Kemenpora Bantu Kembangkan Pariwisata Olahraga

Oleh Liputan6.com pada 09 Jul 2021, 13:15 WIB
Diperbarui 09 Jul 2021, 16:24 WIB
Berani Trek Menantang? IKuti Bromo Marathon 2016!
Perbesar
Sport Tourism bertajuk Bromo Marathon 2016 yang bakal digulirkan tanggal 4 September 2016.

Liputan6.com, Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga atau Kemenpora melakukan sinergitas bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan menggelar webinar pada Kamis (8/7/2021). Tujuannya semakin mengembangkan sports Tourism atau pariwisata olahraga di Indonesia. Kegiatan yang bisa disaksikan lewat zoom dan youtube PPON Kemenpora itu diikuti sebanyak 5.640 peserta. 

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Faisal Abdullah menyatakan, kegiatan ini program kedua prioritas kemepora. Pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan memiliki daya saing. Tujuan kegiatan ini meningkatkan wawasan di bidang wisata olahraga. "Peserta terdiri dari pelahar, mahasiswa, dan masyarakat umum dan berasal dari berbagai provinsi di Indonesia," katanya dalam webinar. 

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta menyebutkan adanya lebih dari 5 ribu peserta bisa menyimak betul soal sport tourism. "Semoga diawali dengan minat dan niat ini ada banyak jalan anak muda Indonesia mengembangkan jalan pariwisata terutama melalui olahraga," harapnya.

Raden melanjutkan sport tourism itu olahraga yang dikemas dengan cara tertentu untuk mempromosikan pariwisata. Sport tourism saat ini laku keras di beberapa negara. "Peluang Indonesia yang presentasenya kecil saat ini bisa menjadi besar. Untuk besar kita harus bisa menangkap peluang dan tantangan," bebernya.

Saksikan Video Menarik Berikut ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sandiaga

Webniar Kemenpora soal Sports Tourism
Perbesar
Webniar Kemenpora soal Sports Tourism

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menuturkan, acara ini menjadi penyemangat di saat pandemi. saya yakin dengan kita bersatu padu anak anak muda kita semangat.untuk bangkitkan semuanya. Salam olahraga, jaya, jaya, jaya," sebut Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, di situasi saat ini tidak berhenti untuk selalu adaptasi. "Saya sendiri penggiat sport tourism di beberapa.cabang seperti basket, atletik, renang. Menurut saya ada sisi-sisi yang sangat luas untuk membangun bangsa dari sport tourism," bebernya.

Sandiaga melanjutkan, wisata olahraha meningkat secara signifikan. "Definisinya adalah semua bentuk keterlibatan aktif maupun pasif dalam kegiatan olahraga. Rekreasi salah satunya. Kegiatan seperti marathom yang terbuka untuk umum. Berpergian tempat tinggal asal ke tempat event yang memiliki sentra ekonomi kreatif," paparnya.

Berdasarkan data UNWTO (United Nations World Tourism Organization), wisata olahraga merupakan sektor pariwisata yang mengalami peningkatan secara signifikan. "Di Indonesia, pertumbuhannya bisa mencapai Rp19 triliun pada 2024. Ayo ambil peluang di sektor pariwisata berbasis olahraga," ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Destinasi

Di masa pandemi covid, banyak wisatawan yang memilih skala kecil dan aktivitas outdoor yang didorong dengan meningkatkan wisatawan yang peduli akan kesehatan, kebersihan, dan keselamatan," katanya.

Menurutnya, keterkaitan destinasi wisata dengan olahraga ini sangat erat. pihaknya memiliki lima destinasi super prioritas yang di arahakan oleh Presiden Joko Widodo sebagai pengembangan sport tourism. Yaitu, Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. 

Masing-masing memiliki event olahraganya tersendiri. Seperti di Danau Toba ada sepeda dan marathon. Lalu di Candi Borobudur ada seperti panahan dan nantinya juga akan dibuat Quadrathlon yang mencakup empat cabang seperti berkuda, lari, renang dan memanah.

Sandiaga menuturkan, setiap destinasi harusnya mencoba untuk menambah kearifan lokal. Karenanya, dia mengingatkan para pemuda bisa menemukan dan mencari apa saja kearifan lokal di tempat asalnya yang menjari pembeda. "Harus ada pengalaman otentik dan unik untuk menarik wisatawan. Kita bukan hanya bisa menonton tapi berpartisipasi," ucapnya.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat sebagai keharusan dan keniscayaan supaya bisa menakan laju pandemi Covid-19. "Kami sudah terbitkan panduan penyelenggaraan kegiatan mulai dari olahraga dan kepemudaan lain yang mengacu pada standar kami," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya