Menpora Zainudin Amali Wajibkan Timnas Basket Indonesia Tembus 8 Besar Piala FIBA Asia 2022

Oleh Liputan6.com pada 24 Jun 2022, 15:30 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 15:30 WIB
Menpora Berharap Indonesia Bisa Sukses di Piala Asia Bola Basket 2022
Perbesar
Menpora Zainudin Amali saat menghadiri undian Piala Asia Bola Basket 2022

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali mewajibkan timnas basket Indonesia untuk bisa tembus delapan besar Piala FIBA Asia 2022 yang akan dilaksanakan di Istora Senayan pada 12 hingga 24 Juli mendatang. 

“Pesannya sih sederhana, mereka harus menang sebab kalo tidak menang kita tidak bermain di Piala Dunia. Masa kita hanya jadi penyelenggara, kan menyedihkan,” kata Zainudin dilansir dari Antaranews.com. 

Menurutnya, seharusnya timnas basket Indonesia bisa bersaing dengan tim-tim lainnya di Asia. Pasalnya dalam laga uji coba yang dilakoni oleh Andakara Prastawa dkk di Australia mereka mampu mengantongi tujuh kemenangan dari 10 gim yang telah dimainkan. 

Uji coba ini sekaligus membuat mental para pemain terbentuk untuk menghadapi pemain-pemain dengan postur yang besar di FIBA Asia Cup 2022 mendatang. 

“Tentu kesiapan kita akan berujung kepada kesuksesan, pertama sukses penyelenggaraan, sukses yang kedua adalah sukses prestasi tim nasional kita, artinya timnas harus bisa lolos ke Piala Dunia FIBA,” katanya menambahkan. 

Sebagai informasi, Timnas basket Indonesia membawa 16 pemain kombinasi antara mereka yang meraih medali emas di SEA Games 2021 dan juga pemain-pemain muda. Beberapa pemain muda seperti Kelvin Sanjaya dan Muhammad Arighi masuk untuk mengantikan slot Hardianus Lakudu dan Dame Diagne. 


Dibatasi 75%

Timnas Bola Basket 5x5 Indonesia Putra
Perbesar
Penampilan Timnas Bola Basket 5x5 Indonesia Putra saat melawan Singapura, Jumat (20/5/2022) (Sumber: Perbasi)

Pada kesempatan yang sama, panitia pelaksana Piala FIBA Asia 2022 juga telah menetapkan jumlah penonton yang bisa menonton kejuaraan tersebut. Dia menetapkan 75% penonton dari total kapasitas maksimal dari Istora Senayan Gelora Bung Karno. 

“Untuk penyelengaraan, sudah pasti kami dapat jatah 75 persen penonton dari kapasitas Istora,” tutur Junas Miradiarsyah. 

Lebih lanjut, Junas juga menjelaskan bahwa setiap panitia yang bertanggung jawab pada kejuaraan bergengsi ini akan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang telah direkomendasikan. 

Tak hanya itu, untuk tempat tinggal atlet dan seluruh peserta akan ditempatkan di satu hotel yang sama agar terhindar dari virus Covid-19. Untuk harga tiket, Junas juga menjelaskan pada Piala FIBA Asia 2022 telah dibuka dan dijual dengan harga yang bervariasi. 

“Pekan depan akan ada jadwal seluruh pertandingan yang dirilis oleh FIBA. Setelah itu penggemar bisa memilih pertandingan mana yang akan ditonton,” tutur Junas.


Trofi Piala FIBA Asia 2022 Diarak Keliling Jakarta

Logo FIBA Asia Cup 2022
Perbesar
Logo FIBA Asia Cup 2022

Junas juga menambahkan nantinya Piala Trofi FIBA Asia 2022 akan diarak keliling Jakarta sebelum acara FIBA Asia Cup 2022 resmi dilangsungkan. Adapun trofi saat ini masih dipamerkan di Manila, Filipina. 

“Trofi akan tiba di Jakarta pada 5 Juli dan akan dibawa mengelilingi Jakarta pada 5-9 Juli. Nanti rangkaian parade itu akan jatuh pada tanggal 10 Juli di acara car free day,” tambah Junas. 

Nantinya, trofi FIBA Asia 2022 akan singgah di beberapa tempat, mulai dari Jalan M.H.Thamrin, Gedung Sapta Pesona, dan berakhir di Monumen Nasional (Monas). 


7 Kemenangan dan 3 Kalah

Kini, Timnas Basket Indonesia masih berada di Australia untuk menjajal kekuatan klub NBL 1 sebagai langkah persiapan awal untuk menghadapi FIBA Asia Cup 2022. 

“Kami ingin anak-anak mendapatkan pembelajaran langsung di mana level bola basket di Australia itu yang kita tahu adalah rangking ketiga di FIBA dunia,” ungkap manajer timnas basket, Jeremy Santoso, dilansir dari laman resmi federasi. 

Selama di Australia, timnas basket Indonesia akan menjalani 10 uji coba melawan klub NBL 1. Jeremy juga menambahkan klub-klub NBL 1 memiliki pemain yang bagus dan cara bermain yang baik. 

“Mereka memiliki postur-postur pemain dan memiliki cara bermain yang sangat tinggi. Jadi di Australia ini mempersiapkan secara langsung anak-anak melawan level bola basket yang jauh lebih tinggi dari SEA Games. Itu harapan kami di Australia dengan memainkan 10 game,” ungkapnya. 

Penulis: Jesslyn Koesman

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya