Bola Ganjil: 1001 Cara Pesepak Bola Terkena Cedera, Ada yang Tabrak Rusa

Oleh Harley Ikhsan pada 25 Jan 2022, 00:30 WIB
Diperbarui 25 Jan 2022, 00:30 WIB
Gianluca Vialli
Perbesar
Golf populer di kalangan pesepak bola selain berkompetisi di lapangan hijau. (AFP/Paul Barker)

Liputan6.com, Jakarta - Pada dasarnya suka berkeringat dan gemar berkompetisi, atlet tidak hanya puas menggeluti satu cabang olahraga. Mereka kerap menjajal kemampuan di disiplin lain.

Begitu pula para pesepak bola. Golf menjadi ajang yang populer di kalangan aktor lapangan hijau pada beberapa tahun terakhir.

Namun, aktivitas tersebut juga punya risiko yakni cedera. Tanya saja Alan Tate dan Kasey Keller.

Keduanya masuk ruang perawatan saat bermain golf, kebetulan saat sama-sama memperkuat Swansea City meski tidak di periode sama.

Tate sedang naik mobil golf ketika kendaraan yang ditungganginya kehilangan kendali pada 2011. Dia mendapat masalah serius berupa patah kaki.

Sementara Keller mendapat luka di mulut. Giginya lepas usai terkena tas golf ketika hendak mengeluarkannya dari bagasi mobil tahun 1998.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Produktivitas Menurun

Gennaro Gattuso dan Marco Negri
Perbesar
Marco Negri (kanan).

Marco Negri dan Sergio Porrini bermain squash kala membela Glasgow Rangers pada 1997. Negri salah memilih lawan tanding. Pasalnya, Porrini selalu serius di berbagai arena.

Negri merasakannya ketika pantulan bola pukulan Porrini tepat mengenai matanya. Retinanya rusak sehingga dia harus menjalani operasi laser.

Cedera tersebut kemudian memengaruhi performa Negri. Sebelum cedera aneh itu pada Februari 1998, dia mencetak 33 gol dalam 26 laga. Setelahnya, Negri hanya bisa mencetak tiga gol di sisa musim.

Penurunan itu turut berdampak negatif bagi Rangers. Mereka gagal meraih gelar kesepuluh secara beruntun dan harus merelakan takhta ke musuh bebuyutan Glasgow Celtic.

"Pandangan saya berkurang. Kondisi itu jelas tidak menguntungkan bagi pemain seperti saya, yang baru hidup di kotak penalti dan mengandalkan refleks cepat," keluh Negri dalam otobiografinya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Promosi Tim

Foto: 5 Kiper yang Memiliki Nilai Pasar Tertinggi di Awal Tahun 2022, Dua Kiper Liga Inggris di Posisi Buncit
Perbesar
Thibaut Courtois. Kiper Belgia yang memasuki musim ke-4 di Real Madrid ini memiliki nilai jual tertinggi, 65 juta euro. Di usia yang baru 29 tahun dan penampilannya yang impresif bersama Los Blancos dan Timnas Belgia menjadi kewajaran banderolnya jadi yang tertinggi. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Thibaut Courtois lain lagi. Kiper asal Belgia itu membuat Antonio Conte marah saat keduanya masih bernaung di Chelsea pada 2017. Pasalnya, Courtois terkena cedera engkel usai bermain basket.

Masalahnya, sosok yang kini membela Real Madrid tersebut unjuk kebolehan memasukkan bola ke dalam keranjang saat menjalani kegiatan wajib. Dia tengah berpose untuk sesi pemotretan The Blues.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Main Kriket

Foto: 5 Pemain yang Menjadi Top Skor di Liga Inggris dengan Lebih Dari 1 Klub, Gary Lineker Melakukannya Dengan 3 Klub Berbeda
Perbesar
Bersama Leicester City pada musim 1984/1985 ia berhasil menjadi top skor dengan torehan 24 gol. Sementara pada musim 1985/1986 dan 1989/1990 bersama Everton dan Tottenham Hotspur ia sukses menjadi top skor dengan raihan 30 dan 24 gol. (AFP/Pool/Oli Scarff)

Gary Lineker lain lagi. Dia mendapat cedera otot punggung ketika melempar bola saat bertanding kriket.

Lineker pun jadi sasaran semprot pelatihnya di Tottenham Hotspur Terry Venables. Sang nakhoda sempat memaksa Lineker agar tidak bermain kriket lagi. Namun, dia keberatan karena tidak ada klausul larangan dalam kontraknya.

"Hanya tidak boleh mengendarai motor dan bermain ski," kata Lineker.

Venables terpaksa menurut. Namun, dia kemudian meminta Lineker agar tidak bermain boling.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tabrak Rusa

Cerita paling aneh barangkali melibatkan Svein Grondalen. Dia hanya berlari dalam usaha menjaga kebugaran.

Masalahnya Grondalen tidak memilih lokasi tepat dan kurang menyadari keadaan sekitar. Memilih berlari di hutan, sosok asal Norwegia itu menabrak rusa besar.

Insiden ini menciptakan problema besar baginya. Dia sampai tidak bisa memperkuat negaranya pada kualifikasi Piala Dunia 1977.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya