Keterpurukan MU Jadi Bahan Pelajaran Bos Mercedes di Ajang F1

Oleh Marco Tampubolon pada 16 Agu 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 16 Agu 2022, 07:00 WIB
Foto: Kebangkitan Senyap Lewis Hamilton di Formula 1 2022, Raih Enam Podium Sebelum Libur Musim Panas
Perbesar
Lewis Hamilton berhasil naik podium untuk yang ketiga kalinya saat balapan di negaranya sendiri, Inggris di Sirkuit Silverstone. Ia sukses melewati garis finis di urutan ketiga pada balapan yang diklaim sebagai seri paling seru tahun ini tersebut. (AFP/Justin Tallis)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United atau MU belum juga keluar dari keterpurukan. Sejak ditinggal Sir Alex Ferguson pada tahun 2013 lalu, tim yang dijuluki Setan Merah itu tak kunjung kembali ke jalur yang tepat.

Pelatih-pelatih ternama telah didatangkan ke Old Trafford. Namun belum satupun yang mampu mengembalikan kehebatan MU di era Fergie. Musim lalu, MU bahkan kembali tanpa gelar dan tahun ini gagal tampil di ajang Liga Champions setelah fiinis di posisi keenam klasemen Liga Inggris 2021/22. 

Kehadiran pelatih baru, Erik Ten Hag juga seperti belum memberi banyak perubahan. Asa para pendukung Setan Merah masih tiarap melihat performa tim kesayangannya di awal musim. Bayangkan, dari dua laga yang sudah dilalui di Liga Inggris, MU keok tak berkutik. Di laga perdana, Setan Merah menyerah 1-2 dari Brighton, sementara di laga kedua diberondong 4 gol tanpa balas oleh Brentford.

Kegagalan seperti ini ternyata tidak hanya dialami MU saja. Tim Mercedes yang berlaga di Formula 1 juga sedang berada di jalur yang serupa. Pernah memenangkan tujuh gelar juara dunia secara beruntun, prestasi pembalap tim panah perak tersebut mulai mengalami kemunduran. 

Musim lalu, hegemoni pembalap Mercedes, Lewis Hamilton akhirnya dihentikan oleh Max Verstappen. Pembalap Red Bull itu keluar sebagai juara setelah melewati pertarungan sengit hingga seri terakhir. 

Situasi ini sepertinya berlanjut musim ini. Pemegang 7 gelar juara dunia Hamilton malah terpuruk di posisi keenam, jauh tertinggal dari Verstappen di urutan pertama dengan 258 poin. Sementara pembalap Mercedes lainnya, G Russel sedikit lebih baik dengan menempati urutan keempat.

 

 

 

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Komentar Toto Wolff

Nico Rosberg, Lewis Hamilton, dan Toto Wolff
Perbesar
Bos tim F1 Mercedes, Toto Wolff (tengah), menilai Lewis Hamilton dan Nico Rosberg masih bisa dikejar lawan jika lengah di musim ini. (BBC)

Bos Mercedes, Toto Wolff dalam wawancara dengan Financial Times seperti dilansir Crash.net, berusaha menjelaskan persoalan yang dihadapi timnya. Dia belajar dari kegagalan yang menimpa MU.

"Saya belajar kenapa tim hebat tidak mampu mengulangi kehebatannya," katanya. 

"Tidak ada tim olahraga di jenis olahraga apapun yang memenangkan 8 gelar juara dunia berturut-turut. Ada banyak alasan untuk itu dan yang jadi kuncinya adalah manusia," beber Wolf. 

"Manusia jadi terlena, Anda tidak bergairah seperti sebelumnya," beber Wolf menambahkan.  

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Membunuh F1

Foto: Kebangkitan Senyap Lewis Hamilton di Formula 1 2022, Raih Enam Podium Sebelum Libur Musim Panas
Perbesar
Lewis Hamilton sukses menyabet podium pertama saat Formula 1 GP Bahrain pada 20 Maret 2022. Pebalap asal Inggris tersebut berhasil finis di urutan ketiga di bawah Carlos Sainz dan Charles Leclerc. Kemenangan tersebut juga tak lepas dari dua pebalap Red Bull, Max Verstappen dan Sergio Perez yang mengalami masalah pada mobilnya sehingga gagal finis. (AFP/Mazen Mahdi)

Wolff sebelumnya berhasil membawa Lewis Hamilton merebut enam gelar juara F1. Mercedes kemudian mencatatkan tujuh kemenangan beruntun setelah Nico Rosberg melengkapinya tahun 2016.

Menurut Wolff, bila terus berlanjut, bukan tidak mungkin balapan F1 bakal ditinggalkan penggemar. 

"Kami akan membunuh Formula 1 karena tidak ada yang akan menontonnya lagi,” katanya.

 


Bukan Episode Tersulit

Sementara itu, berbagai masalah sebenarnya tengah membelenggu tim Mercedes pada musim ini. Mulai dari performa mobil Hamilton dan George Russell yang tidak stabil oleh fenomena aerodinamis yang dipengaruhi oleh diberlakukannya peraturan ground effect yang baru untuk tahun ini.

Selain itu, Hamilton juga akan berusia 38 tahun tahun depan. Kontraknya akan berakhir 2023. 

Meski demikian, Wolff sepertinya belum menyerah. "Saya sering mendapat pertanyaan: 'Seberapa sulit itu?' "Saya mengalami begitu banyak periode, begitu banyak episode dalam hidup saya yang saya anggap sulit, bahwa ini tidak pada skala yang sama," ujar pria asal Austria itu menambahkan. 

 

Infografis Jakarta Gelar Balapan Formula E 2022 di Ancol. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Jakarta Gelar Balapan Formula E 2022 di Ancol. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya