15 Pemain Timnas Putri Spanyol Mundur, Persiapan Piala Dunia Putri 2023 Terganggu

Oleh Yo Kavya pada 26 Sep 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 11:00 WIB
Foto: Cantiknya Alexia Putellas Peraih Ballon d'Or 2021, Tangguh dan Tetap Anggun di Lapangan
Perbesar
Selain itu pemain Timnas Spanyol itu juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Wanita UEFA dan Gelandang Terbaik Tahun Ini. (AFP/Philippe Huguen)

Liputan6.com, Jakarta Spanyol sedang terguncang saat ini setelah 15 pemain Timnas Putri memutuskan mundur. Mereka telah mengirim email ke Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), dan menyebut ‘situasi saat ini’ mempengaruhi ‘kondisi emosional dan kesehatan’.

Mereka minta tidak dipilih dalam timnas, dan menyatakan tidak senang dengan manajemen tim, terutama dengan pelatih, Jorge Vilda. Para pemain juga menyatakan tidak senang dengan suasana di ruang ganti, sesi latihan yang ada dan pemilihan tim versi pelatih.

Email para pemain itu berbunyi : "Kami meminta dalam komunikasi kami yang dikirim ke RFEF untuk tidak dipanggil sampai situasi yang mempengaruhi keadaan emosional dan pribadi kami, kinerja kami dan akibatnya, hasil seleksi dan yang dapat menyebabkan cedera yang tidak diinginkan dibalik."

Timnas Putri Spanyol dihuni sederet bintang top. Salah satunya adalah Alexia Putellas, pemenang Ballon d’Or tahun lalu dan pemain terbaik Eropa 2022, yang merupakan pemain Barcelona.

Perpecahan di dalam skuad asuhan Vilda mulai terjadi bulan lalu. Persoalan muncul setelah ada tuduhan sang pelatih melakukan pelecehan secara verbal.

Federasi sendiri membela sang pelatih yang sudah menukangi Timnas Putri Spanyol sejak 2015 lalu, menggantikan pendahulunya Ignacio Quereda. Kontrak Vilda berdurasi hingga 2024.

Bahkan para pemain oleh RFEF dituduh tidak nasionalis, dan akan dicoret dari timnas kecuali mau meminta maaf.

Menolak menghormati panggilan tim nasional diklasifikasikan sebagai “pelanggaran yang sangat serius, dan dapat membawa sanksi dua dan lima tahun diskualifikasi.’

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pernyataan RFEF

FOTO: 7 Pesepakbola Wanita Berparas Cantik di Piala Dunia Wanita FIFA 2019 - Jennifer Hermoso
Perbesar
Jennifer Hermoso. Striker Timnas Spanyol yang kini bermain untuk FC Barcelona ini memiliki kacantikan khas wanita Spanyol pada umumnya. Memiliki tato di kedua tangannya. (AFP/Damien Meyer)

“Federasi tidak akan menerima tekanan apa pun dari pemain mana pun saat mengadopsi tindakan olahraga. Jenis manuver ini jauh dari teladan dan di luar nilai-nilai sepakbola, olahraga, juga berbahaya,” kata pernyataan RFEF.

Vilda sendiri sudah menjadi pelatih timnas Putri Spanyol selama tujuh tahun, tanpa memberikan prestasi yang gemilang. Tim yang diasuhnya terhenti di perempat final Euro 2017 dan di babak 16 besar Piala Dunia Wanita 2019.

Adapun di Euro 2022 ini perjalanan Vilda kembali kandas di perempat final usia kalah dari Inggris.

Meski demikian, ia berhasil meloloskan timnya ke Piala Dunia Wanita 2023 di Selandia Baru dan Australia.

Piala Dunia Putri 2023 itu akan berlangsung di Australia dan Selandia Baru. FIFA mengumumkan turnamen itu akan digelar mulai 20 Juli - 20 Agustus 2023.

Dikutip dari Reuters, playoff antar konfederasi, yang akan menentukan tiga tempat terakhir kualifikasi, akan berlangsung pada 17-23 Februari 2023.

Taman Eden Auckland akan menjadi tuan rumah pembuka Piala Dunia Putri 2023, sedangkan final akan digelar di Stadion Sydney Australia.


Dukungan

Piala Dunia Wanita 2019, Haiyan Wu, Timnas China
Perbesar
Ekspresi bek Timnas China, Haiyan Wu, pada akhir laga kontra Timnas Spanyol Grup B Piala Dunia Wanita di Stadion Oceane, Le Havre, Senin (17/6/2019) malam waktu setempat. (AFP/Loic Venance)

Gerakan 15 pemain timnas Putri Spanyol itu mendapat dukungan dari sang bintang, Alexia Putellas. Dalam suratnya, dikutip dari yahoo.com ia mengatakan para pemain tidak pernah meminta pemecatan pelatih seperti yang disebutkan.

“Kami memahami bahwa tugas kami bukanlah memilih posisi seperti itu, tetapi mengungkapkan secara konstruktif dan jujur ​​apa yang kami anggap dapat meningkatkan kinerja tim.”

“Dengan meminta untuk tidak dipanggil, kami menghukum karir profesional kami, ekonomi kami dan tentu saja upaya berkelanjutan untuk membangun sesuatu yang penting dalam sepak bola wanita.”

Putellas cedera dan tidak dalam pertarungan untuk skuad Spanyol saat ini. Ia juga tidak termasuk pemain yang mengirimkan email ke RFEF.


Buku

Piala Dunia Wanita 2019
Perbesar
Kiper Timnas China, Shimeng Peng, menggagalkan upaya pemain Timnas Spanyol, Lucia Garcia, pada laga Grup B Piala Dunia Wanita 2019 di Stadion Oceane. Le Havre, Senin (17/6/2019) malam waktu setempat. (AFP/Loic Venance)

Pemberontakan lebih dari separuh pemain itu terhadap Vidal, dengan adanya tuduhan pelecehan seksual mengingatkan pada pelatih sebelumnya, Ignacio Quereda yang menjabat selama 27 tahun, dari 1988 hingga 2015.

Sebuah buku yang ditulis oleh jurnalis Danae Boronat pada 2021 lalu mengguncang persepakbolaan Spanyol. Buku berjudul No las llames chicas, llamales futbolistas (Jangan panggil mereka perempuan, panggil mereka pesepak bola), memuat kesaksian dari beberapa pemain top tim nasional.

Mereka menuturkan pelecehan psikologis yang dilakukan oleh Quereda lewat perilaku tidak pantas dan perundungan seksisnya dibiarkan begitu lama.

Kesaksian para pemain sangat memilukan dan semuanya dikumpulkan dalam publikasi, yang menegaskan bahwa Ignacio Quereda melakukan pelecehan itu sembari memberikan arahan.


Pelecehan?

"Saya tidak bisa menghitung berapa kali dia datang dan mengangkat baju saya," kata Marta Corredera, pemain sayap Spanyol yang memperkuat Real Madrid dilansir dari MARCA, 26 Maret 2021.

Mundo Deportivo juga mengabarkan bahwa di dalam buku tersebut terdapat pengakuan dari pemain terkenal seperti Jennifer Hermoso, Vicky Losada, Irene Paredes, Alexia Putellas, Marta Corredera, Aitana Bonmatí Y Nahikari García

Ignacio Quereda dipecat dari jabatannya pada Oktober 2015, ketika anggota tim mengadu ke Federasi, setelah mengirim surat yang berisi kecaman terhadap pelatih.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya