembali membantah kabar yang beredar di media sosial jika akan terjadi kemarau panjang mulai dari 2019-2022. Hal ini disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal.

"Enggak (musim kemarau panjang), mungkin karena tekhnologi makin gampang, orang bisa aja dikembangkan (beritanya)," ujar Herizal kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Namun, ia membenarkan bahwa di Indonesia saat ini sebagian besar daerahnya sedang mengalami musim kemarau panjang. Alhasil, cuaca menjadi kurang nyaman.

"Kalau sekarang memang Indonesia sebagian besar daerahnya kemarau, 95 persen (daerah Indonesia) kita sedang kemarau, puncaknya Agustus sampai September," ucapnya.

Meski begitu, diakui Herizal pihaknya sudah membuat pantauan kapan kira-kira kemarau panjang ini akan berakhir. Pihaknya memprediksi, musim hujan baru akan datang hampir di seluruh Indonesia pada Desember 2018.

"Pantauan dari teman-teman, saat ini memang elinol lemah. Tapi elinol lemah ini bukan langsung ekstrem kering, karena elinol sendiri ada tingkatannya. Biasanya memang tidak begitu banyak terpengaruh, namun musim hujan memang jadi terlambat masuk (ke Indonesia)," papar Herizal.

 

4 of 4

Kesimpulan

Dengan adanya penjelasan dari BMKG, berarti artikel bertajuk Kemarau Panjang Akan Melanda Dunia 2019–2022 yang dimuat situs Islamituindah.us dan www.duniapendidikanonline.com adalah salah. Apalagi, artikel tersebut mengatasnamakan BMKG, padahal tidak benar demikian.

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 53 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta@liputan6.com.

(Penelusuran cek fakta ini dibantu reporter News, Devira Prastiwi)

Lanjutkan Membaca ↓