Hujan Ancam MotoGP Jepang 2022, Fabio Quartararo Tidak Lagi Takut Air

Oleh Harley Ikhsan pada 23 Sep 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 23 Sep 2022, 19:10 WIB
Foto: 6 Pembalap yang bertekad Bangkit di Seri MotoGP 2022 Mandalika Indonesia usai Hasil Buruk di Qatar, Marc Marquez Incar Podium ke-100
Perbesar
Pimpinan klasemen MotoGP 2022 Fabio Quartararo yakin bisa bersaing dalam kondisi hujan. (AFP/Karim Jaafar)

Liputan6.com, Motegi - Pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo tidak lagi takut air. Dia yakin bisa meraih hasil terbaik jika MotoGP Jepang 2022 berlangsung dalam cuaca buruk.

Gelaran MotoGP Jepang 2022 sempat terancam kehadiran Topan Nanmadol. Namun, fenomena alam tersebut sudah menjauhi lokasi balapan. Meski begitu, hujan diprediksi tetap turun pada lomba nanti.

Quartararo pun mengaku tidak takut. Sempat mengaku kesulitan di trek bawah, dia kini yakin bisa bersaing menyusul hasil MotoGP Indonesia. Pada balapan di Mandalilka, Quartararo menempati urutan dua di belakang rider KTM Miguel Oliveira.

"Tentu saya lebih suka balapan dalam kondisi kering. Makin keras cengkeraman di sirkuit, semakin baik. Tapi tidak masalah kalau hujan nanti. Lihat hasil Mandalika, saya tidak perlu takut," ungkap Quartararo pada konferensi pers jelang balapan, Kamis (22/9/2022).

Quartararo juga yakin cedera yang dialaminya tidak mengganggu performa pada balapan nanti. Dia percaya diri bisa meraih hasil baik.

"Saya merasa siap. Saya sudah berlatih dan berjalan lanjar. Hanya sedikit lecet maka ada nyeri. Tapi saat di atas motor, saya pikir ini tidak bakal jadi masalah," ungkapnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Keunggulan Terpangkas

Fabio Quartararo
Perbesar
Fabio Quartararo. (AFP)

Quartararo mengalami luka lecet di sekujur tubuh setelah terlibat insiden dengan pembalap Repsol Honda Marc Marquez pada MotoGP Aragon, akhir pekan lalu. Dia pun terjatuh sehingga gagal menyelesaikan lomba.

Itu adalah kegagalan Quartararo menuntaskan balapan untuk kali kedua pada MotoGP 2022 setelah seri Belanda. Kondisi tersebut juga berpotensi menentukan hasil persaingan menjadi juara dunia musim ini.

Quartararo kini cuma unggul 10 poin atas rider Ducati Lenovo Francesco Bagnaia. Padahal dia sempat memimpin 91 nilai.

Bukan cuma itu, keunggulannya dari pembalap Aprilia Aleix Espargaro juga terpangkas. Sosok berkebangsaan Prancis ini kini cuma unggul 17 angka darinya.


Kenangan Bagus di Motegi

Foto: Comeback Berantakan Mark Marquez di MotoGP Aragon 2022 Memakan Dua Korban
Perbesar
Fabio Quartararo. (AP/Jose Breton)

Meski Yamaha tidak berdaya di hadapan Ducati pada musim ini, Quartararo menunjukkan kemampuan bersaing melawan para rider pabrikan asal Italia tersebut. Dia yakin hal sama bakal terlihat di Motegi nanti.

"Kami sudah buktikan bisa kompetitif di tiap trek. Sebelumnya saya kesulitan di Red Bull Ring atau Aragon. Tapi musim ini saya membukukan waktu cepat. Patut disayangkan balapan saya di Aragon berakhir dini," ungkap Quartararo.

"Saya tampil solid pada lawatan ke Motegi. Saya tidak sabar kembali karena punya kenangan bagus," sambung sosok berusia 23 tahun itu.

Pada ajang terakhir di 2019, Quartararo terlibat duel melawan Marquez dan Andrea Dovizioso untuk podium pertama. Dia akhirnya harus puas menempati peringkat tiga.

Infografis MotoGP
Perbesar
Infografis gaji tertinggi para pembalap MotoGP 2022 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya