Bola Ganjil: Rekor Buruk Crystal Palace, Gagal Cetak Gol Lewat Cara Termudah

Oleh Harley Ikhsan pada 15 Sep 2022, 00:30 WIB
Diperbarui 15 Sep 2022, 00:30 WIB
FOTO: Inter Milan Sama Kuat Lawan Napoli
Perbesar
Ilustrasi tendangan penalti pada pertandingan sepak bola. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Tendangan penalti bisa dikatakan sebagai cara termudah untuk mencetak gol. Pemain tidak perlu memikirkan lawan dan hanya fokus menghadapi kiper.

Maka tidak heran jika pesepak bola melakukan berbagai cara demi mendapatkan tendangan 12 pas. Termasuk melanggar nilai-nilai sportivitas dengan melakukan diving.

Toh mencetak penalti tidak semudah itu. Tanya saja Crystal Palace. Meski berkali-kali mendapat tendangan penalti, penggawa The Eagles tercatat urung mencatatkan nama di papan skor dalam 154 pertandingan di seluruh kompetisi. Periode kering ini berawal pada 5 Oktober 1946 hingga 11 Maret 1950.

Namun situasi tersebut tidak terjadi sekali. Crystal Palace kembali gagal membuat gol penalti dalam 128 pertandingan pada September 1964-Agustus 1967 dan 119 partai pada Oktober 1967-Februari 1970.

Begitu lama gagal mencetak gol penalti, tidak berlebihan jika kemudian Crystal Palace kembali merasakan anomali.

Saat menjamu Brighton & Hove Albion di Divisi II Liga Inggris, 27 Maret 1989, mereka mendapat empat tendangan 12 pas dari wasit Kelvin Morton. Total Morton menghadiahkan lima penalti di laga tersebut.

Crystal Palace mengambil inisiatif sejak peluit ditiup. The Eagles pun memimpin melalui Ian Wright pada pertengahan babak pertama. Dominasi Palace semakin terlihat Mark Bright dilanggar di area terlarang dan Morton menunjuk titik 12. Bright sendiri menjadi eksekutor dan membawa timnya memimpin 2-0 pada menit ke-38.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Dibantu Wasit?

ilustrasi BOLA GANJIL
Perbesar
BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Crystal Palace semakin percaya diri karena Brighton sudah kehilangan satu pemain sebelum gol kedua tercipta. Morton mengganjar Mike Trusson kartu merah setelah melanggar Eddie McGoldrick. Morton lalu makin meninggalkan jejaknya dalam pertandingan.

Berkali-kali meneror pertahanan lawan, McGoldrick kembali dijegal Dean Wilkins di kotak penalti. Morton kembali menunjuk titik penalti. di menit ke-41

Bright kali ini tidak terlalu yakin. Eksekusinya dimentahkan kiper John Keeley dan bola keluar untuk sepak pojok.

Bola ditendang dari sudut ke kotak penalti dan mencapai Bright, yang lagi-lagi dijatuhkan. Untuk kali ketiga dalam lima menit, wasit memberi penalti.

Pemain Brighton jelas panas. Mereka mengerubungi Morton dan melancarkan protes karena merasa diperlakukan tidak adil. Namun, Morton mengusir seluruh pemain dengan dingin.

Kali ini Wright menjadi algojo. Tendangannya tidak bisa digagalkan Keeley, tapi justru mengenai tiang gawang. Bola muntah jatuh ke Bright yang tinggal berhadapan dengan kiper. Sayang dia tidak bisa mencetak gol.

Babak kedua baru dimulai 10 menit ketika Morton kembali memberi penalti. Kali ini dia menghadiahkan tendangan 12 pas untuk Brighton menyusul kemelut yang melibatkan Jeff Hopkins dan Kevin Bremner.

Kali ini Alan Curbishley sukses menunaikan tugas untuk membantu Brighton memperkecil kedudukan.

 


Kembali Penalti

ilustrasi bola ganjil
Perbesar
bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)

Namun Morton belum berhenti berulah. Pemain Palace melambungkan bola ke area berbahaya dan bek Ian Chapman dinilai menyentuh dengan tangan di menit ke-65.

 Kali ini penggawa The Seagulls sudah capai berdebat. Mereka pasrah melihat John Pemberton mengambil penalti untuk kali pertama selama memperkuat Palace.

Pemberton menunjukkan mengapa dirinya sebelumnya dan di masa depan tidak dipercaya lagi menjadi algojo. Sepakannya jauh melambung ke tribune.

Palace sukses mempertahankan keunggulan 2-1, meski Brighton sempat mendapat kesempatan emas menyamakan kedudukan melalui Curbishley.

Dia sudah berhadapan satu lawan satu dengan Perry Suckling tapi gagal menaklukkan sang kiper.

Laga akhirnya berakhir dengan Morton tercatat sebagai wasit yang paling banyak memberi penalti dalam satu pertandingan sepanjang sejarah Liga Inggris.

Infografis 5 Cara Cegah Covid-19 Saat Berolahraga di Gym. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Cara Cegah Covid-19 Saat Berolahraga di Gym. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya