Polisi Selidiki Juventus Terkait Penyelewengan di Bursa Transfer

Oleh Marco Tampubolon pada 29 Nov 2021, 16:30 WIB
Diperbarui 29 Nov 2021, 16:30 WIB
Andrea Agnelli
Perbesar
Andrea Agnelli (Vincenzo Pinto/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Juventus kembali menjadi target penyelidikan pihak kepolisian. Kali ini, investigasi dilancarkan terkait dugaan penyimpangan yang dilakukan Si Nyonya Tua pada bursa transfer tahun 2019 hingga 2020.

Sejumlah petinggi dan mantan petinggi Juventus terseret dalam masalah ini. Juventus sendiri telah mengkonfirmasi penyelidikan tersebut dan siap untuk bekerjasama dengan pihak berwajib. 

"Perusahaan bekerja sama dengan penyelidik dan dengan Consob dan percaya bahwa hal itu akan mengklarifikasi setiap aspek yang terkait dengan itu (dugaan penyelewengan)," bunyi pernyataan Juve.

Dikutip dari berbagai sumber, penyelidikan bermula dari kecurigaan pengawas keuangan Consob terkait pendapatan dan biaya agen dari pergerakan Juventus pada bursa transfer 2019 - 2020. Pihak kejaksaan kota Turin kemudian mengerahkan polisi untuk menemukan bukti-bukti terkait.  

Penggeledahan dilakukan di kantor Juventus yang berada di Turin dan Milan pada Jumat lalu. Polisi dari Guardia di Finanza, datang ke Continassa untuk menyita berkas-berkas yang dibutuhkan. 

"Sejak sore ini, atas perintah Kantor Kejaksaan ini, polisi Guardia di Finanza telah melakukan pencarian lokal di kantor Juventus Football Club Spa di Turin dan Milan," pernyataan kantor kejaksaan Turin. 

 

  

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menyeret Sejumlah Nama

ilustrasi Juventus
Perbesar
ilustrasi juventus (Liputan6.com/Abdillah)

Dalam pernyataannya, Juventus menyampaikan kalau presiden klub, Andrea Agnelli, tengah diselidiki atas dugaan penyelewengan yang juga menyeret nama mantan direktur olahraga, Pavel Nedved dan Fabio Paratici. Pihak berwenang, juga telah memeriksa Direktur Federico Cherubini selama 9 jam.

"Saat ini, penyelidikan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan kejahatan komunikasi palsu dari perusahaan yang terdaftar dan mengeluarkan faktur untuk transaksi yang tidak ada terhadap terhadap manajemen puncak dan manajer area bisnis, keuangan, hingga manajemen olahraga," bunyi pernyataan lanjutan Kejaksaan Turin seperti dilansir dari situs Goal.com, Senin (29/11/2021).

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Terancam Pengurangan Poin

Sementara itu, menurut Football-Italia.net, penyidik juga bakal memanggil sejumlah nama lainnya. Dan bila terbukti bersalah, Bianconeri terancam hukuman denda hingga pengurangan poin. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya