Kisah Unik Mahasiswa Jombang Juara Esports Nasional

Oleh Thomas pada 15 Nov 2021, 18:39 WIB
Diperbarui 15 Nov 2021, 20:59 WIB
Free Fire
Perbesar
Free Fire. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Liputan6.com, Jakarta- Esports sedang naik daun di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan semakin berkibar di masa pandemi Covid-19. Esports bisa dimainkan siapa saja tanpa peduli status, profesi dan asal sang pemain. 

Mewabahnya esports di Indonesia nampaknya sudah cukup merata ke berbagai daerah. Hal ini bisa dilihat pada Liga Mahasiswa (LIMA) Esports 2021 Free Fire Nationals. Tim yang menjadi juara berasal dari kota kecil Jombang yakni Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy). 

Tim UNHASY 1 sebagai perwakilan kampus keluar sebagai tim terbaik dalam cabang esports Free Fire, salah satu mobile game terpopuler di dunia.

Liga Mahasiswa adalah organisasi privat yang memiliki maksud dan tujuan untuk menciptakan wadah yang mampu menjadi tempat berkarya bagi para mahasiswa maupun mahasiswi di Indonesia di bidang olahraga, termasuk menggelar kompetisi esports untuk mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia.

Dibalik kesuksesan para atlet, selalu ada pahlawan-pahlawan yang tak terlihat. Kata inilah yang menggambarkan Zainal Abidin, mahasiswa semester 7 jurusan Teknik Mesin, Universitas Hasyim Asy’ari. Zainal, yang sejak tingkat 1 sudah mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Esports, kini telah menjadikan UKM Esports tersebut sebagai salah satu skuat yang diperhitungkan untuk kompetisi esports tingkat perguruan tinggi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ubah Stigma

Zainal Abidin membawa Universitas Hasyim Asy’ari juara LIMA Esports
Perbesar
Zainal Abidin membawa Universitas Hasyim Asy’ari juara LIMA Esports

Dalam keterangan tertulis, Zainal, yang sekarang menjabat menjadi Manajer UKM Esports di Unhasy mengungkapkan impiannya untuk mengubah stigma masyarakat mengenai game dan memberikan bukti nyata bahwa melalui bermain game juga dapat sukses.

“Saya memang menyukai bermain game, tetapi saya lebih banyak menyenangi aspek organisasi. Inilah yang berujung (saya) menjadi manager tim UKM Esport Unhasy, mendukung teman-teman dan tim yang sangat jago-jago. Saya terus mendampingi, mendukung, dan memberi motivasi seluruh tim untuk belajar bersama-sama, dan kami tentunya sangat terbuka dengan mahasiswa yang ingin belajar mengenai esports," kata Zainal. 

"Tim kami bahkan rata-rata banyak yang sebelumnya belum pernah bermain atau mengikuti klub, tapi semangatnya dapat dipuji. Ketika terjadi pandemi dan pembelajaran jarak jauh, UKM Esports merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa yang masih aktif berjalan. Kami bisa meningkatkan jumlah anggota hingga ratusan dan bahkan memenangi salah satu pertandingan esports bergengsi yaitu LIMA Esports 2021 Free Fire Nationals. Melihat perjalanan ke belakang, tentu saya sangat bangga dengan posisi kami saat ini.”

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mulai Diterima

Meski diawal belum begitu banyak yang mengenal bagaimana sistem turnamen dalam sebuah game; terlebih game mobile, Zainal menjelaskan bahwa perlahan-lahan masyarakat semakin mengenal esports. Terutama dari pihak kampus serta orangtua mahasiswa sangat mendukung kegiatan yang kami lakukan.

“Pihak kampus tentu mendukung kegiatan yang dilakukan UKM kami, bahkan menyediakan ruangan sekretariat kegiatan dan keikutsertaan kami dalam turnamen-turnamen (seperti LIMA). Orangtua para mahasiswa (terutama atlet esports) juga sangat mendukung, mengingat untuk mengikuti kegiatan UKM ini diperlukan surat persetujuan orangtua."

Disela-sela kesibukannya mengerjakan tugas akhir, mempersiapkan karier pasca lulus, sembari terus melakukan pembinaan klub esports di Unhasy, Zainal juga mengejar passionnya untuk pendidikan. Saat ini Zainal juga menjadi Guru SMK Matsna Karim di Jombang; mengajar kelas Otomotif. Tak hanya untuk mengajar otomotif, Zainal juga turut sering berbagi atau sharing mengenai esport kepada anak-anak didik di SMK tersebut. 

“Berbagi adalah passion saya, baik itu dalam bentuk mengajar ataupun membangun komunitas di UKM Esports saat ini. Nilai ini tentunya sejalan dengan nilai-nilai positif yang dibawa oleh Garena Free Fire, terutama dalam membangun komunitas esports. Saya berharap setelah lulus dapat terus berbagi dan berkontribusi bagi banyak orang, terutama menekuni pekerjaan saya saat ini sebagai guru.”

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya