Imbas Tragedi Kanjuruhan, Liga 2 Juga Ditunda

Oleh Thomas pada 03 Okt 2022, 20:24 WIB
Diperbarui 03 Okt 2022, 20:27 WIB
Ilustrasi Sepak Bola
Perbesar
Ilustrasi sepak bola (Abdillah/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta- Tak cuma kompetisi Liga 2022/2023, Liga 2 2022/2023 juga harus ditunda sementara menyusul Tragedi Kanjuruhan pada laga Arema vs Persebaya Surabaya pada Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.

Dalam pengumuman resminya pada Senin (3/10/2022), PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan Liga 2 musim 2022/2023 akan ditunda selama dua pekan. Kelanjutan Liga 2 nantinya akan menunggu perkembangan dari pemerintah Indonesia dan PSSI.

Keputusan penundaan ini merujuk pada Rapat Koordinasi tanggal 2 Oktober 2022 di Pendopo Kantor Bupati Malang yang dipimpin oleh Menko PMK dan dihadiri oleh Menpora, Kapolri, Gubernur Jawa Timur, Anggota Komisi X DPR RI, Kapolda Jawa Timur, Pangdam Brawijaya dan seluruh unsur terkait yang menangani tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Selanjutnya PT. LIB akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi kepada Klub peserta Liga 2 2022/2023 dan segala perkembangan akan diinformasikan pada kesempatan pertama.

Keputusan penundaan ini mengikuti Liga 1 yang sejak Minggu sudah dipastikan ditunda. Liga 1 awalnya hanya ditunda selama seminggu, namun kemudian ketua umum PSSI Mochammad Iriawan menyatakan penundaan hingga batas waktu tak ditentukan.

PSSI bersama beberapa instansi pemerintah saat ini sedang sibuk melakukan evaluasi dan penyelidikan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 125 orang.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tim Khusus

Kapolri
Perbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat melihat kondisi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). (Merdeka.com)

Pemerintah Indonesia sendiri memutuskan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan. Ada satu mantan pesepak bola yang dilibatkan yakni Kurniawan Dwi Yulianto.

Pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) diumumkan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. TGIPF Tragedi Kanjuruhan akan dipimpin langsung oleh Mahfud.

Mahfud menyatakan Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah menyetujui pembentukan tim mengusut tragedi memilukan usai pertandingan antara sepak bola Liga 1 Arema FC vs Persebaya Surabaya.

"Sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden dan disetujui," ujar Mahfud Md dalam jumpa pers virtual, Senin (3/10/2022).

TGIPF beranggotakan 10 orang dari beragam profesi. Wakil ketua diduduki oleh Menpora Zainuddin Amali. Sekretaris diisi mantan Jampidum yang juga mantan Deputi III Kemenko Polhukam Nur Rochmad.

Selain Kurniawan, anggota tim dihuni pengamat sepak bola Akmal Marhali, akademisi Rhenald Kasali, jurnalis olahraga Anton Sanjoyo hingga Mantan pengurus PSSI Nugroho Setiawan.


Daftar Anggota

1. Rhenald Kasali (Akademisi/UI)

2. Sumaryanto (Rektor UNY)

3. Akmal Marhali (Pengamat Olahraga/Koordinator Save Our Soccer)

4. Anton Sanjoyo (Jurnalis Olahraga-Harian Kompas)

5. Nugroho Setiawan (Mantan pengurus PSSI dengan Lisensi FIFA)

6. Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (mantan kepala BNPB)

7. Mayjen TNI (Purn) Suwarno (Wakil Ketum 1 KONI)

8. Irjen Pol (Purn) Sri Handayani (Mantan Wakapolda Kalimantan Barat)

9. Laode M Syarif (Kemitraan)

10. Kurniawan Dwi Yulianto (mantan tim nasional sepak bola).

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya