Jadi Korban Rasisme Usai Inggris Gagal Juara Euro 2020, Jadon Sancho Akhirnya Angkat Bicara

Oleh Liputan6.com pada 15 Jul 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 15 Jul 2021, 16:00 WIB
Timnas Inggris
Perbesar
Bukayo Saka, Jadon Sancho, dan Marcus Rashford menjadi korban rasialisme online setelah gagal mengeksekusi tendangan penalti untuk Timnas Inggris di final Euro 2020. (AFP/Laurence Griffiths)

Liputan6.com, Jakarta Jadon Sancho akhirnya angkat bicara seputar teror rasialisme yang menyerangnya usai final Euro 2020 / 2021. Dalam laga krusial tersebut, Sancho yang mendapat tugas sebagai salah satu algojo penalti Three Lions gagal mencetak gol sehingga timnya akhirnya kalah dengan skor 2-3 dari timnas Italia. 

"Saya ingin meminta maaf kepada semua rekan setim, staf pelatih, dan penggemar yang saya kecewakan. Ini adalah perasaan terburuk yang pernah saya rasakan, bahkan sulit bagi saya untuk mengungkapkan perasaan ini dengan kata-kata," ujar Jadon Sancho dalam unggahan Instagram-nya, Rabu (14/7/2021).

Meski demikian, Sancho tetap ingin agar pihak-pihak yang menunjukkan perilaku rasisme kepada dirinya, Marcus Rashford, dan Bukayo Saka, memberikan pertanggungjawaban.

"Saya tidak akan mengabaikan perilaku rasisme yang menimpa saya, Marcus, dan Bukayo setelah pertandingan. Sebagai kelompok masyarakat, kita perlu bertindak lebih baik dan meminta pertanggungjawaban dari orang-orang (pelaku rasisme) ini," tulisnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mengejar Mimpi

Jadon Sancho dan Pemain Muda Bertalenta Timnas Inggris
Perbesar
1. Jadon Sancho (20 tahun) - Pemain Borussia Dortmund ini menjadi incaran banyak klub Eropa di bursa transfer berkat penampilam impresifnya. Jadon Sancho tercatat telah menyumbangkan tiga gol dan empat asists dari 17 laganya untuk timnas Inggris. (AFP/Nick Potts/pool)

Dalam unggahan yang sama, Sancho juga menekankan bahwa kebencian tidak akan pernah menang. Oleh karena itu, Sancho mengajak semua orang yang pernah mengalami hal serupa untuk terus mengejar mimpi.

Sebelumnya, pemain yang baru bergabung dengan Manchester United tersebut bertugas mengeksekusi tendangan penalti ketiga Inggris dalam laga final Euro 2020. Sayangnya, tendangan tersebut berhasil diamankan oleh Gianluigi Donnarumma.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kalah Adu Penalti

Selain Sancho, Rashford dan Saka juga tercatat gagal mengeksekusi tendangan penaltinya. Akibatnya ketiga pemain terus menerima perilaku rasisme dan ujaran kebencian yang tak terkait dengan performa mereka.

Marcus Rashford lebih dulu angkat bicara melalui caption panjangnya di media sosial. Rashford mengaku bahwa ia akan mampu menerima kritik yang menyangkut penampilannya. Akan tetapi, ia tak mau menerima ujaran kebencian terkait identitas rasnya.

Penulis: Melinda Indrasari

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya