Permasalahan Bonus Piala Thomas Jadi Sorotan Olimpian

Oleh Thomas pada 05 Des 2021, 17:15 WIB
Diperbarui 05 Des 2021, 19:29 WIB
Indonesia Kembali Raih Gelar Juara Thomas Cup
Perbesar
Para pemain Indonesia melakukan selebrasi usai memenangkan final Piala Thomas beregu putra melawan China, di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). Indonesia kembali merebut Piala Thomas setelah terakhir meraihnya pada 2002 lalu. (Claus Fisker/Ritzau Scanpix via AP)

Liputan6.com, Jakarta- Bonus keberhasilan Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020 atau Thomas Cup jadi polemik akhir-akhir ini. Isu ini sempat panas karena disinggung oleh Jonatan Christie di media sosial. 

Jonatan Christie memberi isyarat menanti bonus juara Piala Thomas 2020 dari pemerintah, bertepatan dengan hadirnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di sela-sela penyelenggaran Indonesia Badminton Festival di Nusa Dua, Bali beberapa hari lalu.

Kondisi ini juga jadi sorotan Olimpian dari cabang olahraga angkat besi Hadi Wihardja. Dia meminta para atlet untuk tak terlalu menuntut soal bonus. 

"Sebaiknya, seorang atlet itu memang tidak harus menuntut bonus, meski dirinya mampu berprestasi di level internasional. Kalau melihat 19 tahunnya, memang agak wajar, namun pemerintah pasti telah memperhitungkan itu. Lebih baik fokus saja ukir prestasi terus, pasti yang lainnya akan mengikuti, baik itu penghargaan berupa bonus uang, rumah atau lainnya, jangan di balik, bonus saya mana," ucap mantan atlet angkat besi yang tampil di Olimpiade Musim Panas 1984 lalu itu seperti dilansir Antara. 

Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) itu juga mengatakan jika pemerintah pasti akan hadir untuk memberikan apresiasi kepada atlet yang berprestasi, namun alangkah baiknya tidak menuntut akan hal itu, karena tidaklah elok.

"Prinsipnya adalah atlet fokus berlatih dengan target juara. Jika dia punya prestasi tinggi, fasilitas berupa bonus dan lainnya pasti akan mengikuti, jangan dibalik," tegasnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peraturan

Piala Thomas 2020
Perbesar
Indonesia mengangkat trofi Piala Thomas 2020 setelah pada final mengalahkan China 3-0, di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). (PBSI)

Jika merunut pada Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 1684 Tahun 2015 tentang persyaratan pemberian penghargaan olahraga kepada olahragawan, pembina olahraga, tenaga keolahragaan dan organisasi olahraga, di sana tak tertera secara spesifik tentang pemberian bonus untuk ajang seperti Thomas Cup ini, meski kejuaraan tersebut bisa saja diinterpretasikan sebagai kejuaraan level dunia, karena digelar oleh Federasi Dunia yang memperebutkan Piala, bukan uang.

Dalam permen tersebut hanya diperuntukkan bagi peraih medali emas, perak, atau perunggu pada pekan olahraga Olimpiade, Asian Games atau SEA Games, Paralimpyc Games, Asian Para Games atau ASEAN Para Games, Special Olympics World Games atau Special Olympics Asia Pacific Games, Islamic Solidarity Games atau Asian Beach Games, serta Kejuaraan Dunia resmi atau Kejuaraan Asia resmi single event untuk cabang olahraga Olimpiade, sehingga Menpora Zainudin Amali ke depannya akan memperjelas aturan soal bonus atlet di single event.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis olahraga

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya