Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada Pekerja Wanita, Staf Olimpiade Tokyo Ditangkap

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 19 Jul 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 19 Jul 2021, 16:10 WIB
logo olimpiade
Perbesar
Logo Olimpiade. (AFP/Raphael Alves)

Liputan6.com, Jakarta Polisi menangkap seorang mahasiswa asal Uzbekistan, Minggu (18/7/2021) karena dicurigai telah memperkosa seorang wanita Jepang saat keduanya bekerja paruh waktu di Stadion Nasional untuk Olimpiade Tokyo mendatang.

Dilansir dari The Mainichi, Davronbek Rakhmatullaev, 30, yang bertugas sebagai staf penyedia makanan kepada pers, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap wanita berusia 20-an di kursi dan di lorong di venue sekitar pukul 9 malam. Jumat waktu setempat, kata polisi.

Namun, tersangka telah membantah tuduhan itu. Keduanya belum pernah bertemu sebelum kejadian itu.

Wanita itu melapor ke polisi pada hari Sabtu bahwa dia diperkosa oleh tersangka setelah mereka menonton latihan upacara penutupan Olimpiade di stadion.

Tersangka masuk ke Jepang pada tahun 2014 dan saat ini sedang cuti dari sebuah universitas di Prefektur Aichi, Jepang tengah, kata polisi. Dia diyakini telah tinggal di sebuah hotel di Tokyo untuk pergi bekerja di stadion.

Simak Video Menarik Berikut Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pelecehan Rasialisme

Logo Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020
Perbesar
Logo Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020

Sebelumnya, dikabarkan tim Olimpiade Tokyo 2021 Jerman cabang olahraga sepak bola meninggalkan lapangan lima menit sebelum laga selesai pada pertandingan pemanasan melawan Honduras.

Keputusan diambil karena diduga terjadi karena pelecehan rasialisme pada bek Jordan Torunarigha.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemanasan

Medali Olimpiade Tokyo 2020
Perbesar
Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019). Medali yang didesain Junichi Kawanishi itu berdiameter 85 mm dan dihiasi gambar dewi Yunani, Nike serta logo Olimpiade. (Behrouz MEHRI/AFP)

Cabang olahraga sepak bola di Olimpiade Tokyo dijadwalkan berlangsung lebih cepat, yakni pada 21 Juli. Tim Jerman melakukan pertandingan pemanasan untuk persiapan jelang laga vs Brasil.

"Ketika salah satu pemain kami dilecehkan secara rasial, melanjutkan permainan bukanlah sebuah pilihan," ungkap pelatih tim Olimpiade Jerman, Stefam Kuntz.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kesal

"Sulit untuk menerimanya, dia sangat kesal karena dia mengatakan berulangkali dilecehkan secara rasial. Bagi kami jelas, ini melanggar nilai-nilai, kami tidak bisa mentolerirnya," katanya.

"Kami sepenuhnya melindungi pemain. Setelah situasi sedikit tenang, seluruh tim Honduras mendatangi bangku cadangan dan meminta maaf. Itu adalah akhir dari masalah kami."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keputusan Tepat

Kapten Jerman Maximilian Arnlod mengatakan bahwa tim bisa saja membawa masalah ini lebih lanjut. Tapi tim memutuskan tidak melakukan itu. "Kami membuat pernyataan yang benar, kami membuat keputusan yang tepat dan bertindak dengan benar," katanya dilansir dari The Guardian.

"Itu juga keinginan Jordan. Dia mengatakan bahwa kita harus berhenti saja." tambahnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis

Infografis Olimpiade Tokyo 2020
Perbesar
Infografis Olimpiade Tokyo 2020. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya