Bola Ganjil: Petaka Pemain Pengganti, Dari Harapan Jadi Biang Masalah

Oleh Harley Ikhsan pada 19 Sep 2022, 00:30 WIB
Diperbarui 19 Sep 2022, 00:30 WIB
Foto: 5 Pemain Non-Lokal dengan Gelar Juara Liga Inggris Terbanyak, Semua Mantan Penggawa Manchester United
Perbesar
Ole Gunnar Solskjaer dikenal sebagai salah satu pemain cadangan terbaik. (AFP/Robin Parker)

Liputan6.com, Jakarta - Pemain cadangan tidak boleh berkecil hati meski gagal memulai pertandingan sepak bola. Pasalnya, mereka tetap memiliki peran yang tidak kalah penting dalam usaha meraih kemenangan.

Para pelapis bisa menjadi penentu dalam meraih kemenangan dan mendapat julukan supersub. Mereka bahkan memiliki keuntungan karena sudah menyaksikan jalannya laga. Di sini pemain pengganti bisa melihat kekurangan rival, atau mengeksploitasi lawan yang tenaganya sudah berkurang.

Ole Gunnar Solskjaer merupakan contoh paling klasik. Sosok berkebangsaan Norwegia tersebut menghasilkan 28 gol bagi Manchester United meski berstatus pelapis. Torehan itu masih terbanyak sepanjang sejarah klub.

Dia juga sempat memegang rekor gol terbanyak sebagai pengganti pada era Premier League dengan raihan 17 gol, meski kemudian disalip Jermain Defoe.

Tentu, tidak semua pemain pengganti memberi dampak positif. Ada saja pelapis yang justru memberi petaka bagi tim.

Contoh teranyar hadir pada play-off Liga Champions antara Red Star Belgrade kontra Maccabi Haifa. Milan Pavkov masuk lapangan di menit ke-78 bagi Red Star. Dia lalu membuat gol bunuh diri pada menit akhir laga sehingga Maccabi Haifa menyamakan kedudukan 2-2 dan unggul agregat 5-4.

Mimpi Red Star bersaing dengan klub-klub elite Eropa pun kandas.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Asa Bolivia

Marco Etcheverry
Perbesar
Marco Etcheverry. (AFP/Eugene Garcia)

Marco Etcheverry memberikan dampak serupa di panggung terbesar sepak bola, Piala Dunia. Padahal dia merupakan pemain andalan.

Torehan empat gol Etcheverry pada kualifikasi membantu Bolivia lolos ke turnamen utama di Amerika Serikat mendampingi Brasil. Penampilan mereka di Negeri Paman Sam pun mengakhiri penantian selama 44 tahun.

Sayang Etcheverry terkena cedera sebelum turnamen. Meski begitu, pelatih Xabier Azkargorta tetap membawanya.

Pada laga perdana melawan Jerman, Etcheverry tampil sebagai pengganti pada menit ke-79. Kehadirannya di lini depan diharapkan membantu Bolivia yang tengah tertinggal 0-1. Sayang kehadirannya justru memberi masalah.

Baru empat menit di lapangan, Etcheverry dilanggar Lothar Matthaus. Dia gagal menjaga emosi dan balik menendang lawan.

 


Tak Pernah Tampil Lagi di Piala Dunia

ilustrasi BOLA GANJIL
Perbesar
BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Atas reaksi tersebut, wasit tanpa ampun menganjarnya kartu merah. Etcheverry pun terkena sanksi disiplin sehingga melewatkan dua pertandingan selanjutnya di fase grup.

Mereka tumbang 0-1 dari Jerman. Meski bermain tanpa gol melawan Korea Selatan di partai selanjutnya, ambisi Bolivia melangkah ke babak gugur akhirnya punah setelah dikalahkan Spanyol 1-3 pada partai pamungkas.

Etcheverry tidak pernah tampil di Piala Dunia lagi hingga gantung sepatu tahun 2003.

Infografis 5 Cara Cegah Covid-19 Saat Berolahraga di Gym. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Cara Cegah Covid-19 Saat Berolahraga di Gym. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya