Pelatih Thailand Buka Suara Usai Imbangi Vietnam dan Singkirkan Indonesia dari Semifinal Piala AFF U-19 2022

Oleh Marco Tampubolon pada 11 Jul 2022, 14:30 WIB
Diperbarui 11 Jul 2022, 15:48 WIB
Timnas Thailand U-19
Perbesar
Pelatih Timnas Thailand U-19, Salvador Valero Garcia, punya alasan khusus sengaja menurunkan tempo permainan pada babak kedua saat melawan Myanmar (4/7/2022). (Instagram/@changusek)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Timnas Thailand, Salvador Valero Garcia, akhirnya angkat bicara usai mengantar pasukannya melaju ke babak semifinal Piala AFF U-19 2022. Gajah Perang lolos usai bermain imbang 1-1 melawan Vietnam.

Hasil ini sekaligus membuat langkah Timnas Indonesia U-19 terhenti di penyisihan Grup A. Meski akhirnya menang 5-1 atas Myanmar di laga terakhir, Garuda Nusantara yang tidak pernah kalah sejak harus angkat koper setelah kalah head to head atas timnas Vietnam dan Thailand.

Aturan ini diberlakukan setelah ketiga negara sama-sama mengantongi 11 poin dari lima pertandingan. Indonesia secara tragis tersingkir karena hanya mampu imbang 0-0 melawan Thailand dan Vietnam.

"Hari ini kami menunjukkan determinasi dan sikap. Di babak pertama kami bertahan dengan baik, tapi ketika kami bisa menguasai bola, kami tidak bisa mendominasi pertandingan," kata Salvador usai laga seperti dilansir dari situs Thailand, Thairath.

"Lalu di babak kedua kami mengubah formasi menjadi 4-4-2 untuk melakukan perubahan. Dan kami hari ini kami harus menghargai determinasi dan sikap permainan kami," beber Salvador menambahkan.

Pertandingan Thailand melawan Vietnam berlangsung di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Minggu (10/7/2022). Dalam duel ini, Thailand sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Kroekphon pada menit ke-71. Vietnam kemudian membalasnya lima menit kemudian melalui Khuat Van Khang. Selepas skor imbang 1-1, laga kemudian berjalan monoton dan minim serangan hingga peluit panjang.

Tidak sedikit pendukung Indonesia yang kecewa dengan hasil ini. Sebagian kalangan bahkan menuding, kedua tim merusak fair play dan mempertahankan hasil imbang 1-1 demi menghindari bertemu tuan rumah Indonesia di babak final. Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong bahkan secara terang-terangan merasa kecewa dengan aturan head to head yang berlaku di Piala AFF U-19 2022.

"Kami tentu saja ingin mengalahkan mereka," ujar Salvador terkait hasil imbang melawan Vietnam.

"Setelah mencetak gol, Vietnam merespons dengan baik dan dengan cepat mampu membalas sehingga kami tidak sempat menata permainan. Tapi hari ini, di akhir pertandingan banyak pemain yang kelelahan karena telah mengeluarkan seluruh energinya. Anda harus menghormati komitmen mereka di lapangan."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Lebih Percaya Diri

Piala AFF U-19: Indonesia vs Thailand
Perbesar
Pemain Timnas Indonesia U-19, Kakang Rudianto berusaha memasukan bola ke gawang Thailand yang dijaga Narongsak Naengwongsa dalam pertandingan babak penyisihan Grup A Piala AFF U-19 yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/7/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Salvador juga mengatakan, hasil seri melawan Vietnam membuat mereka lebih percaya diri menghadapi semifinal Piala AFF U-19 2022. Di laga nanti, Thailand akan bertemu antara Laos dan Malaysia.

"Dulu kami mencoba bermain di ruang kosong antar lini. Tapi itu tidak terlalu efektif. Di laga berikutnya kami akan mendapat pemutihan dan saya yakin itu bisa membuat permainan kami lebih baik lagi."

"Hari ini tim kami menunjukkan semangat yang bagus. Keluar dalam permainan. Berharap para penggemar akan menghargai. Terima kasih atas semua dorongan dan pesannya. Semua orang menunjukkan semangat mereka. sampai mampu mencetak gol untuk tim kuat seperti Vietnam." 


Head to Head Pernah Untungkan Indonesia

Timnas Indonesia, SEA Games 2013
Perbesar
Timnas Indonesia di final SEA Games 2013 (AFP/Ye Aung Thu)

Sementara itu, hasil imbang Thailand melawan Vietman membawa duka bagi timnas Indonesia U-19 yang tidak pernah kalah sepanjang babak penyisihan. Pasukan Shin Tae-yong yang mengemas 11 poin dari 5 pertandingan terpaksa angkat koper karena kalah head to head melawan Vietnam dan Thailand. 

Namun insiden seperti ini bukan kali pertama terjadi di ajang bertaraf Asean. Pada SEA Games 2013 lalu, aturan head to head justru pernah menguntungkan Indonesia. Menariknya, korbannya saat itu adalah tuan rumah Myanmar yang akhirnya gagal lolos setelah kalah 0-1 di laga pamungkas penyisihan grup. 

(Simak berita selengkapnya pada tautan ini).


Italia Pernah Jadi Korban

Apa yang dialami timnas Indonesia U-19 ini pernah dirasakan Italia pada fase grup Euro 2004. Kondisinya juga nyaris mirip dengan yang terjadi Piala AFF U-19 2022. 

Saat itu Italia tersingkir dan tak lolos ke perempat final Euro 2022 karena kalah head to head gol dengan Swedia dan Denmark. Di laga terakhir, Swedia dan Denmark juga cenderung 'main mata'. Mereka saling berbalas gol sehingga unggul head to head gol dibanding Italia.

Italia bermain imbang tanpa gol kala bertemu Denmark dan kemudian 1-1 saat bersua Swedia. Sedangkan pertemuan Swedia dan Denmark yang berlangsung di laga terakhir berkesudahan 2-2.

Dengan demikian klasemen akhir head to head gol adalah Swedia 3, Denmark 2, Italia 1. Gli Azzurri pun harus puas menempati posisi tiga klasemen akhir Grup C. (Simak berita selengkapnya di sini).

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya