Dari Sisi Lapangan, Samuel Reimas Malah Bersinar sebagai Kiper

Oleh Dewi Divianta pada 23 Jun 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 24 Jun 2021, 04:42 WIB
Samuel Reimas, Penjaga Gawang Milik Bali United
Perbesar
Samuel Reimas, Penjaga Gawang Milik Bali United (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar Siapa yang tidak kenal penjaga gawang milik Bali United, Samuel Reimas. Eks pemain Persebaya Surababaya itu ternyata punya cerita menarik dalam perjalanan karier sepak bolanya.

Semasa kecil biasa menyisir sisi lapangan sebagai winger. 

"Lucunya dulu saya main sayap kanan nama timnya Forester FC. Dulu saya paling muda di tim itu," katanya saat berbincang dengan Liputan6.com usai menjalani Tour De Java bersama Bali United, Selasa (22/6/2021).

Reimas bercerita, tidak ada Sekolah Sepak Bola (SSB) seperti kebanyakan di kota-kota besar di Indonesia saat masih kecil di Papua. Akibatnya, persaingan bagi anak-anak yang ingin menjadi pemain sepak bola sangat ketat. 

"Kita main bola setiap sore di lapangan dekat rumah. Saya bermain bola untuk mengikuti turnamen di kota saya saat masih duduk di bangku SMA kelas 1," ungkapnya.

Ia melanjutkan, pada saat itu dirinya berkesempatan ketemu kolega ayahnya yang bernama Edo Sahetapi. Dari situ dia masuk di Forester FC dan bersaing dengqn anak-anak berbakat dari Papua lainnya.

"Karena kita di Papua masih kecil susah banget dapat kesempatan main lebih banyak senior yang main. Tapi saya malah dapat kesempatan untuk bermain di posisi kiper. Pelatih kiper dan senior yang meminta saya jadi penjaga gawang kaka Meksen Buji. Dialah yang orang pertama yqng membuat saya menjadi penjaga gawang," ujar Reimas.

Gaji Pertama dari Sepak Bola Sebesar Rp250 Ribu

Karena saat itu dirinya pemain paling muda, maka dia dijadikan penjaga gawang orester FC. "Saya paling muda dan tidak ada pilihan saya harus jadi kiper. Mulai saat itu saya menjadi kiper sampai sekarang," kenangnya.

Sebelum berlabuh di Bali United, ia pernah membela Perseru Serui dan mengantarkan Persebaya Surabaya promosi ke liga 1 tahun 2018. Reimas mengaku sangat bersyukur bisa berkarier dalam sepak bola Indonesia meski gaji pertama yang diterima sebesar Rp250 ribu rupiah.

"Dapat gaji pertama Rp250 ribu senang sekali waktu itu. Saya bisa sampai seperti sekarang ini karena ayah angkat saya di Surabaya namanya Hendrik Piter. Dialah orang yang paling nerjasa dalam karier sepak bola saya," ucap dia.

"Saya masih inget waktu itu dapat gaji Rp250 ribu, ditanya senang ya pasti senang banget," tutur dia.

Juara Liga 2 dan Liga 1

Pria kelahiran Sorong 11 September 1992 itu berharap sepak bola Indonesia ke depannya lebih maju dan berkembang pesat. Ia menceritakan hal yang paling berkesan sepanjang kariernya adalah saat dirinya mampu membawa Persebaya tengah berjuang untuk promosi ke Liga 1 pada tahun 2018.

"Saat itu bisa berjuang dari nol yang saya benar-benar berjuang untuk dapatkan apa yang saya cita-citakan," katanya.

"Saya bangga pernah menjadi bagian dari tim yang berjuang untuk bertahan di liga dan akhirnya lolos dari degradasi. Ikut membawa tim juara liga 2 (Persebaya) dan juara liga 1 (Bali United). Saya sangat beruntung karena banyak orang yang butuh berkarier puluhan tahun untuk bisa juara liga dan Tuhan bisa berikan saya kesempatan itu," tutur Reimas.

Saksikan Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓