Buntut Tragedi Kanjuruhan, FIFA dan AFC Bakal Sambangi Indonesia

Oleh Marco Tampubolon pada 04 Okt 2022, 16:15 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 19:04 WIB
Foto: Nasib Malang Sepak Bola Indonesia, 127 Orang Kehilangan Nyawa di Stadion Kanjuruhan
Perbesar
Tragedi memilukan kembali mewarnai sepak bola tanah air. Kerusuhan hingga menelan korban jiwa terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Liputan6.com, Jakarta Dua otoritas sepak bola internasional, yakni FIFA dan AFC bakal menyambangi Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan. Anggota Komite Exco PSSI, Ahmad Riyadh, dalam jumpa pers yang berlangsung di Malang, Selasa (4/10/2022) berharap, kedua institusi itu bisa melihat bahwa peristiwa yang menelan korban 125 orang tersebut hanyalah ulah oknum saja.

"AFC dan FIFA akan ada kunjungan, semoga AFC dan FIFA mendukung langkah-langkah yang sudah dilakukan dan PSSI sudah terus berkoordinasi," kata Ahmad Riyadh tanpa menjelaskan kapan perwakilan kedua institusi itu bakal menyambangi Indonesia.

Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan menjadi kericuhan sepak bola terburuk dalam sejarah Indonesia. Peristiwa ini bermula saat sejumlah suporter Arema turun ke lapangan untuk mengungkapkan kekecewaan usai laga melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Dalam duel ini, Arema kalah dengan skor 2-3. Sayang kehadiran suporter Singo Edan mendapat perlawanan dari pihak keamanan yang kemudian melepaskan gas air mata.

Penonton yang berada di tribun panik dan berusaha menyelamatkan diri. Sebagian mengalami sesak nafas dan tewas terinjak atau terhimpit saat berdesakan di depan pintu.

Banyak pihak kemudian menyoroti keputusan polisi melepas gas air mata ke arah suporter. Sebab menurut aturan FIFA langkah tersebut justru jelas-jelas dilarang.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Ulah Oknum

Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Polisi dan tentara berdiri di tengah asap gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Menanggapi hal ini, Riyadh menyampaikan kalau sosialiasi mengeni hal ini sebenarnya sudah dilakukan. Hanya saja, Polisi sebagai petugas keamanan menurutnya juga memiliki SOP dalam penanganan kerumunan.

"Inilah yang juga akan dibenahi ke depannya. Liga 1 juga dihentikan untuk membenahi hal-hal seperti ini," beber Ahmad Riyadh.

"Ini juga termasuk yang dirumuskan oleh tim PSSI dan Mabes Polri untuk ke depannya."

Ahmad Riyahd tidak membahas terlalu jauh prosedur penggunaan gas air mata oleh polisi. Hanya saja, dia berharap FIFA bisa melihat bahwa kelalaian yang menyebabkan terjadinya tragedi Kanjuruhan, hanyalah ulah oknum tertentu dan bukan sistematis.

"Ini bukan kebijakan pemerintah, tapi hanya ulah oknum jadi bukan kelalaian pemerintah. Semoga FIFA bisa melihat ini. Saat ini, Mabes Polri juga sudah langsung turun tangan," beber Ahmad Riyadh.


Hukuman Arema FC

Foto: Tangisan Pemain dan Ofisial Tim Arema FC Pecah Ketika Menginjakkan Kaki di Stadion Kanjuruhan
Perbesar
Pelatih Arema FC, Javier Roca melakukan tabur bunga di Tugu Singa Stadion Kanjuruhan. (AFP/Juni Kriswanto)

Pada kesempatan yang sama, Komdis PSSI akhirnya resmi menjatuhkan hukuman kepada Arema FC. Tim berjuluk Singo Edan itu dilarang menjadi tuan rumah pertandingan Liga 1 di sisa musim 2022/23. Selain itu, Arema juga didedan sebesar Rp 250 juta. 

"Arema FC nantinya harus bermain jauh dari Malang dan tanpa penonton serta denda Rp250 juta. Pengulangan terhadap pelanggaran di atas akan dijatuhkan hukuman yang lebih berat," kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Erwin Tobing pada konferensi pers, Selasa (4/10/2022).

PSSI juga menjatuhkan sanksi terhadap Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris dan Koordinator Security Officer Arema FC Suko Sutrisno. Keduanya dilarang terlibat di sepak bola seumur hidup.

 


Tidak Masuk ke Ranah Pidana

Erwin Tobing menjelaskan, pihaknya hanya bisa bertindak terkait pelaksanaan pertandingan. Untuk kesalahan-kesalahan lain, pihak berwenang lainnya yang bakal menjatuhkan hukuman.

Termasuk kemungkinan hukuman pidana karena lebih dari 100 jiwa melayang dari tragedi Arema yang terjadi Sabtu (1/10/2022) tersebut.

"Keputusan berdasar sidang Kombis ini diharapkan menjadi bahan evaluasi kita semua, terutama untuk panpel-panpel lain," tegas Erwin Tobing.

 

Infografis Ragam Tanggapan Tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Ragam Tanggapan Tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya