Yussuf Poulsen, Anak Pelaut Muslim yang Bersinar di Euro 2020 / 2021

Oleh Thomas pada 22 Jun 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 18:00 WIB
Piala Eropa 2020 Denmark Melawan Belgia
Perbesar
Selebrasi pemain Denmark,Yussuf Poulsen usai menjebol gawang Belgia dalam pertandingan Grup B Piala Eropa 2020 di Parken stadium, Denmark, Kamis (17/6/2021). (Foto: AP/Pool/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta- Denmark secara dramatis berhasil lolos ke 16 besar Euro 2020 / 2021. Tim Dinamit mengunci tiket setelah menang telak 4-1 atas Rusia di laga Grup B pada Selasa (22/6/2021) dinihari WIB.

Kemenangan atas Rusia menjadi raihan tiga angka perdana Denmark di Piala Eropa 2020 / 2021. Di dua laga sebelumnya Simon Kjaer dan kawan-kawan selalu kalah.

Namun berkat pesta gol ke gawang Rusia, Denmark berhasil lolos ke 16 besar dengan menjadi runner-up Grup B mendamping Belgia yang jadi juara grup.

Denmark menyalip Finlandia dan Rusia yang juga sama-sama mengoleksi tiga poin. Penyerang Yussuf Poulsen menjadi pahlawan Denmark di Euro 2020.

Poulsen sudah membuat dua gol di Euro 2020. Penggawa Red Bull Leipzig itu merupakan pemain tersubur timnas Denmark selama Piala Eropa 2020.

 

 

Kisah

Euro 2020 Denmark vs Belgia
Perbesar
Penyerang Denmark, Yussuf Poulsen berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Belgia pada laga Grup B Euro 2020 di Parken Stadium, Kamis (17/6/2021) atau Jumat dini hari WIB. Denmark harus mengakui keunggulan Belgia 1-2 dan terancam tersingkir cepat dari Piala Eropa 2020. (Wolfgang Rattay, Pool via AP)

Nama Yussuf Poulsen sudah mulai dikenal publik saat Piala Dunia 2018. Ketika itu Poulsen juga tampil bagus bersama timnas Denmark.

Perjalanan hidup Poulsen ternyata cukup berliku. Dia merupakan putra dari seorang wanita asli Denmark dan pria Tanzania. Ayah Poulsen beragama Islam sehingga penggawa Red Bull Leipzig ini memiliki nama depan Yussuf. Namun Poulsen sendiri hingga saat ini tak pernah mengungkapkan secara terbuka agama yang dianutnya.

Ayah Poulsen bukan orang berada. Dia bekerja di kapal kontainer yang kerap bolak-balik Muhenza dan Denmark sebelum akhirnya menetap di Kopenhagen.

Sayangnya Poulsen kecil hanya sebentar merasakan kasih sayang dari sang ayah. Ayah Poulsen meninggal dunia saat pemilik tinggi 193 cm itu baru berusia enam tahun karena sakit kanker.

Ayah

Meski meninggalkan Poulsen di usia belia, sang ayah meninggalkan warisan berharga bernama sepak bola. Ya, Poulsen pertama kali mengenal sepak bola dari ayahnya.

"Dia yang membawa saya ke sepakbola untuk pertama kalinya, dan dia memainkan permainan," kata Poulsen tahun 2015 lalu. Untuk menghormati jasa besar ayahnya, Poulsen memilih mengganti nama di kaos tandingnya menjadi Yurary.

Karena ayahnya berasal dari Tanzania, Poulsen sebenarnya juga bisa memperkuat negara Afrika tersebut. Namun untuk karier internasional, Poulsen lebih memilih membela negara asal ibunya, Denmark.

Infografis

Infografis Serba-Serbi Pesta Sepak Bola Euro 2021
Perbesar
Infografis Serba-Serbi Pesta Sepak Bola Euro 2021 (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Menarik Ini

Lanjutkan Membaca ↓