Bola Ganjil: Lelucon Tidak Lucu Komedian Belanda

Oleh Harley Ikhsan pada 13 Apr 2022, 00:30 WIB
Diperbarui 13 Apr 2022, 00:30 WIB
Foto: 5 Tim Sepak Bola Spesialis Gagal Juara, Termasuk Timnas Indonesia
Perbesar
Timnas Belanda kerap mengalami nasib tragis di sepak bola. (AFP/Pedro Ugarte)

Liputan6.com, Jakarta - Bocoran hasil pertandingan membuat penggemar Liverpool meradang ketika Elvis Costello memberi tahu skor final Liga Champions 2004/2005 pada konser.

Suporter Belanda merasakan pengalaman berbeda saat menyaksikan pertunjukan komedian Freek de Jonge pada satu malam di akhir Desember 1983.

De Jonge menyebut Timnas Spanyol sukses menaklukkan Malta 12-1 saat beraksi di atas panggung. Penonton hanya tertawa mendengarnya. Betapa pedihnya hati mereka begitu mengetahui peristiwa sebenarnya.

Pada 21 Desember 1983, Spanyol menjamu Malta pada laga pamungkas Grup G kualifikasi Euro 1984 di Estadio Benito Villamarin.

Belanda punya kepentingan di duel itu meski tidak terlalu khawatir. Pasalnya, mereka hampir pasti lolos ke turnamen utama di Prancis karena logika.

Timnas Belanda unggul dua angka atas Spanyol yang masih memiliki tabungan satu pertandingan. Dengan kemenangan masih dihargai dua poin, Negeri Matador bisa menyamai torehan mereka.

Namun, Belanda unggul jauh pada statistik penentu untuk memisahkan dua tim yang punya nilai sama. Selisih gol De Oranje surplus 10 gol. Artinya, Spanyol mesti menang selisih 11 gol pada duel pamungkas kontra Malta untuk melewati mereka.

 


Situasi di Kualifikasi

ilustrasi BOLA GANJIL
Perbesar
BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Belanda tambah percaya diri melihat performa jelang laga. Spanyol hanya mampu mencetak 12 gol pada tujuh pertandingan sebelumnya di Grup G.

Berbagai insiden di babak pertama juga membuat Belanda tambah yakin. Spanyol punya kesempatan membuat gol cepat lewat penalti di menit kedua. Wasit memberi hadiah tendangan 12 pas usai Francisco Jose Carrasco dilanggar di area terlarang.

Namun, Juan Antonio Senor yang jadi algojo gagal menunaikan tugas. Meski akhirnya memimpin melalui Carlos Santillana di menit ke-15, tugas berat Spanyol tetap ada karena Malta menyamakan kedudukan lewat Silvio Demanuele sembilan menit berselang.


Cetak Gol Lebih Banyak

ilustrasi bola ganjil
Perbesar
bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)

Spanyol sukses menambah dua gol di sisa babak pertama. Walau begitu, tidak banyak yang yakin mereka bisa memenuhi kekurangan selepas jeda.

Betapa tuan rumah melampaui ekspektasi. Spanyol sukses membuat sembilan gol untuk berjaya 12-1 dengan Santillana dan Hipo Rincon masing-masing menyumbang quatrick.

Hasil ini membuat Spanyol melewati Belanda di klasemen akhir. Keduanya sama-sama mengoleksi 13 angka dan selisih gol +16. Namun, Spanyol unggul usai mencetak 24 gol berbanding 22 milik Belanda.


Maksimalkan Partisipasi

ilustrasi BOLA GANJIL
Perbesar
ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Spanyol memaksimalkan partisipasi di Euro 1984 dengan mencapai final. Mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah.

Sementara Belanda melanjutkan periode kering. Mereka lolos turnamen besar secara beruntun, yang kemudian berlanjut hingga 1986. Namun, kegagalan tersebut menambah motivasi mereka di Euro 1988. Belanda menjadi juara, satu-satunya hingga sekarang, setelah membungkam musuh abadi Jerman Barat.

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya