Van Gaal Dukung Ronald Koeman Ubah Formasi 4-3-3 Barcelona: Sudah Kuno

Oleh Defri Saefullah pada 06 Jun 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 06 Jun 2021, 16:00 WIB
Koeman
Perbesar
Ronald Koeman perna jadi asisten Louis van Gaal di Barcelona (Dok Barcelona)

Liputan6.com, Amsterdam- Louis van Gaal memberi pendapatnya soal formasi Barcelona yang diubah Ronald Koeman musim lalu. Koeman tak lagi memakai pakem 4-3-3 tapi mengubahnya menjadi 3-5-2 dimana dua winger diisi full back.

Louis Van Gaal, yang dikenal sebagai salah satu pengguna formasi 4-3-3, setuju Koeman ubah formasi Barcelona. Menurut dia, formasi itu sudah kuno dan berakhir eranya.

Van Gaal sukses dengan formasi 4-3-3 di Ajax dan Barcelona. Namun di tahun-tahun terakhir, dia menggunakan formasi 3-5-2 atau 5-3-2.

"Formasi 4-3-3 membawa DNA Ajax, dengan pemain klasik di sayap dan tim selalu menyerang, tapi itu tak lagi berhasil," kata Van Gaal seperti dikutip Marca.

"5-3-2 adalah metode yang akan digunakan Frank de Boer di Euro 2020. Semakin lama saya melatih, semakin banyak saya belajar sistem itu," mantan pelatih asal Belanda itu menambahkan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Komplet

Foto Liga Spanyol: Ansu Fati Kembali Cetak Gol, Barcelona Hajar Celta Vigo 3-0
Perbesar
Pemain Barcelona merayakan gol yang dicetak Sergi Roberto ke gawang Celta Vigo pada laga lanjutan Liga Spanyol di Stadion Balaidos, Jumat (2/10/2020) dini hari WIB. Barcelona menang 3-0 atas Celta Vigo. (AFP/Miguel Riopa)

Louis van Gaal menilai formasi 5-3-2 sebagai formasi yang komplet. Formasi ini disebutnya bisa membuat tim lebih seimbang

"Dengan 5-3-2, Anda bisa menyerang, Anda bisa bertahan. Anda bisa menyerang lawan di area manapun," ujarnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kegagalan Man City

FOTO: Reaksi Skuat Manchester City Usai Gagal Menjuarai Liga Champions
Perbesar
Para pemain Manchester City tampak kecewa usai ditaklukkan Chelsea pada laga final Liga Champions di Stadion Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021). City takluk dengan skor 1-0. (Jose Coelho/Pool via AP)

 

Van Gaal juga mencontohkan kegagalan Manchester City dalam menjuarai Liga Champions. Dia mengatakan kolektivitas dibandingkan permainan individu.

"Sangat luar biasa bagaimana Chelsea menang dengan pelatih Thomas Tuchel. Saya prediksi City tak akan menang karena Guardiola terus menyerang, ada DNA Ajax tapi ini semua soal keseimbangan," ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peringkat Akhir Klasemen La Liga

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Video Menarik

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya