Tragedi Arema vs Persebaya, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

Oleh Thomas pada 02 Okt 2022, 11:05 WIB
Diperbarui 02 Okt 2022, 11:25 WIB
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers terkait tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang
Perbesar
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers terkait tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta- Tragedi memilukan di pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya membuat prihatin Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Jokowi memerintahkan evaluasi penyelidikan menyeluruh.

Pada 1 Oktober 2022 malam, Indonesia dikagetkan dengan kabar memilukan dari Malang. 129 orang tewas setelah pertandingan besar antara Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

Korban tewas merupakan suporter Arema dan dua petugas kepolisian. Mayoritas korban meninggal akibat berdesakan mencoba keluar dari stadion setelah gas air mata ditembakkan untuk membubarkan oknum suporter Arema yang menyerbu ke lapangan.

Saking parahnya tragedi di Kanjuruhan, Jokowi langsung menggelar jumpa pers pada Minggu (2/10/2022) siang WIB. Jokowi menyampaikan ucapan duka cita kepada para korban. Jokowi juga meminta korban tragedi Kanjuruhan yang terluka mendapat perawatan terbaik

"Saya menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan Malang. Saya sudah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur memonitor layanan medis bagi korban yang sedang di rawat di Rumah Sakit agar mendapat layangan terbaik," kata Jokowi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Liga 1 Dihentikan

Foto: Nasib Malang Sepak Bola Indonesia, 127 Orang Kehilangan Nyawa di Stadion Kanjuruhan
Perbesar
Kericuhan tak terelakkan di stadion yang menjadi markas Arema FC itu. Aremania turun ke lapangan setelah tim kesayangan mereka kalah dari rival bebuyutannya. (AP/Yudha Prabowo)

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terkait pertandingan sepak bola di Indonesia. PSSI, Menpora dan Kapolri diminta duduk bersama membahas masalah ini. Jokowi pun meminta Kapolri mengusut tuntas tragedi Kanjuruan.

"Juga memperintahkan Menpora, Kapolri dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan mengevaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola dan prosedur pengamanan penyelenggaraannya. Khusus kepada Kapolri saya juga minta untuk melaukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini."

Adapun mengenai kelanjutan kompetisi sepak bola di Indonesia, Jokowi dengan tegas meminta PSSI menghentikan sementara kompetisi. Liga baru bisa dilanjutkan setelah evaluasi prosedur pengamanan di lakukan.

"Saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan selesai dilakukan. Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan berharap tragedi terakhir di sepak bola tanah air. Jangan ada lagi tragedi seperti ini di masa mendatang," imbuh Jokowi.


PSSI

PSSI dan PT LIB sendiri beberapa jam sebelumnya sudah memutuskan menghentikan sementara Liga 1 selama satu pekan. Dengan demikian big match antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta juga tidak jadi digelar.

Sebenarnya Persib akan menjamu Persija pada Minggu 2 Oktober 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

"Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan). Ini dilakukan untuk menghormati semua pihak, sambil menunggu proses investigasi dari PSSI," kata Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita dalam siaran persnya di Jakarta.

LIB menyesalkan peristiwa memilukan di Stadi


Klasemen

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya