PSSI: FIFA Tak Pernah Bicara Sanksi Tragedi Kanjuruhan, Malah Tawarkan Bantuan

Oleh Thomas pada 06 Okt 2022, 19:50 WIB
Diperbarui 06 Okt 2022, 19:59 WIB
Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Suporter memasuki lapangan saat terjadi kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Liputan6.com, Jakarta- Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto mengungkapkan bila FIFA tak pernah berbicara soal sanksi atas Tragedi Kanjuruhan. Malahan PSSI mengaku FIFA siap memberikan dukungan finansial.

Pernyataan ini diungkap Iwan usai mengikuti rapat koordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Pamali dan stakehoder lain guna menyelaraskan peraturan terkait pertandingan sepak bola di Indonesia. Rakor diadakan di Wisma Kemenpora pada Kamis 6 Oktober 2022.

"Presiden FIFA (Gianni Infantino) mendukung penuh Indonesia untuk memulihkan ini. Beliau tidak bicara sanksi sama sekali, bahkan akan mendukung secara tim dan finansial apabila dibutuhkan negara ini untuk memperbaiki infrastruktur di Indonesia," ujar Iwan.

Menurut Iwan, PSSI sudah langsung memberikan laporan kepada FIFA soal Tragedi Kanjuruhan selang sehari setelah malam terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia itu terjadi. "Jadi, sehari setelah kejadian, kami di kesekjenan berkomunikasi aktif dengan FIFA."

"Presiden FIFA bisa berkomunikasi dengan Presiden Jokowi itu setelah presiden FIFA minta direct call ke Presiden Jokowi untuk bilang belasungkawa, memberi dukungannya, beliau bilang melalui kesekjenan kita."

"FIFA mengatakan beberapa tragedi di dunia, seperti Heysel, itu juga menyebabkan sepak bola di negara itu menjadi sangat maju. Beliau [Infantino] mendukung Indonesia memulihkan ini dan beliau tidak bicara soal sanksi. Dia akan mendukung secara tim dan finansial apabila dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur Indonesia," ucap Iwan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Bukan Investigasi

Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Polisi menembakkan gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Menurut Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Sebelumnya Sekjen PSSI Maaike Ira Puspita menuturkan bila tak lama setelah Tragedi Kanjuruhan pihaknya langsung mengirimkan kronologi kejadian kepada FIFA. Respons FIFA saat itu sangat baik meminta PSSI tetap tenang dan fokus membantu korban serta keluarganya.

Ira juga menegaskan bila rencana kedatangan FIFA dan perwakialn Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk memberikan dukungan. FIFA dan AFC datang bukan untuk investigasi.

"Per hari ini, bisa saya sampaikan bahwa FIFA dan AFC akan mengirimkan delegasinya, representasinya, untuk datang ke Indonesia, memberikan dukungan pendampingan. Bukan investigasi. Jadi untuk duduk bersama PSSI untuk mendengarkan secara langsung bagaimana kejadiannya," terang Ira.

"Kemudian memberikan dukungan dan ada salah satu presiden federasi yang akan datang untuk memberikan dukungan. Jadi PSSI ini di tengah posisi yang sulit untuk dihadapi dalam tragedi, tapi kita masih mendapatkan dukungan luar biasa dari induk organisasi kita, dari AFC, dan juga federasi lain."


Audit Stadion

Sementara itu Menpora Zainudin Amali menyatakan pemerintah akan melakukan audit terhadap stadion-stadion yang menjadi markas klub Liga 1, 2 dan 3. Stadion-stadion tersebut akan dicek terutama soal pintu keluar.

"Kita juga menyadari bawah tempat-tempat stadion milik Pemda, Kabupaten, kota Provinsi, sesuai arahan Bapak Presiden khususnya, saat beliau ke stadion Kanjuruhan, akan melakukan audit menyeluruh terhadap stadion-stadion yang digunakan klub dari Liga 1, 2 dan 3. Tapi tentu kami prioritaskan yang telah digunakan. Setelah itu diperluas ke yang belum digunakan," kata Menpora.

"Terutama hal-hal yang sangat serius yakni tentang pintu keluar dan masuk dan tempat-tempat lainnya yang perlu perhatian khusus."

Infografis Pembentukan TGIPF dan Penyidikan Tragedi Kanjuruhan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pembentukan TGIPF dan Penyidikan Tragedi Kanjuruhan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya