Kisah Unik di Balik Julukan Klub-Klub Liga Inggris: Ada yang Berawal dari Salah Kaprah

Oleh Haya Aulia pada 22 Sep 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 15:00 WIB
Hasil Liga Inggris Leicester City vs MU
Perbesar
Pemain tengah Manchester United (MU) Christian Eriksen (kiri) melakukan tembakan yang gagal saat bek Leicester City Jonny Evans (kanan) bertahan dalam lanjutan Liga Inggris 2022/2023 pekan ke-5 di King Power Stadium, Jumat (2/9/2022) dini hari WIB. MU menang 1-0 atas Leicester City lewat gol yang dilesakkan Jadon Sancho. (Photo by Geoff Caddick / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Liga Premier Inggris atau Liga Inggris menjadi liga tertinggi pada sistem liga sepak bola di Inggris.

Pertandingan ini menjadi salah satu liga olahraga yang dinanti dan memiliki jumlah penonton terbanyak di dunia. Hal ini terbukti dengan disiarkannya liga Inggris di 212 wilayah yang tersebar ke 643 juta penonton di rumah.

Liga Premier Inggris menerapkan kebijakan promosi dan degradasi dengan English Football League (EFL) untuk 20 klub yang berpartisipasi.

Pertandingan ini biasanya akan dilaksanakan mulai dari bulan Agustus hingga Mei, di mana setiap klub akan bermain dalam 38 pertandingan, dengan 19 pertandingan kandang dan 19 pertandingan tandang.

Adapun 20 klub asal Inggris yang ikut menghiasi Liga Inggris, diantaranya Arsenal, Aston Villa, Bournemouth, Brentford, Brighton & Hove Albion, Chelsea, Crystal Palace, Everton, Fulham, Leeds United, Leicester City, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Newcastle United, Nottingham Forest, Southampton, Tottenham Hotspour, West Ham dan Wolverhampton Wanderers.

Dari sekian banyak klub yang ada, tentu saja mereka memiliki nama julukan yang dapat mendeskripsikan karakternya. Mulai dari logo hingga sejarah pertama kali klub tersebut dibentuk.

Kalian pasti sering mendengar istilah ‘the Reds’, ‘the Blues’, dan ‘the White’, bukan? Ya, itu merupakan nama julukan bagi klub asal Inggris yang berpartisipasi dalam Liga Inggris atau Premier League.

Masih banyak julukan lain bagi 20 klub yang ada, simak penjelasan lengkapnya di halaman selanjutnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


5 Julukan Klub Liga Inggris

Arsenal – the Gunners

Julukan the Gunners yang diberikan kepada Arsenal memiliki asal usul yang membentuk karakter dan identitas yang dimiliki oleh klub ini.

Klub ini didirikan pada tahun 1886, di mana klub dibentuk oleh para pekerja dari pabrik persenjataan, yaitu Royal Arsenal di Woolwich.

Royal Arsenal kala itu memproduksi amunisi, senjata hingga bahan peledak. Hal ini sejalan dengan identitas dari Arsenal, yakni logo yang melambangkan meriam.

Aston Villa – the Villans

Nama the Villans berasal dari kata kedua yang ada pada nama klub Aston Villa. The Villans dipilih sebagai nama julukan karena saat itu Kejuaraan European Cup  (Liga Champions) 1981 didirikan oleh anggota Villa Cross Wesleyan Chapel di Birmingham. Selain itu, nama Aston sendiri diambil dari sebuah daerah yang terdapat di kota Birmingham.

Bournemouth – the Cherries

Klub Bournemouth memiliki nama julukan, yakni the Cherries. Dilansir melalui EN.AS , ada banyak alasan mengapa klub ini dikenal sebagai ‘the Cherries’. Salah satunya merujuk pada motif garis-garis pada jersey klub Bournemouth.

Di samping itu, ada juga yang menilai bahwa nama the Cherries ternyata merujuk pada kebun ceri yang berada di tempat di mana stadion Vitality sebelum dibangun kala itu.

Brentford – the Bees

Logo pada klub Brentford memanglah terlihat seperti lebah. Namun, bukan berarti julukan the Bees merujuk pada sejarah klub yang didirikan oleh peternak lebah.

Berbeda dengan Arsenal yang memiliki sejarah dalam pemilihan logo serta nama julukan dari Royal Arsenal atau pemasok bahan amunisi persenjataan. Ternyata julukan the Bees hanyalah kesalahpahaman yang dibentuk oleh pers lokal di sana.

Pada tahun 1890, para pendukung memberikan sorakan ramai sebagai penyemangat bagi klub ini dengan kalimat “buck up, Bs”, akan tetapi pers lokal malah mengartikan ‘Bs’ dengan ‘Bees’ atau yang diartikan sebagai ‘lebah’. Dari sanalah nama the Bees terbentuk dan tidak diubah.

Brighton & Hove Albion – the Seagulls

Klub Brighton & Hove Albion atau yang akrab disebut Albion, memiliki nama julukan ‘the Seagulls’. Awalnya klub ini dijuluki sebagai ‘the Dolphin’ sebelum akhirnya mengalami perubahan.

Pertandingan Albion melawan Crystal Palace menjadi awal mula perubahan julukan bagi klub satu ini. Pada pertengahan tahun 70-an, terjadi bentrok antara pendukung Crystal Palace dengan klub Albion.

Fans Palace bersorak menyanyikan yel-yel untuk Crystal Palace dengan sebutan “Eagles, Eagles”, yang membuat pendukung klub Brighton & Hove Albion membalas dengan teriakan “Seagulls, Seagulls”.

Nama ‘Seagulls’ sendiri berasal dari burung yang sering terlihat berterbangan di tepi laut kota mereka.

 


Nama Julukan Klub-klub Inggris

Foto: Haaland dan Sederet Transfer Termahal Klub Bundesliga Saat Didatangkan ke Liga Inggris
Perbesar
Meski sudah dibeli pada 2019 lalu, Christian Pulisic masih bertahan di Borussia Dortmund hingga Juni 2019 dengan status pinjaman. Diketahui, ia diboyong oleh Chelsea seharga 64 juta euro. Musim ini, meski tak selalu menjadi pilihan Tomas Tuchel, Pulisic mampu tampil menawan di skuat The Blues. (AFP/Justin Tallis)

Chelsea – The Blues

Julukan the Blues bagi Chelsea sudah akrab di telinga para pendukung klub asal Inggris satu ini. Bagaimana tidak segala perlengkapan atribut Chelsea didominasi dengan warna biru. Sejak tahun 1905 Chelsea didirikan, mereka seakan-akan sudah memperkenalkan bahwa ‘biru’ adalah jati dirinya.

Meskipun demikian, awalnya Chelsea disebut sebagai ‘the Pensioners’. Julukan ini mengacu pada veteran militer dengan pakaian khasnya di Royal Hospital Chelsea.

Namun, manajer Ted Drake menghapuskan nama julukan itu pada tahun 1950-an dan menggantinya dengan nama ‘the Blues’.

Crystal Palace – the Eagles

Crystal Palace dikenal sebagai ‘the Eagles’ saat ini, namun julukan tersebut memiliki cerita di baliknya. Awalnya, Palace dijuluki dengan ‘the Glazier’, sampai pada saatnya klub ini berada di bawah naungan Malcom Allison pada tahun 1973.

Allison mencoba untuk mengubah identitas Palace dan mengambil inspirasi dari klub asal Portugis, yakni Benfica. Klub ini dikenal dengan julukan ‘As Aguias’ yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menjadi ‘the Eagles’.

Everton – the Toffees

Nama julukan bagi klub Everton ternyata memiliki kisah unik dibaliknya. Kata ‘the Toffees’ berasal dari sebuah permen atau makanan manis.

Nama julukan ‘the Toffees’ berangkat dari toko toffee populer di Liverpool dan sudah terkenal selama 100 tahun. Toko ini bernama Ye Ancient Everton Toffee House, yang dikelola oleh Old Ma Bushell.

Ia merupakan satu-satunya ‘the Toffee Lady’ yang menciptakan Toffee Everton. Lokasi persis toko ini berada di dekat Prince Rupert Tower.  Ye Ancient Everton Toffee House banyak melayani para fans dan juga kerap kali membagikan permen atau toffees.

Selain itu, klub Everton terkadang disebut sebagai ‘the Blues’, hal ini dikarenakan jersey yang dimilikinya berwarna biru.

Fulham – the Cottagers

Fulham memiliki beberapa nama julukan, diantaranya ‘the Whites’ dan ‘Lilywhites’. Hal ini sejalan dengan warna dasar jersey klub satu ini yang didominasi dengan warna putih.

Di samping itu, Fulham dikenal juga dengan sebutan ‘the Cottagers’ yang berasal dari nama stadion yang menjadi kandang bagi klub ini, yakni Craven Cottage.

Leeds United – the Whites

Leed United memiliki julukan ‘the Whites’, akan tetapi banyak juga yang menyebutnya dengan sebutan ‘the Peacocks’. Nama tersebut berasal dari nama stadion mereka, yaitu Old Peacock Ground.

Di samping itu, bicara mengenai nama julukan ‘the Whites’, Leeds United benar-benar harus mengapresiasi Don Revie untuk julukan tersebut.

Dilansir melalui EN.AS, Revie terkesan melihat penampilan klub Real Madrid yang didominasi dengan warna putih pada jerseynya. Berangkat dari sanalah, Revie mengubah identitas Leeds untuk meniru raksasa Spanyol kala itu pada awal tahun 60-an.  


Julukan Klub Inggris

Hasil Liga Inggris Leicester City vs MU
Perbesar
Gelandang Manchester United (MU) Christian Eriksen berebut bola dengan pemain tengah Leicester City Harvey Barnes dalam lanjutan Liga Inggris 2022/2023 pekan ke-5 di King Power Stadium, Jumat (2/9/2022) dini hari WIB. MU menang 1-0 atas Leicester City lewat gol yang dilesakkan Jadon Sancho. (AP Photo/Rui Vieira)

Leicester City – the Foxes

Nama julukan ‘the Foxes’ bagi Leicester City ternyata mengacu pada daerah di mana tempat mereka berasal. Pasalnya, di daerah sekitar Leicestershire dianggap sebagai tempat pemburuan rubah dan diketahui menjadi tempat pemburuan tertua di abad ke-17. Maka tak heran jika nama ‘the Foxes’ menjadi sapaan bagi klub Leicester City.

Liverpool – the Reds

Asal muasal julukan bagi klub Liverpool ternyata sedikit sama dengan Chelsea dan Leeds. Dikenal dengan julukan ‘the Reds’, ternyata memiliki arti yang cukup sederhana. Klub ini bertanding di atas lapangan menggunakan seragam berwana serba merah sejak tahun 1960-an. Dari sanalah, julukan ‘the Red’ terbentuk bagi Liverpool.

Manchester City – the (Sky) Blues, the Citizens

Manchester City termasuk ke dalam salah satu klub yang ikut berpartisipasi pada Liga Inggris. Klub ini tentu saja memiliki nama julukan seperti klub lainnya.

Nama julukan ‘the Sky Blue’ atau ‘the Blue’ dilandaskan pada warna dari jersey mereka yang tak pernah berubah sejak tahun 1894.

Selain itu, untuk julukan ‘the Citizens’, diambil dari kata ‘City’ yang kemudian berevolusi menjadi ‘the Citizens’ sebagai nama julukan populer bagi Manchester City.

Manchester United – the Red Devils

Nama julukan yang melekat pada diri Manchester United adalah ‘the Red Devils’. Di balik julukan ‘the Red Devils’, Manchester United berhutang kepada Sir Matt Busby, yang berhasil membawa MU untuk meraih lima gelar pada Liga, dua piala FA, dan Piala Eropa pada tahun 1950-an dan 1960-an.

Selain itu, adapun lambang setan yang menjadi logo pada jersey Manchester United.

Newcastle United – the Magpies

Newcastle United memiliki nama julukan ‘the Magpies’ merujuk pada jersey tim yang digunakan saat bertanding. Sejak tahun 1894, klub ini mengalami perubahan yang tadinya menggunakan atribut serba merah pada saat awal klub ini dibentuk, sekarang telah berubah.

Newcastle United mengubah dengan corak garis hitam dan putih yang menjadi ikon dan identitas klub ini. Warna tersebut juga mengacu pada warna yang ada pada burung murai.


Panggilan Populer Klub Liga Inggris

Chelsea Ditahan Imbang Tottenham Hotspur di Stamford Bridge
Perbesar
Pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min (kanan) berduel memperebutkan bola dengan pemain Chelsea N'Golo Kante pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, 14 Agustus 2022. Pertandingan berakhir imbang 2-2. (AP Photo/Ian Walton)

Nottingham Forest – the Reds

Klub Nottingham Forest memiliki nama julukan ‘the Reds’, namun sayangnya julukan ini tidak begitu terkenal. Awal mula nama julukan ini dibentuk karena pakaian yang digunakan berwarna serba merah.

Di samping itu, mereka juga kerap dikenal dengan sebutan ‘Garibaldis’. Melalui pembentukan klub ini pada tahun 1865, salah satu anggota mereka terinspirasi untuk mengenakan baju merah dari pejuang kemerdekaan di Italia pada abad ke-19, yakni Giuseppe Garibaldi.

Southampton – the Saints

Memiliki nama julukan ‘the Saints’ atau yang dapat diartikan sebagai orang suci mengacu pada asal didirikannya klub satu ini.

Southampton didirikan sebagai tim sepak bola gereja oleh salah satu anggota Asosiasi Pemuda Gereja Inggris, yakni St Mary’s Church of England Young Men’s Association. Julukan ‘the Saints’ bagi Southampton semakin didukung dengan lambang lingkaran cahaya yang menjadi identitasnya saat ini.

Tottenham Hotspur – Spurs, the Lilywhites

Tottenham Hotspur memiliki dua nama julukan, yaitu ‘Spurs’ dan ‘the Lilywhites’. Julukan ‘Spurs’ hanya diambil dari nama pendek mereka, yakni Hotspurs. Sedangkan, untuk nama ‘the Lilywhites’ berasal dari jersey berwana putih yang dipilih oleh mereka.

Namun, julukan ‘the Lilywhites’ tidak begitu akrab untuk Tottenham Hotspurs, karena panggilan ‘Spurs’ lah yang dianggap lebih cocok dengan klub satu ini.

West Ham – the Hammers

West ham dijuluki sebagai ‘the Hammers’ dan ‘the Irons’. Keduanya berhubungan dengan asal muasal klub satu ini.

Pemain West Ham kala itu didominasi oleh pekerja dari Thames Ironworks dan Shipbuilding Company. Hal ini sejalan dengan lambang yang menjadi identitas bagi West Ham, yaitu gambar dua palu.

Wolverhampton Wanderers – Wolves

Klub Wolverhampton Wanderes akrab disapa dengan ‘Wolves’. Sama seperti kasus Spurs kependekan dari Tottenham Hotspur, nama ‘Wolves’ juga berevolusi dari nama lengkap klub satu ini.

Pada tahun 1960-an, lambang serigala pertama kali muncul di jersey Wolverhampton Wanderers. Kemudian, seiring berkembangnya waktu logo klub ini berubah dengan tampilan kepala serigala.

 

Infografis Chelsea vs arsenal
Perbesar
Infografis Chelsea vs arsenal (Liputan6.com/sangaji)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya