Final Liga Champions Liverpool vs Real Madrid Ricuh, UEFA Minta Maaf

Oleh Liputan6.com pada 04 Jun 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 04 Jun 2022, 20:00 WIB
FOTO: Gagal Taklukkan Real Madrid, Liverpool Tersingkir dari Liga Champions
Perbesar
Gelandang Liverpool, Fabinho, berebut bola dengan pemain Real Madrid, Marco Asensio, pada laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis (15/4/2021). Kedua tim bermain imbang tanpa gol. (AP/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - UEFA meminta maaf kepada penggemar yang terjebak di luar Stade de France sebelum final Liga Champions 2021/2022. Kick-off duel Liverpool vs Real Madrid pun ditunda karena ribuan penonton tidak dapat masuk ke stadion.

Beberapa pendukung juga terkena gas air mata dan semprotan merica yang ditembakkan oleh polisi. Kini, UEFA telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah memerintahkan penyelidikan penuh atas peristiwa tersebut. 

“UEFA ingin dengan tulus meminta maaf kepada semua penonton yang harus mengalami atau menyaksikan peristiwa menakutkan dan menyedihkan menjelang final Liga Champions di Stade de France pada 28 Mei 2022 di Paris,” kata UEFA dilansir dari Goal Internasional, Sabtu (4/6/2022). 

“Pada malam yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola klub Eropa, tidak ada penggemar sepak bola yang harusnya berada pada situasi itu. Insiden seperti ini tidak boleh terjadi lagi.” 


Kebijakan UEFA

Foto: Penyelamatan-penyelamatan Super Thibaut Courtois saat Final Liga Champions, Bikin Mo Salah dan Kolega Frustasi
Perbesar
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois (tengah) melakukan selebrasi bersama rekannya usai berhasil menepis tendangan dari pemain Liverpool, Mohamed Salah saat laga final Liga Champions antara Liverpool melawan Real Madrid yang berlangsung di Stade de France, Saint Denis, Sabtu, 28 Mei 2022 waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)

Sebelumnya, Liverpool dan Real Madrid sama-sama telah mengeluarkan keluhan atas insiden tersebut. Kedua klub itu sama-sama menegaskan bahwa penggemar dan pendukung mereka layak mendapatkan tanggapan dan mereka meminta pertanggung jawaban atas ricuhan pertandingan sepak bola ini. 

Lebih lanjut, UEFA mengatakan bahwa timnya akan membuat tinjauan independen yang diperuntukan mengidentifikasi kekurangan atas semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan final Liga Champions ini. 

“Untuk itu, segera setelah peristiwa itu, UEFA menugaskan Tinjauan Independen untuk mengidentifikasi kekurangan dan tanggung jawab semua entitas yang terlibat dalam penyelenggraan final, dan hari ini telah menerbitkan kerangka acuan untuk tinjauan ini,” lanjut pernyataan itu. 

“Tinjauan independen akan dipimpin oleh Dr Tiago Brandao Rodrigues dari Portugal, bertujuan untuk memahami apa yang terjadi dalam build-up hingga final, dan menentukan pelajaran apa yang harus dipetik untuk memastikan tidak ada pengulangan tindakan dan peristiwa hari itu.” 

“The Review akan berusaha untuk menetapkan gambaran lengkap dan garis waktu tentang apa yang terjadi pada siang hari, baik di dalam stadion maupun di sekitarnya, termausk memeriksa aliran penonton ke stadion melalui berbagai titik akses.” 


Liverpool

Salah satu klub yang berlaga di final Liga Champions, Liverpool bahkan sampai menawarkan dukungan kesehatan mental kepada penggemarnya yang merasakan pengalaman pahit di final Liga Champions. 

“Klub menjanjikan bantuan keuangan dan mendorong penggemar untuk mencari dukungan jika mereka merasa membutuhkannya saat ini,” tulis pernyataan resmi Liverpool.

“Adegan yang disaksikan di dalam dan sekitar Stade de France, sebelum dan sesudah kick-off pada Sabtu malam, akan hidup lama dalam ingatan alasan yang salah.” 

“Bekerja dengan LFC Foundation, yang bekerja sama dengan layanan kesehatan mental profesional setiap hari, klub telah menyusun daftar organisasi yang dapat dituju oleh para pendukung saat ini.

 

Penulis: Jesslyn Koesman

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya