PON XX Papua Tak Sekadar Pesta Olahraga

Oleh Thomas pada 14 Okt 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 14 Okt 2021, 06:30 WIB
Banner Infografis Perhelatan Akbar PON XX 2021 di Bumi Cenderawasih. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian PUPR)
Perbesar
Banner Infografis Perhelatan Akbar PON XX 2021 di Bumi Cenderawasih. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021 sedang berlangsung di Bumi Cenderawasih dari 2 Oktober sampai 15 Oktober 2021. Perhelatan PON 2021 tak sekadar pesta olahraga semata. 

Dampak positif PON XX juga dirasa semua lapisan masyarakat yang tinggal di Papua. Sektor ekonomi ikut tergerak mengingat PON XX berlangsung hampir sebulan dimana beberapa cabang olahraga sudah ada yang memulai pertandingan sejak 22 September 2021. 

"Alhamdulillah, pelaksanaan PON Papua membawa berkah. Yang jelas, omset kami semakin bertambah sejak adanya PON XX Papua karena belanja kebutuhan juga semakin meningkat. Setiap hari warung kami yang buka dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIT tidak pernah sepi dari pengunjung begitu juga dengan pesanan," kata Yusuf, anak pemilik warung Coto Daeng Dado seperti dikutip dari Antara, Rabu (13/10/2021).

"Saya belum bisa menginformasikan berapa jumlah kenaikannya omset yang didapat karena kami biasanya menyusun laporan keuangan di akhir bulan," tambahnya.

Warung Soto Makassar yang terletak di Jalan Raya Abepura-Kotaraja, Wai Mhorok Abepura, Kota Jayapura, Papua ini dikunjungi Menpora Zainudin Amali untuk menikmati santap siang, Rabu, 13 Oktober 2021.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ekonomi Lokal

Menpora Zainudin Amali
Perbesar
Menpora Zainudin Amali mencoba kuliner di Papua (ist)

Apa yang diungkap Yusuf itu sejalan dengan pernyataan Menpora Amali yang mengatakan dengan adanya PON Papua ini sebagai trigger peningkatan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Ini bukan pertama kali Menpora Amali berkunjung ke warung makan. Sebelumnya, Menpora Amali menikmati makanan di rumah makan Cantika yang menggunakan konsep prasmanan. 

Tidak hanya itu, menteri yang berasal dari Partai Golkar ini juga menyempatkan diri mengunjungi pasar Mama-mama Papua dan membeli lelang Kopi Arabica dan kopi Tiom asli buatan anak Papua.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4 Misi

Tidak hanya itu, menteri yang berasal dari Partai Golkar ini juga menyempatkan diri mengunjungi pasar Mama-mama Papua dan membeli lelang Kopi Arabica dan kopi Tiom asli buatan anak Papua.

Fakta lain bisa dilihat dari keterangan Kepala Perwakilan BI Papua Naek Tigor Sinaga yang menyebutkan sejak ada perhelatan PON perputaran uang dari Festival Kopi mencapai 1,8 Triliun.

Ya PON XX Papua memang menjalankan empat misi. Yakni, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses secara administrasi dan sukses membangkitkan perekonomian. 

"Ini sukses yang keempat, berdasarkan laporan BI perputaran uang selama PON mencapai triliunan rupiah, berarti ini dampak perekonomian yang luar biasa. Begitu juga dengan Festival Kopi kita tahu bahwa di Papua banyak macam kopi yang enak-enak, dan tadi ratusan UMKM turut berpartisipasi," kata Menpora Amali saat itu.

Untuk sukses lainnya seperti penyelenggaraan, Papua telah menunjukkan kepada dunia bahwa even olahraga besar pun mampu dilaksanakan dengan baik, lancar, aman, dan nyaman."Torang Bisa, Papua telah mampu menyelenggarakan even besar, dan ini kesuksesan pertama," ucapnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya