Suporter PSS Sleman Tri Fajar Firmansyah Meninggal Dunia, Gibran Rakabuming Raka Turut Berduka

Oleh Fajar Abrori pada 03 Agu 2022, 19:06 WIB
Diperbarui 03 Agu 2022, 20:20 WIB
Gibran Rakabuming Raka Minta Maaf
Perbesar
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta atas terjadinya gesekan dengan suoprter Persis Solo pada Senin kemarin.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Liputan6.com, Solo - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka turut berdukacita atas meninggalnya suporter PSS Sleman Tri Fajar Firmansyah. Putra sulung Presiden Jokowi itu akan segera menghubungi pihak manajemen Persis Solo.

Sementara janji untuk memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang mengalami kerugian akibat kerusuhan juga sudah dipenuhi.

“Mengko (nanti) tak hubungi manajemen. Nanti biar diurus manajemen Persis Solo. Ganti rugi sudah diurus Kevin (Kevin Nugraha, salah satu pemilik saham Persis Solo),” kata dia di Solo, Rabu (3/8/2022).

Gibran sangat menyesalkan adanya korban meninggal dunia akibat gesekan yang melibatkan suporter Persis Solo. Oleh sebab itu, Gibran meminta para pendukung agar tertib dan berkoodinasi dengan pihak kepolisian.

“Makanya itu kalau ada pertandingan di luar kota itu sopan karena rentetannya jadi seperti ini. Ini jadi pelajaran yang berharga,” ucapnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dikeroyok Massa

Meninggal Dunia atau Berduka Cita
Perbesar
Ilustrasi Foto R.I.P atau Beristirahat dengan Damai. (iStockphoto)

Pendukung PSS Sleman Tri Fajar Firmansyah meninggal dunia karena menjadi korban bentrokan antarsuporter di Yogyakarta. Adanya berita duka tersebut, dikabarkan akun PSS Sleman.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar PSS Sleman mengucapkan turut berduka atas berpulangnya saudara kita, Tri Fajar Firmansyah. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis PSS Sleman di akun media sosialnya.

Bentrokan suporter terjadi menjelang laga Persis Solo kontra Dewa United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (25/7/2022). Kerusuhan melibatkan suporter Persis Solo dan warga di Tugu Pal Yogyakarta.

Adanya kericuhan tersebur kemudian itu dilanjutkan dengan dengan aksi sweeping. Nahas, Tri Fajar Firmansyah yang menjadi tukang parkir di Babarsari menjadi korban salah sasaran. Ia dikeroyok sejumlah orang dengan benda tumpul hingga mengalami luka di bagian kepala dan kritis.

Fajar meninggal dunia Selasa (2/8/2022) sekitar pukul 14.00 WIB di RSPAU Hardjolukito. Dia diketahui merupakan suporter PSS Sleman yang tergabung dalam Brigata Curva Sud (BCS).

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Usut Tuntas

Suporter PSS Sleman, Piala Presiden 2017, Brigata Curva Sud
Perbesar
Aksi Brigata Curva Sud saat mendukung PSS Sleman berlaga melawan Persipura Jayapura pada partai pembuka Grup 1 Piala Presiden 2017 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (4/2/2017). PSS Sleman bermain imbang 0-0. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta kepolisian mengusut tuntas kasus kematian Tri Fajar Firmansyah. "Kami sangat prihatin dengan peristiwa yang menimbulkan korban ini dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Sepakbola itu ada salah satunya untuk membangun persatuan, bukan saling menghancurkan," ungkap Kustini dikutip Regional Liputan6.com.

Kustini mengatakan, seluruh suporter adalah saudara, terlepas adanya perbedaan klub yang didukung. Pihaknya berharap tidak ada kejadian serupa di masa mendatang. Kustini juga meminta seluruh pihak untuk saling bersikap dewasa dan tidak mudah terprovokasi.

"Jangan ada korban lagi, saya minta ini yang terakhir, jangan ada lagi. Kita semua adalah saudara yang seharusnya saling mendukung dan menyayangi. Bukan memusuhi," katanya.

Terkait upaya penanganan hukum atas kejadian tersebut, Kustini menyerahkan proses sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas perkara itu.

"Kami berharap untuk seluruh suporter agar sabar menunggu hasil penyelidikan dan tidak melakukan tindakan anarkis, jangan ada tindakan sweeping atau lain sebagainya yang main hakim sendiri. Serahkan pada kepolisian. Saya percaya polisi akan transparan menyelesaikan kasus ini sampai tuntas," katanya.

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya