Kolaps Saat di Euro 2020, Striker Barcelona: Saya Kira Eriksen Meninggal Dunia

Oleh Luthfie Febrianto pada 02 Agu 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 12:00 WIB
Foto Piala Eropa: Christian Eriksen Kolaps, Laga Denmark Kontra Finlandia Dihentikan dan Resmi Ditunda
Perbesar
Bahkan peluang Christian Eriksen pun yang melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti berhasil dibendungnya pada menit ke-19. (Foto: Friedemann Vogel/Pool)

Liputan6.com, Barcelona - Kolapsnya gelandang Denmark, Christian Eriksen menjadi salah satu momen yang memancing perhatian publik di Euro 2020 / 2021. Pemain klub Inter Milan itu tiba-tiba kolaps tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Rekan Eriksen di timnas Denmark, Martin Braithwaite mengenang saat-saat kolapsnya Eriksen. Striker Barcelona itu mengakui sempat menyangka Eriksen telah tiada.

"Ada satu momen saya melihat wajahnya dan dia telah tiada," ujar Braithwaite seperti dilansir Marca.

"Ketika Anda melihat tubuh orang yang meninggal, Anda tidak punya keraguan lagi," katanya menambahkan.

Dalam pemeriksaan rumah sakit, Eriksen diketahui terkena serangan jantung. Simpati kemudian berdatangan dari para pemain lain sepanjang Euro 2020 yang baru saja berlalu Juni lalu.

Usai menerima perawatan rumah sakit, nyawa Eriksen tertolong. Ia pun kini tengah bersiap untuk merumput kembali bersama Inter Milan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peristiwa Terburuk

Wajah Kecewa Pemain Denmark Gagal ke Final Euro 2020
Perbesar
Ekspresi pemain Denmark, Martin Braithwaite (kanan) dan Pierre-Emile Hojbjerg usai pertandingan melawan Inggris pada semifinal Euro 2020 di stadion Wembley di London, Kamis (8/7/2021). Inggris akan bertemu Italia di babak final. (Laurence Griffiths/Pool Photo via AP)

Ia pun mengakui kolapsnya Eriksen merupakan mimpi buruk bagi para pemain Denmark lainnya. Menurutnya, peristiwa naas itu mengejutkan banyak pihak,

"Saya telah mengalami salah satu situasi terburuk dalam hidup saya," kata Braithwaite.

"Apa yang seharusnya menjadi turnamen olahraga terbesar dalam sejarah Denmark, malah menjadi mimpi buruk," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hanya Bisa Berdoa

Lebih lanjut, Braithwaite mengaku saat itu ia hanya bisa berdoa. Menurutnya, cuma hal itulah yang bisa dilakukan.

"Ketika saya melihat itu, saya mulai berdoa. Saya merasa hanya itulah hal yang bisa saya lakukan. Kembali ke Tuhan," katanya mengakhiri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Barcelona di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya