Permainan Arthur Irawan di Piala Menpora 2021 Sudah Sesuai dengan Taktik Dejan

Oleh Liputan6.com pada 22 Apr 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 07:30 WIB
Taklukkan Bali United, PS Sleman ke Perempat Final Piala Menpora 2021
Perbesar
Pemain PS Sleman,Arthur Daniel Irawan menghalau bola dalam pertandingan perempat final Piala Menpora 2021 melawan Bali United di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Senin (12/4/2021). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Liputan6.com, Jakarta Nama bek PSS Sleman Arthur Irawan mendadak ramai diperbincangkan di media sosial usai tim yang dibelanya gagal melaju ke final Piala Menpora 2021 karen didepak Persib Bandung. 

Padahal permainan Arthur Irawan sudah sesuai dengan taktik dari pelatih Dejan Antonic saat PSS Sleman melawan Persib Bandung pada leg kedua semifinal Piala Menpora 2021. Dalam laga itu, Arthur Irawan bermain tidak di posisi aslinya yaitu bek sayap. Pemain berusia 28 tahun itu dipercaya bermain di posisi penyerang sayap.

Menurut pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni, tentu ada alasan dari pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, menurunkan Arthur Irawan di penyerang sayap. Salah satu indikatornya adalah bek-bek sayap PSS Sleman termasuk Arthur Irawan cukup aktif melakukan overlap.

"Pemain yang bermain di pinggir entah itu bek sayap atau penyerang sayap di sepak bola modern dituntut harus bisa memainkan peran ganda, bisa bertahan dan menyerang," ujar Kusnaeni. 

"Coba lihat bek-bek sayap Liverpool dan mereka ada bek-bek modern. Kalau lagi menyerang sangat agresif dan bisa juga membantu pertahanan. Pelatih-pelatih di Eropa sudah tidak lagi berdasarkan satu posisi saja. Ini seperti mencair saja di lapangan. Siapa yang lebih siap dimainkan di depan atau di belakang."

"Saya tidak kaget melihat permainan Arthur Irawan kemarin. Cuma memang yang mengagetkan itu kok bermain di penyerang sayap. Karena di Piala Menpora ini dia selalu bermain di bek sayap," kata Mohamad Kusnaeni.

 

2 dari 4 halaman

Strategi

Menurut Mohamad Kusnaeni, permainan Arthur Irawan saat PSS Sleman berjumpa Persib Bandung juga seperti taktik yang diinginkan tim pelatih. Mungkin kata Mohamad Kusnaeni, Dejan Antonic melihat sisi sayap Persib Bandung yang sangat cepat dan Arthur Irawan pun mendapatkan tugas ganda.

Arthur Irawan dinilai harus bisa membantu lini belakang ketika mendapatkan serangan cepat dari Persib Bandung yang mengandalkan sektor sayap. Pemain berusia 28 tahun itu bermain selama 54 menit dalam laga yang berakhir imbang 1-1.

"Kemarin Arthur Irawan itu bermain di posisi sayap sebagai pendukung bek sayap PSS Sleman. Alasannya karena di sektor sayap Persib Bandung itu bermain menyerang."

"Terkadang, pelatih itu kalau melihat tim lawan yang pemainnya dua-duanya bisa menyerang, pasti ingin menambah dua bek. Itu dulu strategi yang diterapkan Timnas Jermas era tahun 1990an."

"Kalau lawannya cepat-cepat, pasti menggunakan dua bek tapi seolah-olah terlihat satu di depan dan satu di belakang. Istilahnya ini double bek. Padahal pemikirannya itu ya sama-sama untuk mengcover lawan."

"Keputusan memainkan Arthur Irawan ini karena sebagai strategi untuk menghadapi dua pemain yang berkarakter menyerang dan itu lumrah dalam sepak bola," lanjut Mohamad Kusnaeni.

3 dari 4 halaman

Satu Laga Lagi

Banyak yang menilai gugurnya PSS Sleman karena kesalahan taktik setelah melihat Arthur Irawan bermain di penyerang sayap. Padahal pada leg kedua itu, PSS Sleman membutuhkan gol cepat demi menyamakan skor agregat yang sudah tertinggal 1-2 dari Persib Bandung.

Menurut Mohamad Kusnaeni, sejauh ini permainan PSS Sleman di Piala Menpora 2021 sudah cukup berkembang. Terbukti, Elang Jawa mampu lolos dari babak penyisihan grup dengan status peringkat pertama.

Di babak delapan besar, PSS Sleman bisa menuntaskan Bali United yang datang sebagai juara bertahan Liga 1 2019. Sayangnya langkah PSS Sleman di Piala Menpora 2021 terhenti di babak semifinal karena kalah agregat 2-3 dari Persib Bandung.

"Ketika PSS Sleman lolos dari penyisihan grup hingga ke semifinal, itu artinya mereka menunjukan progres luar biasa. Para pemain mulai memahami keinginan tim pelatih."

"PSS Sleman ini juga belum lengkap pemainnya. Mereka masih menyisahkan satu slot pemain asing di lini depan. Kalau hanya mengandalkan Saddam saja di kompetisi sangat tidak bisa. Lagi pula permainan Saddam baru terlihat di penghujung turnamen," tutur Mohamad Kusnaeni.

PSS Sleman masih menyisahkan satu laga lagi di Piala Menpora 2021 dengan melawan PSM Makassar. Pertandingan itu memperebutkan peringkat ketiga Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (24/4/2021).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut ini

Lanjutkan Membaca ↓