Suzuki Tinggalkan MotoGP, Bos FIM: Sudah Ada Pengganti

Oleh Harley Ikhsan pada 23 Mei 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 24 Mei 2022, 18:52 WIB
Hari Kedua Sesi Latihan Bebas MotoGP Mandalika 2022
Perbesar
Pembalap Tim Suzuki Ecstar Spanyol Joan Mir dan Alex Rins pada MotoGP 2022. (AFP/Sonny Tumbelaka)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Federasi Motorsport Internasional (FIM) Jorge Viegas menyayangkan keinginan Suzuki meninggalkan MotoGP usai musim 2022. Namun, dia mengklaim peminat sudah mengantre untuk menggantikan.

Viegas menyebut Suzuki semestinya tidak mengambil tindakan gegabah hengkang dari ajang balapan tersebut musim depan. Dia menyebut ada proses yang harus dilalui pabrikan asal Jepang tersebut.

"Saya paham mereka (Suzuki) kesulitan ekonomi. Namun, semestinya mereka membicarakan ini dengan Dorna dan FIM terlebih dulu," ujar Viegas dilansir Motosan.

Jika Suzuki benar keluar, Viegas menyebut kesiapan tim pengganti pada kompetisi musim depan. Namun, dia tidak mau membocorkan identitasnya.

"Sudah ada pembicaraan dengan Dorna soal tim baru ini. Namun, saya tidak bisa bicara banyak, karena saat ini pihak Dorna masih mengatur situasi di MotoGP. Intinya, pengganti Suzuki sudah ada," ujar Viegas.

Suzuki mulai berdiskusi dengan Dorna Sports membahas skenario mundur selepas MotoGP 2022, pertengahan bulan ini.

"Sayangnya, situasi ekonomi terkini dan perlunya memusatkan upaya terhadap perubahan-perubahan besar yang dihadapi dunia otomotif dalam beberapa tahun ini, memaksa Suzuki untuk mengalihkan anggaran dan sumber daya manusia untuk mengembangkan teknologi baru," tulis pernyataan Suzuki.

"Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim Suzuki Ecstar, kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan balap motor Suzuki selama bertahun-tahun dan kepada semua penggemar Suzuki yang telah memberikan dukungan antusiasnya kepada kami."

Suzuki pernah keluar dari MotoGP pada musim 2011, juga karena resesi ekonomi. Mereka kembali berpartisipasi secara penuh pada 2015.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Cari Pelabuhan Baru

FOTO: Keramahan Pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir saat Meet and Greet
Perbesar
Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir saat Meet and Greet bersama pewarta di salah satu hotel di Kuta Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/3/2022). Joan Mir menjawab sejumlah pertanyaan terkait rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kabar mundurnya Suzuki dari MotoGP santer diberitakan pada awal bulan ini. Padahal pabrikan berbasis Hamamatsu itu memperbarui kontrak partisipasi di sirkus kuda besi hingga 2026 pada tahun lalu.

Dorna selaku pemegang hak komersial MotoGP kemudian menyatakan Suzuki tidak dapat memutuskan secara sepihak untuk mengakhiri kontrak.

Kondisi Suzuki membuat pembalap Joan Mir bergerak. Juara dunia MotoGP 2020 ini mulai bernegosiasi dengan pabrikan lain. Dia punya banyak opsi karena sebagian besar kursi di grid 2023 belum terisi. Hanya Marc Marquez (Repsol Honda), Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), Brad Binder (Red Bull KTM), dan Franco Morbidelli (Monster Energi Yamaha) yang sudah meneken kontrak.

"Saya harap bisa menemukan motor bagus untuk Joan. Tapi kami juga khawatir terhadap staf tim. Mereka orang-orang baik yang terancam menganggur," kata agen Mir, Paco Sanchez.

"Jika Suzuki benar pergi, saya harap mereka segera menemukan pekerjaan baru. Banyak keluarga yang sedang dihantui mimpi buruk karena kondisi ini," sambungnya.

Sanchez menyatakan Mir semula berniat meneken perpanjangan kontrak dengan Suzuki yang berakhir 2022.

"Banyak yang bilang Mir akan pergi ke Honda atau Yamaha. Tapi sejujurnya, Joan siap meneken kerja sama baru di Suzuki. Negosiasi pun sudah memasuki tahap akhir," ungkap Sanchez, dilansir GPOne. 

"Dia ingin bertahan. Itu adalah prioritasnya. Tapi sekarang dia sangat terkejut dengan perkembangan dan cemas," sambungnya. 


Keterangan Dorna

ilustrasi motogp
Perbesar
ilustrasi motogp (Liputan6.com/Abdillah)

Di sisi lain, Dorna mengaku tidak khawatir jika Suzuki benar-benar pergi. Pasalnya, banyak pabrikan yang siap menggantikan.

"Dorna sudah menghubungi Suzuki untuk mengingatkan kesepakatan berkompetisi di MotoGP. Mereka tidak bisa mengambil keputusan sepihak," tulis keterangan Dorna. "Namun, jika akhirnya Suzuki pergi menyusul kesepakatan semua yang terlibat, Dorna akan memutuskan jumlah pembalap dan tim yang ideal untuk MotoGP 2023."

"Masih banyak pabrikan dan tim independen yang tertarik tampil di MotoGP. Sebab, olahraga ini terus berkembang secara global karena menghadirkan hiburan dan didukung ratusan juta orang di seluruh dunia," tutup Dorna. 

 


Baru Jadi Juara Dunia

Infografis Jadwal Sementara MotoGP 2020 banner
Perbesar
Ilustrasi MotoGP. (Liputan6.com/Abdillah)

Mundurnya Suzuki membuat berbagai pihak kaget karena mereka baru saja meraih gelar dunia bersama Mir pada 2020. Suzuki juga punya kontrak bersama Dorna hingga 2026. Namun, mereka dilaporkan tidak punya pilihan karena masalah finansial.

Mereka belum memenangkan balapan sejak Mir menjuarai seri Eropa di Valencia dua tahun lalu. Meski begitu, Suzuki dan Mir masih finis di posisi tiga tabel akhir. Musim ini Suzuki sudah dua kali naik podium melalui Alex Rins.

Dengan mundurnya Suzuki, MotoGP hanya akan diikuti lima pabrikan yakni Ducati, Honda, Yamaha, KTM dan Aprilia.

MotoGP
Perbesar
Infografis Rookie MotoGP 2022. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya