Tendangan Mematikan dari Sepatu Usang Toni Kroos di Piala Dunia

Oleh Muhammad Yanto pada 06 Jul 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 12:00 WIB
FOTO: Toni Kroos, Gelandang Tenang Sang Penyelamat Jerman
Perbesar
Kiper Swedia, Robin Olsen, gagal mengamankan tendangan gelandang Jerman, Toni Kroos, pada laga grup F Piala Dunia di Stadion Fisht, Sochi, Sabtu (23/6/2018). Gol injury time dirinya beri kemenangan untuk Jerman. (AP/Michael Probst)

Liputan6.com, Jakarta - Hari ini, empat tahun lalu, Toni Kroos menunjukkan bakat yang tak dimiliki semua pemain di dunia. Kroos mencetak gol indah untuk Jerman pada Piala Dunia 2018 Rusia.

Momen itu terjadi dalam laga kedua Jerman di Grup F. Jerman menghadapi Swedia di Stadion Olimpiade Fisht, Sochi.

Jerman yang berstatus juara bertahan membutuhkan kemenangan setelah di partai pembuka kalah dari Meksiko 0-1.

Namun, pertandingan tak terlihat lebih mudah bagi Jerman karena Swedia mampu membuka keunggulan lewat Ola Toivonen pada menit ke-32.

Pada awal babak kedua, Marco Reus membawa secercah harapan setelah mencatatkan namanya di papan skor, ketika paruh kedua baru berjalan tiga menit.

Pemain Borussia Dortmund itu mencetak gol setelah menyambut umpan Werner dari sisi kiri. Skor 1-1 dan Jerman mekin bersemangat untuk membalikkan keadaan.

Tragis bagi Jerman, mereka kesulitan untuk membobol pertahanan Swedia hingga menit ke-90, sebelum akhirnya keajaiban datang dari kaki Toni Kroos.

Pada menit ke-90+5, Jerman mendapatkan tendangan bebas di sudut kiri kotak penalti Swedia. Sudah ada Kroos dan Reus yang melakukan ancang-ancang.

Kroos menggulingkan bola ke Reus, yang kemudian memberikan bola pantul dalam kotak penalti.

Gelandang Real Madrid itu lalu memberikan penyelesaian yang indah. Tendangannya melengkung ke sudut jauh atas, membuat kiper Swedia Robin Olsen tak kuasa membendungnya.

Stadion pun bergemuruh, tak lama kemudian peluit panjang tanda akhir pertandingan dibunyikan sang pengadil lapangan. Jerman menang dengan skor 2-1 dan memperpanjang nafas mereka di Piala Dunia 2018.


Dipecundangi Shin Tae-yong

Korea Selatan, Jerman, Piala Dunia 2018, Shin Tae-yong
Perbesar
Pemain Jerman, Toni Kroos, tampak kecewa usai ditaklukkan Korea Selatan pada Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Rusia, (27/6/2018). Jerman takluk 0-2 dari Korea Selatan. (AFP/Luis Acosta)

Tapi, Jerman tak bisa menghindar dari takdir gugur di fase grup. Pada laga pamungkas, Jerman dipecundangi Korea Selatan yang kebetulan saat itu ditangani oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Jerman sejatinya mendominasi jalannya pertandingan. Tapi kiper Korsel Cho Hyun-Woo tampil apik di bawah mistar gawang.

Petaka menghampiri Jerman memasuki masa injury time. Kim Young-Gwon mencetak gol pada menit ke-90+3.

Tertinggal satu gol, Jerman mengepung pertahanan Korsel. Namun, hal itu dimanfaatkan pasukan Shin Tae-yong untuk melancarkan serangan balik. Son Heung-Min akhirnya mencetak gol dan membuat Jerman hancur 0-2.

Dengan hasil ini, Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2018. Sebab, Swedia menang 3-0 atas Meksiko.

Jerman pun terbenam di dasar klasemen Grup F dengan tiga poin. Meski punya jumlah poin sama dengan Korsel, Jerman kalah selisih gol.


Sepatu Usang

FOTO: Gol Injury Time Toni Kroos Antar Jerman Bungkam Swedia
Perbesar
Gelandang Jerman, Toni Kroos, merayakan gol ke gawang Swedia pada laga grup F Piala Dunia di Stadion Fisht, Sochi, Sabtu (23/6/2018). Jerman menang 2-1 atas Swedia. (AP/Franck Augstein)

Kembali ke Toni Kroos. Sebuah fakta menarik tersaji usai dia menjadi pahalwan Jerman. Ternyata, sang gelandang masih mengenakan sepatu sepakbola yang sama sejak 2014 silam.

Menurut Sport Bible, Kroos kedapatan masih mengenakan Adidas Adipure 11pro 2013/2014 yang telah dikenakan sejak dirinya bermain untuk Bayern Munchen.

Hebatnya, sepatu tersebut tidak lagi diproduksi oleh perusahaan olahraga asal Jerman. Sedangkan Kroos enggan untuk berganti sepatu meski telah disodori berbagai pilihan terbaru.


Ingin Tinggalkan Real Madrid

FOTO: Toni Kroos, Gelandang Tenang Sang Penyelamat Jerman
Perbesar
Proses terjadinya gol yang dicetak gelandang Jerman, Toni Kroos, ke gawang Swedia pada laga grup F Piala Dunia di Stadion Fisht, Sochi, Sabtu (23/6/2018). Gol injury time dirinya beri kemenangan untuk Jerman. (AP/Frank Augstein)

Di sisi lain, Kroos belakangan ini digosipkan ingin meninggalkan Real Madrid. SER Deportivos melaporkan, pemain 32 tahun tersebut enggan menjadi beban tim seandainya kinerjanya mengalami penurunan performa.

Apalagi, Madrid baru saja mendaratkan Aurelien Tchouameni ke Santiago Bernabeu musim panas ini.

Kroos yang sudah menyumbangkan empat gelar Liga Champions untuk Madrid ingin meninggalkan tim dan membiarkan Tchouameni untuk menggantikan perannya.


Gabung MU?

Foto: 5 Pemain dengan Presentase Passing Tertinggi di Liga Top Eropa pada Musim Ini
Perbesar
Toni Kroos diboyong Real Madrid pada 2014 silam dari Bayern Munchen. Kroos merupakan gelandang yang memiliki keahlian dalam passing pendek, passing jauh, dan shooting jarak jauh. Ia merupakan pemain dengan presentase passing paling tinggi yaitu sebanyak 92%. (AFP/Gabriel Bouys)

Seiring berjalannya waktu, Manchester United disebut berminat untuk menampung Kroos. Kroos dan MU sebenarnya hampir bersatu pada 2014 lalu.

Setahun sebelum meninggalkan Bayern Munich, Setan Merah yang saat itu dilatih David Moyes telah menjalin kesepatakan dengan Kroos.

Namun, transfer urung terjadi lantaran Moyes dipecat dari bangku manajer MU pada April 2014.

"Toni Kroos telah setuju untuk datang ke Manchester United bersama saya," kata Moyes pada 2018, dilansir Mirror.

"Saya bertemu dengannya dan istrinya dan kami menyetujui semuanya ketika dia berada di Bayern Munich," ucapnya.

Trafik kunjungan e-commerce saat Piala Dunia 2018
Perbesar
Trafik kunjungan e-commerce saat Piala Dunia 2018 (Infografis: Shopback)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya