Heboh Ronaldo Singkirkan Minuman Sponsor Euro 2020, Bagaimana Sih Aturan Mainnya?

Oleh Marco Tampubolon pada 17 Jun 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 12:30 WIB
FOTO: Diogo Jota Cetak Brace, Portugal Ditahan Imbang Serbia 2-2 - Cristano Ronaldo
Perbesar
Striker Portugal, Cristiano Ronaldo tampak kecewa usai Serbia mencetak gol dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa Grup A di Rajko Mitic Stadum, Belgrade, Sabtu (27/3/2021). Portugal bermain imbang 2-2 dengan Serbia. (AFP/Pedja Milosavljevic)

Liputan6.com, Jakarta Cristiano Ronaldo membuat heboh di Euro 2020 / 2021. Bukan hanya lewat penampilannya yang menghadirkan rekor baru, tapi juga lewat aksinya meenyingkirkan dua botol minuman Coca-Cola dari meja jumpa pers usai pertandingan timnas Portugal melawan Hongaria, Selasa (15/6/2021) lalu. 

Dalam kesempatan itu, Ronaldo tampak menjauhkan dua botol minuman bersoda itu dari hadapannya. Dengan wajah yang tampak kesal, dia kemudian mengacungkan botol air mineral ke arah kamera. 

Aksi Ronaldo kemudian diikuti oleh pemain Italia, Manuel Locatelli. Gelandang yang tampil memukau saat Italia menekuk Swiss 3-0 itu juga ikut menyingkirkan dua botol Coca-Cola dari hadapannya. Padahal minuman berkarbonasi itu merupakan sponsor resmi Euro 2020 / 2021. 

UEFA semakin kelimpungan karena gelandang Timnas Prancis, Paul Pogba juga melakukan hal yang sama. Bedanya, pemain Manchester United itu memilih untuk menyingkirkan botol bir Haneiken. Sama halnya seperti Coca-Cola, minuman beralkohol asal Belanda itu juga bagian dari sponsor Euro 2020.

Akibat kejadian ini, saham Coca-Cola sempat anjlok hingga 4 Miliar USD. Padahal perusahaan asal Amerika Serikat ini tentu sudah mengeluarkan uang banyak untuk jadi sponsor Euro 2020 / 2021. Kelakuan Ronaldo, Pogba, dan Locatelli, juga semakin menunjukkan lemahnya upaya UEFA dalam mengendalikan perilaku para pemain-pemain elite terhadap produk yang menjadi sponsor acara. 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Komentar Ahli

Paul Pogba, Antinio Rudiger
Perbesar
Gelandang Prancis Paul Pogba (kiri) berbincang-bincang dengan Antinio Rudiger pada laga Grup F Euro 2020 di Allianz Arena, Rabu (16/6/2021) dini hari WIB. (AFP/Matthias Hangts)

Nah, Marca telah berbicara dengan sejumlah ahli di bidang sponsorship olahraga terkait pandangan mereka terkait aksi Ronaldo dan Pogba. "Jika itu di US (Amerika Serikat), kejadian seperti ini kemungkinan tidak akan terjadi," ujar Carlos Canto, CEO dari konsultan SPSG. 

"Jika sesuatu seperti ini terjadi di NFL atau NBA, pemain akan kena hukuman. Mereka memiliki aturan yang ketat, Anda tidak bisa melakukan hal seperti itu," beber Canto menambahkan. "Ada tiga pihak yang terdampak, yakni Coca-Cola, Cristiano Ronaldo, dan UEFA," katanya menjelaskan. 

Menurut Canto, UEFA perlu memberikan perlindungan kepada sponsor untuk menghindari kejadian seperti ini. "Jika saya adalah Coca Cola, saya akan segera menelepon [UEFA] untuk mengatakan, 'Anda harus melindungi saya'," kata Canto.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Komentar Lainnya

Sementara itu, menurut pandangan Cinto Arjam, pendiri CA Sports Marketing, tindakan Ronaldo telah menjadi preseden berbahaya di semua konferensi pers.

"Masalahnya bukan tentang Cristiano [Ronaldo]," kata Arjam. "Ini tentang jika Cristiano melakukannya dan tidak ada yang terjadi, mengapa [Antoine] Griezmann atau [Sergio] Busquets tidak melakukannya?" ujarnya. 

"Di antara mereka ada sponsor dan masing-masing tim nasional harus memenuhi komitmen sponsor." 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓