Bola Ganjil: Spesialis Menyelamatkan Diri dari Lubang Jarum

Oleh Harley Ikhsan pada 13 Jun 2021, 00:30 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 00:30 WIB
ilustrasi bola ganjil
Perbesar
Simak aksi Coventry City menyelamatkan diri dari jeratan degradasi pada laga terakhir kompetisi dalam 13 kesempatan. (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Konsistensi jadi kunci untuk meraih prestasi dalam ajang olahraga musiman. Siapa yang meraih kemenangan paling banyak hampir pasti jadi juara.

Namun, nasib mereka kadang ditentukan satu laga. Pertandingan penentu yang kemudian mendapat label final. Membuat lebih dramatis, partai itu terjadi di pekan pamungkas.

Dalam hal ini kisah Coventry City layak diceritakan. Konteksnya memang tidak bicara gelar. The Sky Blues tercatat tidak pernah merebut trofi bergengsi sepanjang eksistensi 137 tahun.

'Capaian' klub sepak bola asal Inggris tersebut adalah selamat dari jeratan degradasi. Yang membuat kinerja mereka istimewa, Coventry City bukan melakukannya sekali dua kali.

Mereka sukses lolos dari lubang jarum dalam 13 kesempatan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Aksi Menyelamatkan Diri

ilustrasi BOLA GANJIL
Perbesar
ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Aksi dramatis Coventry City menyelamatkan diri terjadi pada musim 1921/1922. Ketika itu bernaung di Divisi II, mereka bersaing dengan Blackpool dan Bristol City agar tidak mengikuti Bradford terjerembab ke kasta yang lebih rendah.

The Sky Blues hanya unggul tipis atas kedua rival, yakni berupa selisih gol. Mereka menghadapi Crystal Palace di partai pamungkas. Blackpool bersua West Ham United dengan Bristol City meladeni Stoke City.

Coventry City berkeringat dingin menunggu nasib setelah hanya bermain 1-1. Kabar buruk datang ketika Blackpool sukses membekuk West Ham 3-1. Beruntung Bristol City tidak berdaya menghadapi Stoke City dan tumbang 0-3.

Patut diketahui saat itu hanya dua tim yang tergusur. Coventry City akhirnya lolos berkat keunggulan satu angka atas rival.

Selain 1921/1922, aksi Coventry City lain hadir pada 1967/1968, 191968/1969, 1976/1977, 1980/1981, 1983/1984, 1984/1985, 1985/1986, 1991/1992, 1995/1996, 1996/1997, 2007/2008, dan 2014/2015.

Sebanyak 10 di antaranya terjadi di kasta tertinggi. Termasuk tiga musim beruntun di pertengahan 1980-an.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gol Menit Akhir

ilustrasi BOLA GANJIL
Perbesar
BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Momen paling dramatis hadir pada 1983/1984. Coventry punya poin sama dengan Birmingham City dan Stoke City memasuki pekan pamungkas. Ketiganya coba menghindari Notts County dan Wolverhampton Wanderers yang sudah terlebih dahulu terdegradasi.

Pada hari penentu, Birmingham City ditahan Southampton dengan Stoke City menghajar Wolverhampton 4-0. Coventry sendiri menaklukkan Norwich City 2-1 berkat gol menit akhir David Bennett.

The Sky Blues sempat memimpin melalui Michael Ferguson sebelum disamakan John Deehan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Absen di Kasta Tertinggi

ilustrasi Sepak Bola
Perbesar
ilustrasi Sepak Bola (Liputan6.com/Abdillah)

Coventry City saat ini masih berkutat di Divisi II. Mereka sempat turun ke DIvisi IV dan terakhir kali bersaing di level tertinggi pada 2000/2001.

The Sky Blues mampu bersaing melawan kekuatan raksasa di akhir abad ke-20 berkat kehadiran nama-nama seperti Dion Dublin, Gary McAllister, Robbie Keane, hingga Craig Bellamy.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓