Timnas Inggris Hancur Lebur Jelang Piala Dunia 2022, Begini Nasib Gareth Southgate

Oleh Muhammad Yanto pada 23 Jun 2022, 23:00 WIB
Diperbarui 23 Jun 2022, 23:00 WIB
Foto: Melempem di Liga Inggris Kane dan Maguire Trengginas di Timnas Inggris
Perbesar
Pasukan Gareth Southgate lolos ke Piala Dunia 2022 dengan rekor tak terkalahkan dalam 10 pertandingan Grup I Kualifikasi Zona Eropa dengan delapan kemenangan dan dua hasil imbang. (AP/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Inggris hancur lebur jelang Piala Dunia 2022. Kinerja tim besutan Gareth Southgate menurun dalam beberapa pertandingan terakhir

Inggris gagal meraih kemenangan dalam empat laga EUFA Nations League A 2022/2023. Menelan dua kekalahan dari Hungaria kemudian bermain imbang melawan Jerman dan Italia.

Atas hasil buruk itu, Inggris kini berada di dasar klasemen dengan poin dua. Harry Kane dan kolega juga terancam terdegradasi ke Liga B.

Situasi ini menimbulkan keraguan dari suporter Inggris terhadap Southgate. Apalagi, yang tak bisa diterima pendukung, adalah kekalahan empat gol tanpa balas dari Hungaria. Itu merupakan kekalahan kandang terburuk Inggris dalam 94 tahun.

Posisi Southgate pun digoyang. Daripada terlambat, Inggris lebih baik mencari manajer baru untuk tampil di Piala Dunia 2022.

Namun, Ketua FA Debbie Hewitt pasang badan. Dia mengatakan, FA masih mempercayakan posisi manajer Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar kepada Southgate.

"Berdasarkan fakta apa pun di lapangan, dia adalah pelatih Inggris paling sukses yang kami miliki selama 55 tahun. Sedikit yang tidak dilihat orang adalah budaya yang dia ciptakan. Sebelum Gareth menjadi manajer, tidak ada kebanggaan mengenakan seragam Inggris," kata Debbie Hewitt, dilansir Marca, Kamis (23/6/2022).

"Dia mengubahnya tanpa bisa dilihat oleh banyak orang dan saya telah menyaksikannya sendiri. Saya telah bekerja di dunia bisnis dan keterampilan Gareth, IQ-nya yang tinggi, akan membuatnya menjadi kepala eksekutif di bidang apapun," jelasnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tanggung Jawab

FOTO: 5 Bintang di Luar Dugaan Tak Dipanggil Timnas Inggris ke Euro 2020 (Euro 2021): Ada Pemain Manchester United
Perbesar
Gareth Southgate, Pelatih Timnas Inggris, telah mengumumkan daftar 33 nama skuat The Three Lions untuk Euro 2020 (Euro 2021). Di luar dugaan, tenyata ada juga pemain yang notabene adalah pemain bintang tak dipanggil ke Euro 2020 (Euro 2021). (Foto: AFP/Niklas Halle'n)

Southgate yang sebelumnya dinilai mengangkat pamor Inggris sebagai finalis Euro 2020 baru mendapatkan perpanjangan kontrak dari FA pada November 2021. Juru taktik 51 tahun itu akan menahkodai Inggris hingga 2024 mendatang.

Debbie Hewitt menjelaskan, tidak ada penyesalan yang datang setelah perpanjangan kontrak itu, meskipun Ingris saat ini dalam performa yang menurun. Hewitt membela bahwa Southgate bertanggung jawab atas hal itu semua.

"Reaksi Gareth, seperti dalam segala hal dengan percakapan semacam itu, bahwa itu adalah tanggung jawabnya, selalu ada sesuatu untuk dipelajari."

"Itulah mengapa bekerja dengan orang seperti itu sangat menyenangkan karena keterbukaan untuk belajar itu sangat luar biasa dan sangat tidak biasa dilakukan oleh banyak orang dalam bidang apapun," katanya.


Lindungi Pemain

Foto: 5 Pelatih Timnas yang Jadi Alternatif Suksesor Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United, mulai Gareth Southgate hingga Joachim Loew
Perbesar
Gareth Southgate. Pelatih berusia 51 tahun yang masih menjabat sebagai pelatih Timnas Inggris ini sukses membawa Three Lions menjadi runner-up di ajang Euro 2020 lalu. Sebelumnya, ia pernah membesut Middlesbrough pada 2006 hingga 2009 dan Inggris U-21 pada 2013 hingga 2016. (AFP/Pool/Frank Augstein)

Sementara Southgate sebelumnya buka suara terkait performa tim yang menurun dalam empat pertandingan.

Terutama, kekalahan 0-4 dari Hungaria yang mana mejadi kehancuran terparah timnas Inggris saat bermain di kandangnya dalam 94 tahun terakhir.

Terakhir kali mereka menderita kekalahan lebih telak di depan publiknya saat menjamu Skotlandia dengan skor 1-5 dalam sebuah laga, 31 Maret 1928.

"Tentu saja (saya mengerti kekecewaan suporter). Pada akhirnya, ini tentang memenangi pertandingan bersama Inggris," katanya Southgate, dilansir Mirror.

"Saya tidak akan mengatakan itu tak menyakitkan. Saya harus menghadapinya dan itu tugas saya untuk melindungi pemain," sambungnya.


Piala Dunia Qatar Menguntungkan Inggris

Foto: Inggris Imbangi Jerman Lewat Gol Penalti Harry Kane di EUFA Nations League
Perbesar
Jerman memulai pertandingan dengan lebih baik dan dominan. Sementara itu, performa Inggris tak lantas membaik dari laga sebelumnya. Pasukan Gareth Southgate bahkan harus tertinggal satu angka terlebih dahulu pada menit ke-23. Untungnya, gol dari Hofmann (kanan) dianulir wasit karena offside usai mengkonfirmasi keputusan tersebut lewat VAR. (AP/Markus Ulmer)

Legenda Timnas Inggris David Beckham menyebut Piala Dunia 2022 Qatar yang digelar pada musim dingin akan menguntungkan negaranya.

Piala Dunia 2022 Qatar memang sedikit berbeda dengan edisi perhelatan sebelumnya yang selalu digelar pada pertengahan tahun atau akhir musim kompetisi sepak bola dunia.

Qatar akan menggelar Piala Dunia pada akhir tahun, tepatnya 21 November-18 Desember mendatang. Penempatan jadwal tersebut sempat menimbulkan pro dan kontra karena akan berdampak besar kepada perjalanan kompetisi besar Eropa.

Namun, bagi David Beckham gelaran Piala Dunia di musim dingin akan menguntungkan bagi Timnas Inggris. Pengalamannya, saat memperkuat Inggris di Piala Dunia yang berlangsung musim panas, para pemain tidak dalam kondisi fisk yang prima.

Pasalnya, pada Piala Dunia sebelum-sebelumnya yang digelar usai kompetisi antraklub, para pemain kelelahan usai berkompetisi satu musim penuh. “Untuk tim kami, saya merasa [Piala Dunia di musim dingin] adalah peluang besar," kata Beckham, dilansir Skysports.

"Kami tidak pernah menggunakan [kelelahan] sebagai alasan. Tapi sejujurnya, kami sampai di akhir musim yang melelahkan di Liga Premier, liga terberat di dunia, dan Anda lelah ingin istirahat, Anda tidak punya waktu untuk pulih dari musim yang sulit," sambungnya.

Sementara di Piala Dunia 2022 ini, para pemain, menurut Beckham akan dalam kondisi siap tempur, karena sudah menjalani istirahat dan berada di pertengahan kompetisi.

“Para pemain ini datang ke Piala Dunia 2022 pada saat mereka berada di puncak; mereka telah beristirahat, mereka berada di tengah musim, tidak ada alasan atau alasan bagi mereka untuk tidak berada di puncak permainan mereka. dan di puncak kebugaran mereka," jelasnya.


Inggris Berkembang

David Beckham juga mengungkapkan permainan Timnas Inggris perlahan meningkat di bawah kendali Gareh Southgate. Timnas Inggris mampu mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan final Euro 2020.

Eks pemain Manchester United ini pun berharap banyak pada Piala Dunia 2022 ini Timnas Inggris bisa meraih gelar juara.

"Bagi para pemain kami, ini adalah kesempatan nyata. Kami memiliki tim muda, tim yang menarik, seorang manajer yang telah lama bersama para pemain ini," kata Beckham.

“Saya sangat suka menonton tim Inggris ini bermain; mereka mengasyikkan, mereka bermain dengan penuh semangat, mereka bermain seperti mereka ingin berada di sana, sesuatu yang ingin Anda lihat sebagai penggemar Inggris" ujarnya.

Infografis Rekor Apik Mohamed Salah di Liga Inggris
Perbesar
Rekor Apik Mohamed Salah di Liga Inggris (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya