Kenang Korban Tragedi Kanjuruhan Malang, UEFA Gelar Mengheningkan Cipta di Liga Champions

Oleh Harley Ikhsan pada 04 Okt 2022, 21:02 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 21:02 WIB
Foto: Real Madrid dan Klub Besar Eropa Lainnya Ikut Berduka atas Tragedi Kanjuruhan
Perbesar
Sejumlah pemain Real Madrid memberikan penghormatan terakhir untuk para korban tragedi Kanjuruhan dengan melakukan minute of silence atau mengheningkan cipta dalam laga pekan ketujuh La Liga Spanyol, Senin (3/10/2022). (AFP/Javier Soriano)

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) akan melangsungkan upacara mengheningkan cipta sebelum pertandingan kompetisi antarklub yang berlangsung tengah pekan ini.

Laga Liga Champions, Liga Europa, Liga Conference, dan play-off Piala Dunia Wanita dimulai dengan mengheningkan cipta untuk menghormati ratusan korban yang meninggal dari tragedi Kanjuruhan Malang.

"UEFA hari ini mengumumkan upacara mengheningkan cipta akan diadakan sebelum kick-off untuk mengenang para korban peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan di Indonesia," tulis keterangan resmi.

Sebelum ini, liga dan klub Eropa menyampaikan duka cita atas tragedi Kanjuruhan. Bentuk simpati diberikan mulai dari ban hitam hingga mengheningkan cipta sebelum pertandingan.

Liga Belanda, Spanyol mengheningkan cipta sebelum kick-off. Sementara itu pemain-pemain Liga Premier Inggris mengenakan ban hitam di lengan untuk menghormati para korban.

Tragedi Arema akhir pekan lalu menyita perhatian seluruh dunia. Insiden ini menjadi musibah sepak bola terburuk kedua dalam sejarah karena menewaskan lebih dari 100 orang.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Jumlah Korban Jiwa Bertambah

Foto: Tanda Duka Timnas Indonesia untuk Tragedi Kanjuruhan di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023
Perbesar
Sebelum dimulainya laga, kedua tim melakukan 'minute of silence' atau mengheningkan cipta. Pertandingan tersebut juga tak dihadiri oleh penonton untuk menghormati korban tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Data terbaru menunjukkan 131 jiwa melayang akibat peristiwa ini. Faktor utama yang mengakibatkan tragedi Kanjuruhan memakan banyak korban adalah gas air mata.

Rata-rata penyebab kematian korban Tragedi Kanjuruhan adalah trauma di bagian kepala dan dada karena benturan yang disebabkan setelah terinjak, terjatuh, atau berdesakan.

“Hari ini ada tambahan enam korban meninggal dunia, dari 125 orang menjadi 131 orang,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Kabupaten Malang, Selasa (4/10/2022).

“Kepada semua korban yang dirawat di rumah sakit maupun sedang rawat jalan, semoga segera disembuhkan dan kembali beraktivitas,” kata Khofifah.

 


Belum Didata

Foto: Tangisan Pemain dan Ofisial Tim Arema FC Pecah Ketika Menginjakkan Kaki di Stadion Kanjuruhan
Perbesar
Pelatih Arema FC, Javier Roca melakukan tabur bunga di Tugu Singa Stadion Kanjuruhan. (AFP/Juni Kriswanto)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wijanto Wijoyo membenarkan ada penambahan enam orang yang meninggal dunia itu. Namun, korban meninggal dunia tersebut bukan pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

"Benar, ada penambahan. Tapi ini bukan penambahan korban meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit," katanya.

Data enam orang korban meninggal dunia baru ditambahkan karena pada saat terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan, korban langsung dibawa pulang sebelum dilakukan pendataan.

"Korban langsung dibawa pulang saat itu. Penambahan data ini dengan kerja keras dan pengecekan di lapangan, dan memang benar ada tambahan enam orang. Tapi, sekali lagi, ini bukan yang meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit," jelasnya.

Infografis Tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya