Pernah Berganti Nama, Inilah Sejarah Perjalanan Liga Champions UEFA

Oleh Haya Aulia pada 06 Okt 2022, 16:30 WIB
Diperbarui 06 Okt 2022, 16:30 WIB
Logo dan Trofi Liga Champions
Perbesar
Logo dan Trofi Liga Champions. (Bola.com/Dody Iryawan)

Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sering kali mengadakan pertandingan. Bagaimana tidak, para pendukung pasti telah menantikan klub kesayangannya untuk berlaga.

Banyak pertandingan sepak bola yang diadakan, mulai dari kelas nasional hingga internasional. Salah satu turnamen paling bergengsi di dunia adalah Liga Champions UEFA.

Liga Champions UEFA adalah ajang sepak bola antarklub oleh Union of European Football Associations (UEFA). Pertandingan ini diikuti oleh klub dengan divisi tertinggi di Eropa.

Selain itu, kompetisi ini hanya diikuti oleh juara liga nasional dari setiap asosiasi nasional anggota UEFA. Pertandingan final dalam Liga Champions adalah acara yang paling banyak disaksikan di seluruh dunia untuk setiap tahunnya.

Tercatat 360 juta penonton telah menyaksikan pertandingan ini pada final musim 2012/2013. Hal ini cukup membuktikan, acara satu ini laris dikonsumsi oleh para pendukung klub favorit yang akan berlaga.

Pada tahun 2015, final Liga Champions digelar pada hari Sabtu di minggu pertama bulan Juni untuk tahun ganjil dan Sabtu di minggu terakhir bulan Mei untuk tahun genap.

Kompetisi ini pertama kali diperkenalkan sejak 1992, dimana turnamen ini menggantikan Piala Champions Eropa atau yang bisa disebut Piala Eropa yang sudah bergulir sejak tahun 1955.

Saat ini Liga Champions 2022/2023 sudah bergulir dan klub-klub terbaik Eropa siap bertanding demi memperebutkan trofi terbesar di benua biru.

Pertandingan ini memulai pekan pertama fase grup sejak 6 September 2022 lalu. Sedangkan, undian penyisihan grup telah dilakukan pada 25 Agustus 2022.

Ingin tahu lebih dalam terkait Liga Champions UEFA? Simak penjelasan lengkap mulai dari sejarah, format hingga hadiah untuk pemenang di halaman berikutnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Sejarah Perjalanan Liga Champions

Sebelumnya sempat disinggung bahwa Liga Champions merupakan kompetisi yang menggantikan Piala Champions Eropa. Awal kemunculan Liga Champions sebenarnya terinspirasi dari South Championship of Champions.

Di samping itu, Wolverhampton Wanderers ikut memberikan gagasan terkait Liga Champions. Kala itu, mereka berhasil keluar sebagai juara pada tahun 1954 dalam laga persahabatan melawan klub asal Eropa lainnya.

Dilandaskan perihal tersebut, jurnalias asal L’Equipe, yaitu Gabriel Hanot dan Jacques Ferran menuangkan ide untuk melahirkan ajang yang lebih baik lagi di benua biru ini.

Namun, pada awalnya kompetisi ini hanya diisi oleh 16 tim yang terpilih langsung dari penyelenggara dengan sistem kandang dan tandang.

Gagasan ini perlahan mulai disampaikan kepada FIFA. Tak perlu menunggu lama, FIFA menanggapi dengan respon positif.

FIFA mengarahkan L’Equipe untuk mengajukan ide tersebut ke UEFA. Setuju dengan usulan ini, UEFA bergegas menyampaikan ide ke seluruh klub untuk dapat berpartisipasi.

Telah mengantongi izin dari FIFA, UEFA secara resmi ditunjuk sebagai penyelenggara. Pada tahun 1992, UEFA mengganti kompetisi Piala Eropa menjadi Liga Champions.


Format Terbaru

Real Madrid vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions
Perbesar
Bek Real Madrid David Alaba berebut bola dengan gelandang Shakhtar Donetsk Artem Bondarenko dalam matchday ketiga Grup F Liga Champions 2022/2023 di Santiago Bernabeu, Kamis dini hari WIB (6/10/2022). Tiga gol Madrid yang tercipta dalam laga ini seluruhnya tercipta di babak pertama. (AP Photo/Bernat Armangue)

Sejak berubah menjadi Liga Champions, banyak aturan dan format yang diganti pada musim 1992/1993. Mulai saat itulah, kompetisi ini dibagi ke dalam babak kompetisi grup dan empat babak final dengan sistem gugur.

Pada musim 1955/1956, kejuaraan ini mulai menggunakan sistem gugur dua leg. Dimana setiap tim bermain untuk dua pertandingan, yaitu satu tandang dan satu kandang. Namun, hal ini tidak berlaku untuk pertandingan final yang menjadi pertandingan tunggal yang diselenggarakan di sebuah tempat yang telah ditentukan langsung oleh UEFA.

Peroleh skor yang didapatkan dari pertandingan menentukan tim untuk maju ke babak selanjutnya atau tidak. Tim dengan skor rata-rata tertinggi dapat melangkah ke babak berikutnya.

Saat ini Real Madrid masih menjadi juara bertahan dan bergabung ke dalam grup F bersama Shakhtar Donetsk, Celtic dan RB Leipzig.

Perjalanan Los Blancos sangatlah mulus, karena mereka tak dapat dikalahkan sejak pekan pertama hingga sanggup memperkuat di puncak klasemen.


Hadiah Penghargaan

Liga Champions
Perbesar
Ilustrasi Logo dan trofi Liga Champions. (AFP/Valery Hache)

Sebuah penghargaan yang didapatkan tentu saja menjadi bentuk apresiasi bagi sang juara. Pasalnya, mereka telah berpartisipasi dan memberikan performa terbaik selama kompetisi berlangsung.

Setiap tahunnya klub yang berhasil keluar sebagai pemenang akan mendapatkan European Champion Clubs Cup.

Selain itu, tim yang memenangkan Liga Champions selama tiga tahun berturut turut atau meraih lima kali kemenangan berhak mempertahakan penuh replika ukuran trofi.

Trofi Liga Champions berbahan dasar perak dengan berat 11 kg dan tinggi 74 cm. Hadiah penghargaan ini dirancang khusus oleh Jorg Stadelmann.

Adapun 6 klub yang sanggup meraih kehormatan, diantaranya Real Madrid, Ajax, Bayern Munich, Milan, Liverpool dan Barcelona.

Real Madrid telah memenangkan turnamen ini sebanyak 14 kali. Kemudian, disusul oleh AC Milan (7 kali juara), Liverpool dan Bayern Munich (6 kali juara), Barcelona (5 kali juara), Ajax (4 kali juara), Manchester United dan Inter Milan (3 kali juara).

Infografis final Liga Champions
Perbesar
Infografis final Liga Champions. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya