Peraturan Salary Cap yang Buat Barcelona Gagal Perpanjang Kontrak Lionel Messi

Oleh Luthfie Febrianto pada 06 Agu 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 06 Agu 2021, 07:30 WIB
Ronald Koeman dan Lionel Messi
Perbesar
Momen di mana Lionel Messi berjalan lunglai melewati pelatih Barcelona, Ronald Koeman usai mendapat kartu merah. La Blaugrana kalah 2-3 di final Piala Super Spanyol dari Athletic Bilbao, Senin (18/01/2021) dini hari WIB. (CRISTINA QUICLER / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Barcelona resmi mengumumkan Lionel Messi tidak akan melanjutkan karier bersama mereka per Jumat (6/8/2021) dinihari WIB. Peraturan La Liga soal alokasi gaji (salary cap) mengganjal keinginan Barcelona memperpanjang kontrak sang bintang.

Dilansir NBC Sports, La Liga sebelumnya memutuskan mengurangi batas alokasi gaji sebesar 2,3 milyar euro Rp 39 triliun dari 2,9 miyar euro untuk 20 klub peserta. Pengurangan itu dilakukan untuk melindungi finansial klub di tengah pandemi covid-19.

Salary cap merupakan aturan pembatasan gaji yang diterapkan La Liga untuk klub-klub peserta. Peraturan itu tidak hanya membatasi alokasi gaji untuk pemain, melainkan seluruh anggota skuat mulai dari pelatih hingga para staf pelatih.

Dalam pelaksanaannya, La Liga akan menetapkan batas gaji yang berbeda untuk setiap klub. Batasan itu ditetapkan setelah La Liga menganalisa performa finansial dari masing-masing klub.

La Liga menginginkan Barcelona hanya mengalokasikan dana untuk gaji sebesar 383 juta euro di musim ini. Padahal, Barcelona di musim lalu mengalokasikan dana 671 juta euro.

Alhasil, klub-klub La Liga harus menyesuaikan diri. Jika tidak, klub tidak bisa mendaftarkan pemain baru yang didatangkan di bursa transfer musim panas ini.

Itulah peraturan yang membuat Barcelona tidak bisa memperpanjang kontrak Messi. Pasalnya, alokasi gaji pemain Barcelona masih di luar batas yang ditetapkan La Liga.

"Barcelona telah melampaui alokasi gaji mereka," kata CEO La Liga, Javier Tebas seperti dilansir Optus.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ogah Mengutak-atik

Lionel Messi Pisah dengan Barcelona
Perbesar
Penyerang Barcelona Lionel Messi mengangkat trofi Liga Spanyol usai memenangkan gelar liga ke-26 mereka setelah pertandingan melawan Levante di stadion Camp Nou di Barcelona pada 27 April 2019. Belum diketahui ke mana Messi akan berlabuh pada musim panas ini. (AFP/Pau Barrena)

Tebas sendiri sudah bersikukuh tidak akan melonggarkan aturan demi Messi dan Barcelona. Pernyataan itu diucapkannya pada Juni lalu.

"Peraturan harus ditegakkan. Kami tidak akan mengubahnya. Kami tidak akan membuat pengecualian untuk Messi," kata Tebas.

"Pengurangan gaji yang dilakukan Barcelona sudah di trek yang benar, tetapi tidak akan ada peraturan spesial untuk mereka, ujarnya menambahkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Lakukan Segala Cara

Barcelona sebetulnya sudah melakukan segala cara agar kontrak Messi bisa diperpanjang. Mereka antara lain menjual beberapa pemain seperti Junior Firpo dan Francisco Trincao di bursa musim ini.

Sayangnya hal itu masih jauh dari kata cukup. Pasalnya, Barcelona belum bisa menjual pemain yang bergaji besar seperti Antoine Griezmann, Jordi Alba, dan Philippe Coutinho.

Padahal, penjualan pemain-pemain itu diprediksi bisa mengurangi beban keuangan Barcelona. Klub pun bisa memperpanjang kontrak Messi plus mendaftarkan para pemain baru seperti Aguero, Depay, dan Eric Garcia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya