FIFA Ubah Aturan di Piala Dunia, Ketakutan Gareth Southgate di Timnas Inggris Jadi Kenyataan

Oleh Muhammad Yanto pada 27 Jun 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 27 Jun 2022, 09:00 WIB
Jordan Henderson
Perbesar
Gelandang Timnas Inggris, Jordan Henderson, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Ukraina pada laga perempat final Euro 2020, Minggu (4/7/2021) dini hari WIB. (AFP/Alberto Pizzoli)

Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua pelatih senang dengan keputusan FIFA yang mengizinkan setiap tim membawa 26 pemain untuk Piala Dunia 2022. Salah satunya adalah manajer Timnas Inggris Gareth Southgate.

Jelang bergulirnya Piala Dunia Qatar yang berlangsung 21 November hingga 18 Desember, FIFA mengumumkan aturan baru untuk diterapkan.

Dalam pernyatan resminya, Jumat (24/6/2022) FIFA mengumumkan bahwa setiap tim bisa mendaftarkan 26 pemain ke turnamen.

Aturan baru ini dibuat lantaran waktu turnamen yang tidak biasa dan adanya dampak pandemi Covid-19 terhadap tim saat perhelatan Piala Dunia Qatar. Pada edisi-edisi sebelumnya, setiap tim hanya dibolehkan untuk mendapaftar 23 pemain.

"Mengingat kebutuhan untuk mempertahankan fleksibilitas peserta, karena waktu yang tidak biasa dari Piala Dunia FIFA 2022 dalam kalender global, serta konteks yang lebih luas dari efek yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 pada skuad sebelumnya," tulis pernyataan FIFA dikutip dari laman resmi.

Selain itu, setiap timnas bisa mendaftarkan dulu sekitar 55 nama di skuat pre-eliminasi sebelum dipangkas menjadi setengahnya. Pendaftaran pemain akan ditutup 13 November, yang jadi batas terakhir liga-liga di seluruh dunia sebelum ditangguhkan sementara.

Pemain yang diketahui positif terpapar Covid-19 selama turnamen berlangsung akan dikarantina lebih dulu di Doha dan tidak dipulangkan langsung. Pergantian lima pemain juga akan diterapkan di Piala Dunia 2022.


Ketakutan Southgate

Foto: Melempem di Liga Inggris Kane dan Maguire Trengginas di Timnas Inggris
Perbesar
Pasukan Gareth Southgate lolos ke Piala Dunia 2022 dengan rekor tak terkalahkan dalam 10 pertandingan Grup I Kualifikasi Zona Eropa dengan delapan kemenangan dan dua hasil imbang. (AP/Antonio Calanni)

Bagi Southgate, keputusan dapat memilih 26 pemain akan berdampak buruk bagi timnya. Hal itu pernah ia protes sebelumnya saat aturan yang sama diterapkan pada EURO 2020 lalu.

Menurutnya, dengan bertambahnya daftar pemain, akan banyak pula pemain yang mejadi cadangan dan tidak akan bermain. Bagi Southgate hal itu akan sulit bagi skuad The Three Lions.

"Secara pribadi saya tidak ingin memiliki skuad yang terlalu besar. Saya pikir ada keterampilan dalam memilih jumlah 23 pemain," kata Southgate kepada Bein Sport.

"Jadi, saya dapat memahaminya tetapi saya tidak 100 persen yakin dengan keputusan itu. Tapi keputusan itu akan dibuat dan saya menduga itu akan menjadi 26. Tapi saya pikir semua orang harus tersedia untuk semua pertandingan," ujarnya.


Krisis Timnas Inggris

Timnas Inggris Vs Hungaria
Perbesar
Timnas Inggris harus puas bermain imbang 1-1 kontra Hungaria pada laga lanjutan Grup I kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa di Stadion Wembley, Rabu (13/10/2021) dini hari WIB. (AFP/Ben Stansall)

Timnas Inggris dalam kondisi yang mengkhawatirkan jelang Piala Dunia 2022. Inggris gagal meraih kemenangan dalam empat laga EUFA Nations League A 2022/2023. Menelan dua kekalahan dari Hungaria kemudian bermain imbang melawan Jerman dan Italia.

Atas hasil buruk itu, Inggris kini berada di dasar klasemen dengan poin dua. Harry Kane dan kolega juga terancam terdegradasi ke Liga B.

Situasi ini menimbulkan keraguan dari suporter Inggris terhadap Southgate. Apalagi, yang tak bisa diterima pendukung, adalah kekalahan empat gol tanpa balas dari Hungaria. Itu merupakan kekalahan kandang terburuk Inggris dalam 94 tahun.

Posisi Southgate pun digoyang. Daripada terlambat, Inggris lebih baik mencari manajer baru untuk tampil di Piala Dunia 2022.


Masih Dipercaya

Foto: 5 Pelatih Timnas yang Jadi Alternatif Suksesor Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United, mulai Gareth Southgate hingga Joachim Loew
Perbesar
Gareth Southgate. Pelatih berusia 51 tahun yang masih menjabat sebagai pelatih Timnas Inggris ini sukses membawa Three Lions menjadi runner-up di ajang Euro 2020 lalu. Sebelumnya, ia pernah membesut Middlesbrough pada 2006 hingga 2009 dan Inggris U-21 pada 2013 hingga 2016. (AFP/Pool/Frank Augstein)

Inggris hanya punya dua pertandingan lagi sebelum memulai perjuangan di Piala Dunia. Mereka bakal berlaga di UEFA Nations League pada September 2022.

Meskii diragukan, Southgate tetap mendapatkan kepercayaan dari FA. Ketua FA Debbie Hewitt menegaskan juru taktik 51 tahun itu akan tetap memimpin Inggris di Piala Dunia 2022.

"Berdasarkan fakta apa pun di lapangan, dia adalah pelatih Inggris paling sukses yang kami miliki selama 55 tahun. Sedikit yang tidak dilihat orang adalah budaya yang dia ciptakan. Sebelum Gareth menjadi manajer, tidak ada kebanggaan mengenakan seragam Inggris," kata Debbie Hewitt, dilansir Marca, Kamis (23/6/2022).

"Dia mengubahnya tanpa bisa dilihat oleh banyak orang dan saya telah menyaksikannya sendiri. Saya telah bekerja di dunia bisnis dan keterampilan Gareth, IQ-nya yang tinggi, akan membuatnya menjadi kepala eksekutif di bidang apapun," jelasnya.

 


Tanggung Jawab

FOTO: 5 Bintang di Luar Dugaan Tak Dipanggil Timnas Inggris ke Euro 2020 (Euro 2021): Ada Pemain Manchester United
Perbesar
Gareth Southgate, Pelatih Timnas Inggris, telah mengumumkan daftar 33 nama skuat The Three Lions untuk Euro 2020 (Euro 2021). Di luar dugaan, tenyata ada juga pemain yang notabene adalah pemain bintang tak dipanggil ke Euro 2020 (Euro 2021). (Foto: AFP/Niklas Halle'n)

Southgate yang sebelumnya dinilai mengangkat pamor Inggris sebagai finalis Euro 2020 baru mendapatkan perpanjangan kontrak dari FA pada November 2021. Juru taktik 51 tahun itu akan menahkodai Inggris hingga 2024 mendatang.

Debbie Hewitt menjelaskan, tidak ada penyesalan yang datang setelah perpanjangan kontrak itu, meskipun Ingris saat ini dalam performa yang menurun. Hewitt membela bahwa Southgate bertanggung jawab atas hal itu semua.

"Reaksi Gareth, seperti dalam segala hal dengan percakapan semacam itu, bahwa itu adalah tanggung jawabnya, selalu ada sesuatu untuk dipelajari."

"Itulah mengapa bekerja dengan orang seperti itu sangat menyenangkan karena keterbukaan untuk belajar itu sangat luar biasa dan sangat tidak biasa dilakukan oleh banyak orang dalam bidang apapun," katanya.

 

Infografis Rekor Apik Mohamed Salah di Liga Inggris
Perbesar
Rekor Apik Mohamed Salah di Liga Inggris (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya