Paul Gascoigne: Aku Tak Pernah Ingin Jadi Pecandu

Oleh Liputan6 pada 25 Mar 2013, 23:00 WIB
Diperbarui 25 Mar 2013, 23:00 WIB
paul_gascoigne_130325b.jpg
Perbesar
Masih ingatkah Anda pada Paul John Gascoigne, atau yang biasa dipanggil Gazza?  

Pensiunan gelandang Timnas Inggris (1988-1998) ini menjadi berita karena kecanduan minuman beralkohol pada tingkat yang amat parah. Gazza pernah menjadi gelandang elegan saat bermain Tottenham Hotspur (1988-1992), Lazio (1992-1995), beberapa klub lain dan Everton (2000-2002).   

Dalam suatu wawancara dengan ITV, Gazza mengungkapkan bagaimana rasa takutnya akan kematian. Gazza kelahiran Dunston, Inggris, 27 Mei 1967 itu bahkan sempat meminta kepada petugas medis untuk tidak membiarkan dirinya mati setelah dibawa ke rumah sakit.

"Saya pergi ke pusat perawatan dan mereka mencoba untuk detoksifikasi, dan mereka tidak bisa. Sehingga mereka kemudian bergegas membawaku ke rumah sakit. Di situlah aku mendapat perawatan serius," ungkapnya seperti ditulis The Sun, Senin (25/3/13).

Ketika itu, ungkap Gazza melanjutkan kisahnya, dirinya benar-benar sudah tak berdaya lagi. Waktu itu kepalanya terkulai lemas dan di sekitar tubuh dan lengannya tergeletak tabung-tabung. Dirinya ketika itu juga mendapatkan suntikan. Saat itu, Gazza hanya bisa mengatakan bahwa jangan biarkan ia mati, karena harus menyirami tanamannya.

Mantan gelandang Spurs dan Lazio itu juga menyatakan tekadnya untuk mengalahkan kecanduannya pada minuman keras.

Gazza tak ingin seperti mantan bintang Manchester United, George Best. Ia ingin lebih baik dari gelandang serang yang menjadi ikon MU 1963-1974 tersebut.

"Tuhan memberkatinya. Dia meninggal dan saya berteman dengan George, tapi aku hanya merasa seperti George. Aku berusaha keras untuk sembuh," ungkapnya.

Gazza mengatakan bahwa dirinya tak pernah menginginkan untuk menjadi pecandu alkohol. Tapi kenyataannya itu terjadi.

"Saya pergi ke sepanjang jalan untuk mendapatkan minuman saya," katanya.

Gazza mengaku kadang terpikir bahwa lebih mudah untuk mendapatkan perawatan saat saat mengalami kecanduan. Tapi setelah melihat kenyataan, semua jadi sangat mengerikan.

Mantan gelandang utama The Three Lions itu sangat bersyukur melihat dukungan orang-orang yang peduli padanya.