Kasus Pertama Covid-19 dari Atlet Luar Negeri di Olimpiade Tokyo Terdeteksi

Oleh Harley Ikhsan pada 20 Jun 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 20 Jun 2021, 17:00 WIB
logo olimpiade
Perbesar
Logo Olimpiade. (AFP/Raphael Alves)

Liputan6.com, Tokyo - Alarm berbunyi jelang penyelenggaraan Olimpiade 2020 pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Salah satu anggota kontingen dari Uganda positif Covid-19.

Rombongan Uganda, yang beranggotakan sembilan orang, termasuk petinju, pelatih, dan ofisial, mendarat di Bandara Narita Tokyo, Sabtu (19/6/2021). Mereka menjadi tim kedua yang tiba di Jepang setelah tim sofbol putri Australia pada 1 Juni.

Namun, salah satu delegasi negara Afrika itu dinyatakan positif selama pemeriksaan di bandara. Yang bersangkutan kemudian menjalani karantina mandiri di gedung fasilitas pemerintah dengan rekan-rekannya pergi ke Osaka untuk melanjutkan persiapan.

"Orang itu telah diisolasi berdasarkan peraturan," kata petugas operasional Olimpiade Tokyo Hidemasa Nakamura, dikutip AFP.

Seluruh anggota rombongan Olimpiade pertama Uganda ini telah divaksinasi dan dites negatif Covid-19 di negara asal sebelum berangkat ke Jepang.

Semula mereka dijadwalkan tiba pada 16 Juni. Namun, penerbangan mereka dibatalkan menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Uganda.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus Pertama

Medali Olimpiade Tokyo 2020
Perbesar
Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019). Medali yang didesain Junichi Kawanishi itu berdiameter 85 mm dan dihiasi gambar dewi Yunani, Nike serta logo Olimpiade. (Behrouz MEHRI/AFP)

Ini adalah kasus pertama yang menunjukkan hasil tes positif Covid-19 di antara kedatangan kontingen Olimpiade dari luar negeri.

Pekan lalu penyelenggara merilis pedoman pencegahan penyebaran virus untuk para atlet sebagai bagian dari upaya mereka untuk menyelenggarakan Olimpiade dengan aman di tengah pandemi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pembahasan Penonton

Logo Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020
Perbesar
Logo Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020

Penyelenggara akan menggelar pertemuan virtual bersama pemerintah untuk membahas jumlah penonton domestik yang diizinkan hadir di venue pertandingan. Saat ini batasan 10 ribu orang.

Panitia juga mempertimbangkan menetapkan batas jumlah penonton, termasuk tamu dan ofisial, pada upacara pembukaan 23 Juli mendatang sebesar 20 ribu orang.

Sebelumnya penyelenggara sudah melarang kehadiran penonton dari luar negeri.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓