Langkah Timnas Prancis di Piala Dunia, Juara Lagi? Atau Kena "Kutukan" Sang Juara Bertahan?

Oleh Jefry Hutabarat pada 30 Jun 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 30 Jun 2022, 07:00 WIB
Prancis vs Denmark di UEFA Nations League
Perbesar
Pemain depan timnas Prancis Karim Benzema (kiri) berebut bola dengan bek Denmark Joachim Andersen pada laga perdana Grup A UEFA Nations League di Stade de France, Paris, Prancis, Sabtu(4/6/2022) dini hari WIB. Prancis harus rela menelan kekalahan 1-2 dari tamunya Denmark. (Franck FIFE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Prancis merupakan juara bertahan Piala Dunia, setelah tahun 2018 di Rusia, mereka berhasil mengalahkan Krosia di partai puncak. Dengan menyandang predikat juara bertahan, Prancis dijagokan dapat mempertahankan gelarnya tahun ini.

Dengan skuad menterang dari belakang hingga ke depan, agak cukup memalukan jika Prancis gagal melangkah ke fase knockout pada Piala Dunia 2022 Qatar nanti.

Les Blues julukan dari timnas Prancis merupakan pengoleksi gelar terbanyak ketiga bersama Argentina dengan dua gelar juara. Mereka telah memenangkan Piala Dunia dua kali pada 1998 dan 2018. Sementara mereka juga penah menjadi runner-up pada 2006.

Prancis datang ke Piala Dunia melalui kualifikasi yang tidak begitu sulit. Mereka tergabung di Grup D pada Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa bersama Ukraina, Finlandia, Bosnia & Herzegovina, dan Kazakhstan.

Dari delapan pertandingan yang mereka jalani, Les Blues berhasil memenangkan lima diantaranya, sementara sisanya berkahir dengan tiga imbang.

Prancis mengakhiri kualifikasi dengan menempati urutan teratas dan mengoleksi 18 poin. Selama kualifikasi Prancis juga tampil cukup subur. Mereka mencetak 18 gol dan hanya kemasukan tiga gol.

Piala Dunia kali ini menjadi pembuktian bagi Prancis kalau mereka harus bisa mematahkan "juara bertahan" kutukan tersebut. Karena sejak 2002, belum ada tim yang berhasil lolos grup usai menjadi juara di edisi sebelumnya.

Setelah Prancis, ada Italia lalu Spanyol dan Jerman yang juga gagal lolos grup usai menjadi juara Piala Dunia di edisi sebelumnya.

Untuk juara back to back, baru ada Italia dan Brasil yang berhasil melakukan. Sekarang, dengan skuat mentereng apakah Prancis bisa menjadi juara saat Piala Dunia di Qatar nanti?

 


Pemain Bintang

Top Skor Sementara Liga Champions, Serge Gnabry Jadi Pesaing Terdekat Robert Lewandowski
Perbesar
5. Kylian Mbappe (Paris Saint Germain) - Bintang PSG ini baru mencetak lima gol di Liga Champions musim ini. Kesempatan Mbappe meraih gelar top skor telalu sulit lantaran jumlah gol yang terlampau jauh dari Lewandowski di posisi puncak. (AP/Christophe Ena

Jika melihat komposisi grup tersebut, tim besutan Didier Deschamps jelas punya kans besar untuk dapat mempertahankan gelar juara. Salah satu pemain yang akan menjadi bintang dalam tim ini adalah Kylian Mbappe.

Mbappe adalah salah satu dari banyak pemain bintang yang ada di Timnas Prancis. Pemain dengan harga pasar mencapai 160 juta euro atau setara dengan Rp 2,4 trilliun tentunya akan menjadi andalan di lini depan bersama bintang Real Madrid, Karim Benzema.

Duet Mbappe dan Benzema kemungkinan besar akan menjadi andalan. Pasalnya, kedua pemain sedang berada di performa apik mereka. Lihat saja, Benzema yang menjadi aktor keberhasilan Real Madrid juara di La Liga Spanyol dan Liga Champions musim ini.

Apakah Benzema dan Mbappe bisa membawa Prancis berbicara banyak di Piala Dunia kali ini? Atau justru mereka berdua gagal seperti para pendahulu mereka di tahun 2002, saat Prancis hancur lebih di babak penyisihan setelah empat tahun sebelumnya meraih gelar juara.

 


Pelatih

deschamp-131116a.jpg
Perbesar
Didier Deschamps (pelatih Prancis)

Didier Deschamps merupakan pelatih timnas Prancis saat ini. Sang manajer adalah mantan pemain timnas Prancis. Dia pensiun pada 2001 dan jadi manajer Les Bleus sejak 2012. Dia menjadi kapten tim Prancis yang memenangkan Piala Dunia FIFA pada 1998.

AS Monaco menjadi klub pertama yang ditangani oleh Deschamps usai pensiun. Selama 4 tahun di sana, Deschamps membuat AS Monaco menjadi klub yang disegani di Eropa.

Pasalnya, pada musim 2003/2004, AS Monaco berhasil dibawanya ke babak final Liga Champions Eropa meski harus puas meraih runner up, setelah dikalahkan oleh FC Porto.

Deschamps ditunjuk menggantikan posisi Laurent Blanc, yang tak lain adalah rekannya sendiri di timnas Prancis, pada tahun 2012 lalu. Ditunjuk menjadi pelatih timnas Prancis diharapkan membawa negaranya meraih prestasi terbaik dibandingkan sebelumnya.

Tampil bersama timnas Prancis di ajang Piala Dunia 2014, Deschamps hanya mampu membawa Prancis mencapai babak perempatfinal.

Selang 2 tahun kemudian, prestasi Prancis meningkat dengan berhasil meraih babak final Piala Eropa 2016 yang digelar di negaranya sendiri, meski harus puas menempati posisi runner up setelah dikalahkan Portugal.

Puncaknya adalah membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018 yang berhasil diraih.

Membutuhkan waktu 20 tahun untuk bisa mengulangi momen ini menjadi momen yang tak akan pernah terlupakan oleh Deschamps selama berkarier di sepak bola.

Sebelum Piala Dunia 1998, Deschamps sempat diragukan membawa Prancis meraih prestasi lebih baik lagi setelah gagal di Piala Eropa 2016 lalu. Pertanyaaan sekarang, apakah Deschamps mampu membawa Prancis berbicara banyak pada parhelatan kali ini?

Atau justru dia trauma dan merasa de javu karena mengalami hal yang sama saat menjadi pemain saat tahun 2002?

Tunggu beberapa bulan lagi, kita akan mengetahui jawabannya.

 


Jadwal Prancis di Piala Dunia 2022

Latihan Prancis Jelang Hadapi Ukraina
Perbesar
Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamp bercanda dengan Paul Pogba (kanan) dan Fance Aurelien Tchouameni saat sesi latihan di stadion Olimpiade di Kiev, Jumat (3/9/2021). Prancis akan menghadapi Ukraina dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Minggu dinihari, 5 September 2021. (FRANCK FIFE/AFP)

Juara dunia bertahan, Prancis, akan bermain di Piala Dunia ke-16. Piala Dunia Qatar pada tahun ini akan menjadi partisipasi ketujuh berturut-turut dalam kompetisi sejak putaran final pada tahun 1998, ketika negara itu memenangkan gelar pertamanya.

Saat Piala Dunia 2022 Qatar nanti,, Prancis menempati Grup D bersama Australia, Denmark dan Tunisia. Diatas kertas, Prancis mampu mengalahkan ketiga tim tersebut tanpa terkecuali.

Hanya Denmark yang menjadi lawan berat dari Mbappe cs, pasalnya tim Dinamite julukan dari Denmark mempunyai skuat yang cukup mumpuni dan kemungkinan akan menghambat langkah Prancis lebih jauh lagi.

Sementara, Australia dan Tunisia kemungkinan akan menjadi lumbung gol Benzema cs jika melihat dari rangking FIFA serta skuat yang ada. Jika mampu lolos dari grup, maka Prancis akan memutuskan kutukan juara bertahan Piala Dunia.

Berikut ini jadwal pertandingan penyisihan grup mereka:

Selasa, 22 November 2022

Prancis vs Australia

Sabtu, 26 November 2022

Prancis vs Denmark

Rabu, 30 November 2022

Tunisia vs Prancis


Emtek Grup Manjakan Pecinta Bola

Emtek pemegang hak siara Piala Dunia 2022 (Liputan6)
Perbesar
Emtek pemegang hak siara Piala Dunia 2022 (Liputan6)

SCM (Surya Citra Media Tbk.) selaku holding perusahaan di bawah Emtek Grup yang memegang hak siar Piala Dunia 2022 bakal memanjakan pecinta bola di Indonesia dengan berbagai tayangan seru selama perhelatan ajang empat tahunan tersebut di Qatar. Berbagai program sudah disiapkan.

Seperti diketahui, Piala Dunia 2022 akan tayang di berbagai platform milik Emtek Grup. Untuk televisi free to air, Piala Dunia 2022 bisa disaksikan di SCTV, Indosiar, dan O Channel. Kemudian ada juga TV terestrial digital Mentari TV.

Selain menghadirkan tayangan langsung laga Piala Dunia 2022, SCM juga akan menyajikan beberapa ulasan berita seputar gelaran empat tahunan ini. 

Infografis Kasus Pajak Pesepak Bola Dunia
Perbesar
Kasus Pajak Pesepak Bola Dunia
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya